π€ AS–RI Sepakati Framework Perdagangan
Photo by: Stockbit Snips
Daily Market Performance π
| 7.469 +1,70% | +Rp663 miliar | 16.293 -0,10% | 3.439 -0,16% |
| 67,6 -0,22% | 112,5 +2,32% | 4.287 +0,97% | 15.528 +0,03% |
π Stockbitor!
Gedung Putih AS pada Selasa (22/7) waktu setempat telah mengumumkan framework kesepakatan negosiasi perdagangan dengan Indonesia. Berikut poin–poin utama dari kesepakatan ini:
- Indonesia akan menghapus tarif atas sekitar 99% produk asal AS, yang mencakup produk industri, pangan, dan pertanian. Sementara itu, tarif untuk barang–barang asal Indonesia akan turun dari 32% menjadi 19%. Gedung Putih menyebut bahwa AS dapat mengidentifikasi komoditas tertentu yang tidak tersedia secara alami atau diproduksi secara domestik di AS untuk pengurangan tarif lebih lanjut.
- Indonesia akan menghapus hambatan non–tarif, seperti membebaskan perusahaan dan barang asal AS dari persyaratan TKDN, menerima kendaraan yang dibuat sesuai standar keselamatan dan emisi federal AS, penghapusan pembatasan impor dan persyaratan perizinan untuk barang atau suku cadang hasil remanufaktur AS, hingga menghapus inspeksi dan verifikasi pra–pengiriman terhadap ekspor AS.
- Perusahaan–perusahaan Indonesia akan menandatangani kesepakatan komersial dengan perusahaan–perusahaan AS, yang mencakup: 1) impor pesawat senilai 3,2 miliar dolar AS; 2) impor produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilai total 4,5 miliar dolar AS; dan 3) impor produk energi, termasuk LPG, minyak mentah, dan bensin, dengan perkiraan nilai total 15 miliar dolar AS.
- Indonesia akan membatalkan rencana pengenaan tarif pada arus data internet dan setuju untuk mendukung perpanjangan moratorium bea masuk e–commerce dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
- Indonesia setuju untuk menghapus pembatasan ekspor komoditas industri, termasuk mineral penting.
- AS dan Indonesia akan menegosiasikan aturan asal barang (rules of origin) untuk memastikan manfaat kesepakatan ini dirasakan oleh AS dan Indonesia, bukan negara pihak ketiga.
- Indonesia setuju untuk bergabung dengan Global Forum on Steel Excess Capacity dan mengambil tindakan untuk mengatasi kelebihan kapasitas global di sektor baja.
Gedung Putih menyebut bahwa dalam beberapa pekan ke depan, AS dan Indonesia masih akan merundingkan dan menyelesaikan perjanjian perdagangan sebelum perjanjian mulai berlaku.
Key Takeaway
Secara keseluruhan, kami menilai bahwa poin–poin utama yang diumumkan di atas relatif sejalan dengan indikasi–indikasi yang telah diberitakan sebelumnya, sehingga pengumuman ini tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan market. Namun, kami menyoroti poin terkait penghapusan pembatasan ekspor komoditas industri, yang masih memerlukan informasi lebih rinci untuk dapat menilai dampaknya.
Selain itu, kami melihat bahwa dengan hampir rampungnya kesepakatan dagang ini, pemerintah dapat kembali berfokus pada program–program dalam negeri, termasuk isu daya beli yang kami nilai menjadi faktor utama yang dicermati oleh investor.
π’ CDIA: Direksi Borong Saham, LK 2Q25 Akan Diaudit
- $CDIA: Dua anggota direksi Chandra Daya Investasi, Fransiskus Ruly Aryawan dan Jonathan Kandinata, masing–masing membeli 5 juta saham CDIA dengan harga rata–rata 800 rupiah per lembar pada 17 Juli 2025. Total nilai transaksi keduanya mencapai ~8 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Fransiskus Ruly Aryawan dan Jonathan Kandinata di CDIA masing–masing naik dari tidak ada menjadi 0,004%. Selain itu, CDIA mengatakan bahwa perseroan akan melaksanakan audit untuk laporan keuangan 2Q25.
- $HMSP: Philip Morris International mencatat bahwa volume penjualan rokok Hanjaya Mandala Sampoerna turun -3,7% YoY pada 2Q25 (vs. 2Q24: -6,4% YoY, 1Q25: +0,6% YoY). Hasil ini membuat volume penjualan selama 1H25 turun -1,5% YoY (vs. 1H24: -1,5% YoY), menandai tren penurunan volume pada periode semester pertama dalam 3 tahun beruntun. Realisasi tersebut masih lebih baik dibandingkan penjualan seindustri yang turun -7% YoY pada 2Q25 (vs. 2Q24: -10% YoY, 1Q25: +2,6% YoY) dan -4,3% YoY selama 1H25 (vs. 1H24: -6,6% YoY). Akibatnya, market share HMSP naik ke level ~31% pada 2Q25 dan selama 1H25 — keduanya menandai level tertinggi sejak 2019 — naik dari 26,8% pada 1Q25 yang merupakan level terendah setidaknya sejak 1Q14. Berdasarkan segmentasi produk, penjualan rokok HMSP turun -2% YoY selama 1H25, sementara volume penjualan IQOS naik +34% YoY.
- $ARNA: Arwana Citramulia mencatatkan laba bersih sebesar 99 miliar rupiah pada 2Q25 (+0,8% YoY, -6% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H25 mencapai 204 miliar rupiah (+0,5% YoY), setara ~44% dari guidance 2025 manajemen. Pendapatan tumbuh +24% YoY dan +6% QoQ pada 2Q25 (vs. 2Q24: +4% YoY, 1Q25: +9% YoY), sehingga pendapatan selama 1H25 menjadi 1,4 triliun rupiah (+17% YoY). Namun, margin laba kotor pada 2Q25 turun ke level 29,6% (vs. 2Q24: 32,9%, 1Q25: 31,9%) akibat peningkatan beban pabrikasi (+29% YoY) dan bahan baku (+28% YoY) seiring pelemahan kurs rupiah dan meningkatnya harga gas.
- $IPCC: Indonesia Kendaraan Terminal mencatatkan penanganan kargo mobil impor completely built–up (CBU) sebanyak 423.952 unit selama 1H25 (+7,8% YoY), penanganan kargo truk atau bus sebanyak 94.782 unit (+23% YoY), dan penanganan alat berat sebanyak 15.870 unit (+32,7% YoY). Shipping call tercatat sebesar 1.571 call selama 1H25 (+13,9% YoY).
- $TOBA: Kepemilikan PT Toba Sejahtera di TBS Energi Utama berkurang sebanyak 2,5 juta (0,03%) saham, berdasarkan data KSEI per 21 Juli 2025. Nilai transaksi ini tidak diketahui. Transaksi ini membuat porsi kepemilikan PT Toba Sejahtera di TOBA turun dari 8,16% menjadi 8,13%.
- $SSIA: Kepemilikan entitas grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan, di Surya Semesta Internusa bertambah sebanyak ~4,1 juta (0,08%) saham, berdasarkan data KSEI per 21 Juli 2025. Nilai transaksi ini tidak diketahui. Transaksi ini membuat porsi kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan di SSIA naik dari 6,66% menjadi 6,74%.
- $BNLI: Bank Permata mencatat laba bersih sebesar 856 miliar rupiah pada 2Q25 (+19% YoY, +8,5% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H25 mencapai 1,6 triliun rupiah (+7,6% YoY). Peningkatan laba bersih didorong oleh Non–Interest Income (Non–II) yang naik +17% YoY selama 1H25. Sementara itu, Net Interest Income (NII) hanya tumbuh +1% YoY selama 1H25, seiring dengan penurunan Net Interest Margin (NIM) ke level 4,11% (vs. 1H24: 4,34%) meski kredit dan pembiayaan tumbuh +7,4% YoY (vs. 1H24: +10,2% YoY). Dari segi kualitas aset, NPL gross turun ke level 2,06% (vs. 1H24: 2,41%), dengan beban provisi turun -24% YoY pada 2Q25 meski selama 1H25 masih tumbuh +2,5% YoY.
- $ADHI: Adhi Karya mencatatkan laba bersih sebesar 7,2 miliar rupiah pada 2Q25 (vs. 2Q24: 3,6 miliar rupiah, 1Q25: 317 juta rupiah). Hasil ini membuat laba bersih selama 1H25 mencapai 7,5 miliar rupiah (-45% YoY). Pendapatan pada 2Q25 turun secara tahunan menjadi 2,1 triliun rupiah (-30% YoY, +26% QoQ), sehingga pendapatan selama 1H25 turun -33% YoY menjadi 3,8 triliun rupiah.
Top Gainer π₯
| +12,90% | +10,78% | +9,77% | +9,13% |
Top Loser π€
| -6,10% | -5,60% | -3,07% | -2,60% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah China memperingatkan akan menutup tambang–tambang batu bara yang terbukti melakukan produksi melebihi tingkat yang diizinkan. Inspeksi ini akan berlangsung hingga 15 Agustus 2025, dengan perusahaan yang kedapatan memproduksi batu bara lebih dari 110% dari kapasitas yang ditentukan selama 1H25 akan menghadapi sanksi, termasuk penangguhan produksi. Badan energi nasional China sedang melakukan inspeksi selama sebulan di 8 provinsi dan wilayah — yang secara total berkontribusi atas 90% total produksi batu bara China — sebagai bagian dari tindakan keras terhadap penambangan berlebihan yang dinilai telah mendistorsi pasar.
- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa laboratorium farmasi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memproduksi dan mendistribusikan obat kepada masyarakat umum melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk menekan harga obat. Sjafrie juga mengatakan bahwa produksi massal akan dimulai pada Oktober 2025 dan obat–obatan akan didistribusikan ke desa–desa di seluruh Indonesia dengan harga -50% di bawah harga eceran. Di sisi lain, Reuters melaporkan bahwa kelompok–kelompok hak asasi manusia menilai langkah ini melanggar hukum karena menempatkan pejabat militer yang masih aktif ke dalam posisi bisnis sipil.
- Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 akan digelar pekan ini pada 24 Juli–3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City. Kompas melaporkan bahwa hingga April 2025, ada lebih dari 55 merek otomotif yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya dalam GIIAS 2025 (vs. GIIAS 2024: 55 merek).
- Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS dan Jepang telah mencapai kesepakatan dagang, yang mencakup penurunan tarif impor untuk barang–barang asal Jepang. Sektor otomotif Jepang — yang menyumbang lebih dari seperempat ekspor Jepang ke AS — akan mengalami pemotongan tarif dari 27,5% menjadi 15%. Selain itu, tarif impor untuk barang–barang lainnya asal Jepang per 1 Agustus 2025 juga akan dipotong dari 25% menjadi 15%. Menyusul pengumuman ini, indeks saham acuan Nikkei melonjak sekitar +3,5% pada Rabu (23/7) ke level tertingginya dalam setahun terakhir, didorong oleh kenaikan saham–saham otomotif.
- Reuters melaporkan bahwa Danantara berencana menandatangani kontrak engineering, procurement and construction senilai 8 miliar dolar AS dengan perusahaan konstruksi asal AS, KBR Inc. (NYSE: KBR), untuk membangun 17 kilang modular. Kontrak tersebut merupakan bagian dari negosiasi perdagangan dan tarif yang disepakati oleh Indonesia dan AS pada pekan lalu. Danantara dan KBR Inc. belum menanggapi kabar ini.
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah akan menyelesaikan roadmap AI pada Agustus 2025, yang akan menjadi dokumen strategi nasional terkait AI pertama setelah pemerintah merilis pedoman etika AI pada 2023. Langkah ini bertujuan untuk membangun ekosistem AI di Indonesia guna menarik investasi asing, serta mengikuti upaya Malaysia dalam memantapkan posisi sebagai pusat pengembangan AI di Asia Tenggara.
- Bank Indonesia mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2025 tumbuh +6,5% YoY menjadi 9.597,7 triliun rupiah (vs. Mei 2025: +4,9% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +8% YoY dan uang kuasi sebesar +4,7% YoY.
π Membeli Saham karena Story? Jangan Lupa 6 Prinsip Ini
"Sekali lagi, jangan pergi terlalu jauh dari realitas." – parahitairawan
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Belakangan banyak keraguan terhadap saham fundamental yang dulu pernah jadi primadona. Ketika dunia investasi kita mulai berubah, bagaimana caranya agar tetap relevan? parahitairawan dengan pengalaman +20 tahun di bursa membagikan pelajaran investasi yang berharga akan hal ini. Dari pentingnya mencari emiten dengan growth dan manajemen yang adaptif, hingga peluang yang realistis. Selengkapnya dapat kamu baca di sini!
Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit / Stockbit Snips.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), Perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/ menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah "https://stockbit.com/" dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com" Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here
0 komentar:
Posting Komentar