| Research Mandiri Sekuritas · 17 November 2025 | |
|
| Bea Keluar Emas Ditargetkan pada 2026, Tarif Berkisar 7,5%-15% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Kemenperin pertimbangkan DMO alumina Kemenperin usulkan industri aluminium terima HGBT Bea keluar emas ditargetkan 2026, tarif 7,5-15% Pemerintah bahas bea keluar batu bara TPIA peroleh pinjaman USD750 juta dari KKR ZYRX terima pesanan 120 ribu unit laptop Rp793 M MBSS beli 1-unit kapal motor vessel USD16,3 juta Samuel International kembalikan 3,46% saham NSSS Direktur Tambah ISAT Rp5 M Dividen Interim Tahun Buku 2025
|
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.416,88 +46,45 (+0,55%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | ๐งช Kemenperin Pertimbangkan DMO Alumina |
| | Kementerian Perindustrian tengah mempertimbangkan untuk membuat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) khusus untuk alumina. Usulan kebijakan DMO Smelter Grade Alumina (SGA) ini bertujuan agar alumina produksi dalam negeri tidak difokuskan untuk ekspor, tetapi bisa diprioritaskan memenuhi bahan baku input smelter aluminium yang ada di Indonesia. |
|
| ⚙️ Industri Aluminium Diusulkan Terima HGBT |
| | Kementerian Perindustrian mengusulkan agar industri aluminium dapat menjadi penerima manfaat kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Insentif HGBT memungkinkan produsen aluminium mendapatkan harga gas yang lebih murah dibandingkan harga gas bumi komersial yang berkisar USD12–14 per MMBTU. Jika merujuk pada kebijakan saat ini, sektor industri yang menerima HGBT bisa menikmati harga gas sebesar USD6–7 per MMBTU. |
|
| ๐ฅ Bea Keluar Emas Ditargetkan 2026 |
| | Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menyampaikan bahwa pungutan bea keluar emas ditargetkan akan diimplementasikan pada 2026 mendatang, dengan aturan PMK sudah memasuki tahap akhir dan menunggu pengundangan. Bea keluar akan dikenakan terhadap beberapa produk emas, antara lain dore, granules, cast bars, hingga minted bars. Besaran tarif dalam usulan ini bersifat progresif, mengikuti perkembangan harga emas dunia, dengan tarif berkisar antara 7,5% hingga 15%. |
|
| ๐ชจ Pemerintah Bahas Bea Keluar Batu Bara |
| | Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menyampaikan bahwa kebijakan bea keluar untuk batu bara masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian. Ia menjelaskan bahwa besaran tarif tidak ditetapkan oleh Kemenkeu, melainkan diusulkan oleh kementerian ESDM. |
|
| | | ๐ต $TPIA Peroleh Pinjaman USD750 Juta | |
| PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mengumumkan bahwa Chandra Asri Group memperoleh solusi pembiayaan khusus senilai USD750 juta dari KKR, perusahaan investasi global. Pembiayaan ini akan mendukung akuisisi atas jaringan stasiun pengisian bahan bakar Esso dari ExxonMobil di Singapura. |
|
| ๐ป $ZYRX Terima Pesanan 120 Ribu Laptop |
| | PT Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) menerima pesanan pembelian sebesar ~120 ribu unit laptop dengan total nilai transaksi sekitar Rp793 miliar dari Kementerian Pendidikan, Dasar & Menengah untuk pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi. |
|
| ๐ข $MBSS Beli 1-unit Kapal Motor Vessel | |
| PT Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) menandatangani memorandum of agreement untuk rencana pembelian 1 unit kapal motor vessel senilai USD16,3 juta, atau setara ~Rp273 miliar. |
|
| ๐ $NSSS Dikembalikan ke Emiten | |
| Pemegang saham PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS), PT Samuel International, mengembalikan ~826 juta (3,46%) saham NSSS pada 12 November 2025, sehingga kepemilikannya menjadi 7,8%. Mengacu kepada harga penutupan NSSS pada tanggal transaksi, transaksi ini senilai ~Rp425 miliar. |
| | ๐ฐ️ Direktur Tambah $ISAT Rp5 M | |
| Direktur PT Indosat (ISAT), Vikram Sinha, membeli ~2,4 juta (~0,01%) saham ISAT dengan harga rata-rata Rp2.106/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp5 miliar. Transaksi dilakukan pada 7 November 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di ISAT menjadi ~0,03%. |
|
| ๐ฐ Dividen Interim Tahun Buku 2025 | |
| - POWR dividend interim yield 3,4% - MLBI dividend interim yield 3,3% - TOTO dividend interim yield 3,4% - WINS dividend interim yield 1,1% |
|
| |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar