| Research Mandiri Sekuritas · 25 November 2025 | |
|
| Pemerintah Rencana Kenakan Bea Keluar Batu Bara Jika Harga Tinggi |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Gaikindo revisi turun target penjualan mobil nasional 2025
Pemerintah rencana kenakan bea keluar batu bara jika harga tinggi
Kewenangan izin tambang pasir kuarsa dan silika ditarik ke pusat
UBS Group jual 1% BUMI Rp809 M
BBCA dividend interim yield 0,6%
Pengendali tambah NSSS Rp31 M
SSMS telah akuisisi kebun kelapa sawit Rp1,6 T
ADHI: terdapat pendaftaran 2 perkara PKPU
Rebalancing Sri Kehati: PGAS PWON POWR masuk
|
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.521,89 -48,37 (-0,56%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | ๐ Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil |
| | Gaikindo merevisi turun target penjualan mobil nasional untuk tahun 2025, dari sebelumnya sebesar 850 ribu unit menjadi 800 ribu unit. |
|
| ๐ชจ Rencana Bea Keluar Batu Bara |
| | Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa rencana pemerintah atas mengenakan bea keluar terhadap batu bara rencananya akan diterapkan jika harga batu bara tinggi, dan tidak diterapkan saat harga batu bara relatif rendah. Hal itu juga dikuatkan dengan pembahasan harga minimum batu bara yang akan menjadi acuan dalam pengenaan bea keluar oleh pemerintah. |
|
| ⛏️ Izin Tambang Pasir Kuarsa dan Silika |
| | Pemerintah akan menarik kembali kewenangan pemberian izin pertambangan pasir kuarsa dan pasir silika ke pemerintah pusat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah pemerintah menemukan praktik penyalahgunaan izin di sejumlah daerah, seperti menggunakan izin pasir kuarsa sebagai kedok untuk menambang timah. |
|
| | | ๐ UBS Group Jual 1% $BUMI Rp809 M | |
| Pemegang saham PT Bumi Resources (BUMI), UBS Group AG, menjual ~3,6 miliar (0,96%) saham BUMI dengan harga ~Rp227/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp809 miliar. Transaksi dilakukan pada 17 November 2025. UBS menjual saham untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien. Setelah transaksi ini, kepemilikan UBS Group AG di BUMI menjadi 7,09%. |
|
| ๐ฐ $BBCA Dividend Interim Yield 0,6% |
| | PT Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp55/saham, setara dividend yield 0,6% berdasarkan penutupan BBCA pada Senin (24/11) di Rp8.475/saham. Cum date pada 2 Desember 2025, dengan pembayaran pada 22 Desember 2025. |
|
| ๐ท️ Pengendali Tambah $NSSS Rp31 M | |
| Pengendali PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS), PT Samuel Tumbuh Bersama, membeli ~84 juta (0,36%) saham NSSS dengan harga Rp375/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp31 miliar. Transaksi dilakukan pada 18 November 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di NSSS menjadi 36,08%. | |
| ๐ด $SSMS Telah Akuisisi Kebun Kelapa Sawit | |
| PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) mengumumkan telah mengakuisisi 63,4% saham PT Sawit Mandiri Lestari senilai Rp1,6 triliun, dengan sumber dana dari pijaman sindikasi. Sebelumnya, rencana akuisisi ini telah diumumkan pada September 2025 dan disetujui dalam RUPS pada Oktober 2025. Perusahaan yang diakuisisi adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dengan areal ~11 ribu hektar. Pihak penjual adalah PT Citra Borneo Indah, yang merupakan induk usaha SSMS, dengan kepemilikan 62,3% SSMS. |
|
| ๐️ $ADHI: Terdapat Pendaftaran 2 Perkara PKPU | |
| PT Adhi Karya (ADHI) mengumumkan bahwa terdapat pendaftaran 2 perkara PKPU kepada perseroan, namun perseroan belum menerima pemberitahuan resmi (relaas) dari pengadilan. |
|
| | BEI mengumumkan evaluasi atas indeks Sri Kehati, yang akan memiliki periode efektif pada 1 Desember 2025 – 29 Mei 2026. PGAS, POWR, dan PWON akan masuk ke dalam indeks Sri Kehati, menggantikan AUTO, INCO, dan SMSM yang dikeluarkan dari indeks Sri Kehati. |
|
| | |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar