|
|
Research Mandiri Sekuritas · 10 September 2026 |
|
|
|
AS Tingkatkan Buyback Obligasi Tenor Panjang Menjadi USD6 Miliar, 3x Lipat Rencana Awal
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
AS tingkatkan buyback obligasi tenor panjang menjadi USD6 Miliar
Weda Bay Nickel kembali mulai operasi penambangan bertahap
Pemerintah targetkan Zero ODOL mulai 2027
Platform AI ISAT peroleh pinjaman USD3,1 M
Pemerintah siapkan rekening otomatis BBRI atau BRIS bagi warga berusia 17 tahun
MAPI tetapkan kebijakan dividen 25–50%
HRTA private placement 460,5 juta, potensi dilusi 9,09%
ADHI akan divestasi bisnis non inti untuk perbaikan neraca
ARKO teken pembangunan PLTA Pongbembe Rp288 M
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.589,34 -88,86 (-1,33%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
AS tingkatkan buyback obligasi tenor panjang
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS akan membeli kembali obligasi pemerintah tenor panjang hingga USD6 miliar, tiga kali lipat dari rencana awal sebesar USD2 miliar. Namun, langkah tersebut belum mampu menekan biaya pinjaman, dengan yield US Treasury tenor 10 tahun naik akibat kekhawatiran inflasi, ekspektasi kenaikan Fed Rate, dan tingginya defisit fiskal. Enam buyback berikutnya masing-masing ditetapkan minimum USD4 miliar.
|
|
|
Weda Bay Nickel kembali mulai operasi penambangan
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa PT Weda Bay Nickel kembali memulai operasi penambangan secara bertahap setelah memperoleh izin dari pemerintah Indonesia dan menjalani pemeliharaan selama empat bulan. Kecepatan peningkatan produksi bergantung pada remobilisasi kontraktor dan alat berat, penyusunan ulang rencana penambangan, serta penyelesaian administrasi. Eramet belum dapat memperkirakan volume produksi dan penjualan bijih nikel untuk sisa 2026 dan akan memperbarui guidance penjualan bijih nikel eksternal selanjutnya.
|
|
|
Pemerintah targetkan Zero ODOL mulai 2027
|
|
|
Pemerintah menargetkan penerapan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) mulai 2027 melalui Perpres No. 41/2026 tentang Penguatan Logistik Nasional. Rencana aksi mencakup integrasi data, pengawasan, evaluasi batas muatan, preservasi jalan, insentif dan disinsentif, serta kesiapan moda alternatif. Namun, pengamat menilai implementasi berisiko mengganggu distribusi barang dan meningkatkan biaya logistik apabila persoalan tarif angkutan, kesejahteraan pengemudi, kesiapan perusahaan angkutan, serta pembagian tanggung jawab dan pendanaan belum diselesaikan.
|
|
|
|
|
|
|
Platform AI $ISAT peroleh pinjaman USD3,1 M
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Zankore, platform infrastruktur AI Indonesia yang didukung Nvidia dan PT Indosat (ISAT) , memperoleh fasilitas pinjaman senilai USD3,1 miliar dari Citigroup, ING, Natixis, Qatar National Bank, dan UOB. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli GPU Nvidia bagi fasilitas AI berkapasitas awal 100 MW yang akan dikembangkan hingga 1 GW.
|
|
|
Rekening $BBRI / $BRIS disiapkan bagi warga 17 tahun
|
|
|
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan skema pemberian rekening perbankan secara otomatis kepada setiap warga negara yang memasuki usia 17 tahun. Rekening akan diterbitkan bersamaan dengan KTP melalui PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) dan langsung diisi dana awal sebesar Rp50.000 per orang. Dana tersebut tidak boleh dipotong untuk biaya administrasi maupun pungutan perbankan lainnya. Rekening dapat digunakan untuk menerima bantuan sosial secara langsung, sedangkan BI dan OJK akan menyiapkan regulasi pendukung kebijakan tersebut.
|
|
|
$MAPI tetapkan kebijakan dividen 25–50%
|
|
|
PT Mitra Adiperkasa (MAPI) mengumumkan kebijakan pembagian dividen tunai sebesar 25% - 50%. Dividen hanya dapat dibayarkan dari laba yang telah direalisasikan. Besaran dan waktu pembagian dividen akan mempertimbangkan kebutuhan belanja modal, rencana investasi, kinerja dan arus kas, dividen dari anak usaha dan perusahaan asosiasi, serta kondisi ekonomi dan pasar.
|
|
|
$HRTA private placement 460,5 juta, potensi dilusi 9,09%
|
|
|
PT Hartadinata Abadi (HRTA) akan melakukan private placement hingga sebanyak ~460,5 juta (10%) saham, harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan serta efek dilusi maksimum 9,09%. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Perseroan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS pada 16 Oktober 2026.
|
|
|
$ADHI divestasi bisnis non inti untuk perbaikan neraca
|
|
|
Direktur Utama PT Adhi Karya (ADHI) , Moeharmein Zein Chaniago, mengatakan ADHI berencana mendivestasikan aset dan lini usaha di luar bisnis inti, mencakup bisnis perhotelan, pengelolaan air, energi, dan konsesi jalan tol. Pada 2026, ADHI menargetkan pelepasan saham pada tiga anak usaha, sejalan dengan arahan Danantara agar BUMN Karya kembali berfokus sebagai kontraktor. Dana hasil divestasi akan digunakan untuk mempercepat pemulihan neraca ADHI.
|
|
|
$ARKO teken pembangunan PLTA Pongbembe Rp288 M
|
|
|
PT Arkora Hydro (ARKO) mengumumkan bahwa dua anak usahanya, Arkora Ekon Indonesia dan Nosu Hydro, menandatangani perjanjian pembangunan PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW senilai ~Rp288 miliar.
|
|
|
|
|
|
|