Ketegangan Perang Dagang Antara AS, Meksiko, Kanada, dan China |
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Sabtu (1/2) mengumumkan akan memberlakukan tarif impor sebesar 25% untuk Kanada dan Meksiko, serta tambahan tarif impor sebesar 10% untuk China per Selasa (4/2). - Sebagai respons, Meksiko dan Kanada – yang merupakan 2 mitra dagang terbesar AS – segera mengumumkan tarif balasan. Kanada telah membalas dengan tarif 25% pada impor AS senilai US$155 miliar.
Sementara itu, China berencana menantang kebijakan ini di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengambil "tindakan balasan" lainnya. Pada Selasa (4/2), Presiden Trump dan pemimpin Meksiko dan Kanada capai kesepakatan untuk menunda penerapan tarif paling tidak selama 30 hari.
|
Ekonomi AS: Data Ketenagakerjaan Kuat, Namun Melandainya Inflasi Meningkatkan Harapan Rate Cut |
Biro statistik AS pada Rabu (15/1) waktu setempat mengumumkan bahwa inflasi inti di AS melandai ke level 3,2% YoY pada Desember 2024 (vs. Nov 2024: 3,3% YoY), di bawah ekspektasi konsensus di level 3,3% YoY. - Hal ini kembali membuka harapan para pelaku pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga AS yang lebih banyak.
- Berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool per Senin (20/1), probabilitas The Fed untuk memangkas suku bunga AS lebih dari 25 bps pada 2025 naik menjadi 47%, dari sebelumnya di level 34,8% pada 14 Januari 2025.
- Perkembangan ini berubah beberapa hari setelah ekspektasi market terhadap pemangkasan suku bunga sempat semakin berkurang setelah kuatnya data ketenagakerjaan, dengan non–farm payroll employment bertambah sebanyak 256.000 pada Desember 2024 (vs. November 2024: 212.000), jauh melampaui ekspektasi konsensus di level 160.000.
- Sementara itu, tingkat pengangguran di AS turun ke level 4,1% pada Desember 2024 (vs. November 2024: 4,2%), lebih baik dibandingkan ekspektasi konsensus di level 4,2%.
|
Ekonomi RI: Inflasi RI Terendah Sepanjang Sejarah |
BPS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) di Indonesia melandai ke level 0,76% YoY pada Januari 2025 (vs. Desember 2024: inflasi 1,57% YoY), di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi di level 1,88%, serta menandakan inflasi terendah sejak tahun 2000.
- Secara bulanan, Indonesia mencatatkan deflasi 0,76% MoM (vs. Desember 2024: inflasi 0,44% MoM), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 0,32% MoM.
- Deflasi bulanan pada Januari 2025 ditekan oleh komoditas tarif listrik yang memberikan andil deflasi 1,47 percentage point seiring pemberian diskon tarif listrik bagi pelanggan hingga 2.200 VA.
- Adapun inflasi inti pada Januari 2025 mencapai 2,36% YoY (vs. Desember 2024: inflasi 2,26% YoY), lebih tinggi dari ekspektasi konsensus di level 2,3% YoY.
|
|
|
- Sempat tegangnya potensi perang dagang global sempat membuat volatilitas di pasar keuangan global, termasuk pasar saham dan obligasi di Indonesia.
- Yield obligasi sempat naik akibat kuatnya data ketenagakerjaan AS, namun kembali melandai setelah meningkatnya harapan penurunan suku bunga imbas inflasi AS yang melandai.
- Ini menekankan poin kami bahwa bahwa tingginya ketidakpastian global mengakibatkan volatilitas di pasar.
|
|
|
💡Alternatif Investasi Saat Kondisi Pasar Volatil Peluang di Tengah Ketidakpastian
|
Kami menilai SBN Ritel ORI027 yang saat ini sedang ditawarkan memiliki yield yang menarik untuk menghadapi volatilitas di pasar. Meskipun suku bunga BI sempat turun, imbal hasil ORI027 masih tergolong tinggiーbahkan menjadi SBN Retail dengan imbal hasil tertinggi sejak 2020. - ORI027-T3: tenor 3 tahun, imbal hasil (kupon) fixed rate 6,65% p.a.
- ORI027-T6: tenor 6 tahun, imbal hasil (kupon) fixed rate 6,75% p.a.
Bagi yang mencari instrumen dengan jangka lebih pendek, berikut adalah Obligasi FR jangka pendek saat ini ditawarkan dengan yield masih menarik dan risiko volatilitas yang rendah. - Obligasi PBS003 (tenor < 2 tahun dengan yield 6,45 p.a.*).
- Obligasi PBS032 (tenor < 1,5 tahun dengan yield 6,25% p.a.*),
*Data yield per 6 Februari 2025 |
|
|
Sumber: Bloomberg per 31/01/2025 Dalam triliun rupiah |
Pada Desember 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun +0,41% MoM dengan outflow dana asing mencapai Rp3,7 triliun. Sementara itu, Indeks Obligasi Pemerintah Indonesia (IBPA Total Return) tercatat turun +0,75% MoM meski disertai oleh inflow dana asing sebesar Rp2,2 triliun. |
Sumber: Bloomberg per 31/01/2025 |
- 10-Yr Indonesia Government Bond Yield berada di level 6,99%, turun -1 bps dari 7,00% pada Januari 2025.
- 5-Yr Indonesia Government Bond Yield berada di level 6,87%, naik -17 bps dari 7,03% pada Januari 2025.
- 1-Yr Indonesia Government Bond Yield berada di level 6,83%, naik +30 bps dari 7,01% pada Januari 2025.
- Rata-rata bunga deposito perbankan Indonesia (TD Rate 12M) berada di level 4,13%, turun +10 bps dari 4,03% pada Januari 2025.
|
Sumber: Bloomberg per 31/01/2025 |
- IHSG ditutup di level 7.109 pada Januari 2025, turun +0,41% MoM dan turun -1,37% YoY
- Sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah IDXTECH (+8,76% MoM), sedangkan yang mengalami penurunan terdalam adalah IDXINDUS (-6,96% MoM).
- Di level ini, IHSG memiliki Forward P/E Ratio sebesar 11,56x.
|
|
|
Bibit Articles: In Case You Missed It… |
|
|
Writer: Investment Research Team. Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual produk tertentu. |
|
|
Email ini dikirim oleh PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Informasi di dalam email ini bersifat rahasia dan hanya ditujukan bagi investor yang menggunakan APERD PT Bibit Tumbuh Bersama dan menerima email ini. Dilarang memperbanyak, menyebarkan, dan menyalin informasi rahasia ini kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Bibit Tumbuh Bersama. Reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas risiko pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Semua investasi mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, keuntungan yang diharapkan dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.
|
Copyright © 2024. All rights reserved. |
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar