| Research Mandiri Sekuritas · 11 Desember 2025 | |
|
| The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan AS sebesar 25 bps menjadi 3,5%–3,75% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| The Fed pangkas Fed Rate jadi 3,5–3,75% Pemerintah resmi tetapkan bea keluar ekspor emas, tarif 7,5-15% Pemerintah bantah isu kesepakatan Indonesia–AS terancam gagal Arsari Grup resmi jadi pemegang saham COIN CDIA tambah kapal logistik kimia cair terbaru 9.000 DWT Pengendali tambah 9% KINO Rp200 M GEMS tandatangani perjanjian kredit term loan dari BMRI ASII 11M25: penjualan wholesales mobil -16% YoY |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.620,48 -80,44 (-0,92%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | The Fed Pangkas Fed Rate jadi 3,5-3,75% |
| | Bank sentral AS, Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan AS, Fed Rate, sebesar 25 bps menjadi 3,5%–3,75% pada pertemuan Desember 2025, mengikuti penurunan di September dan Oktober. Pemangkasan ini sejalan dengan ekspektasi pasar. Langkah ini membawa Fed Rate ke level terendah sejak 2022, meski pejabat Fed tetap terbelah dengan tiga anggota menolak pemangkasan. The Fed juga tidak mengubah proyeksi Fed Rate ke depannya, yaitu satu kali pemangkasan 25 bps pada 2026. The Fed juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan PDB 2025 dari 1,6% menjadi 1,7%, dan 2026 dari 1,8% menjadi 2,3%, sementara inflasi PCE diperkirakan turun dari 3% ke 2,9% tahun ini dan dari 2,6% menjadi 2,4% tahun depan. Tingkat pengangguran tetap diproyeksikan di 4,5% (2025) dan 4,4% (2026). |
|
| Bea Keluar Ekspor Emas Resmi Ditetapkan |
| | Pemerintah resmi menetapkan pengenaan bea keluar untuk ekspor emas, dengan tarif tergantung harga referensi dan jenis emas yang akan diekspor. Rinciannya, jika harga referensi emas USD2.800–3.200/ons, maka tarif berada di rentang 7,5–12,5%, yang tergantung pada jenis produk. Sementara itu, jika harga referensi emas di atas USD3.200/ons, maka tarif berada di rentang 10–15%. |
|
| Pemerintah Bantah Isu Antar Indonesia–AS |
| | Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa informasi kesepakatan dagang Indonesia dengan AS terancam gagal adalah tidak benar, serta menjelaskan bahwa target perjanjian dagang akan rampung secepatnya. Bantahan yang sama juga dilontarkan Kemenko Perekonomian yang memastikan perundingan perdagangan Indonesia – AS tetap berjalan. |
|
| | | Arsari Grup Resmi jadi Pemegang Saham $COIN | |
| PT Indokripto Koin Semesta (COIN) mengumumkan bahwa PT Arsari Nusa Investama, bagian dari Arsari Group, resmi menjadi pemegang saham COIN. Rincian lainnya, seperti besaran saham yang dimiliki serta harga pembelian, tidak diumumkan. |
|
| $CDIA Tambah Kapal Logistik Kimia Cair Terbaru |
| | PT Chandra Daya Investasi (CDIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International, menambah kapal logistik kimia cair terbaru dengan kapasitas 9.000 DWT. Kapal ini akan beroperasi mulai Maret 2026 untuk rute domestik dan internasional. Penambahan armada ini mendukung agenda hilirisasi Grup Chandra Asri (TPIA), termasuk distribusi bahan baku untuk proyek pabrik Chlor Alkali dan EDC. Saat ini CDIA mengoperasikan armada logistik maritim yang terdiri dari 12 kapal berkapasitas antara 5.000 hingga 8.600 DWT. |
|
| Pengendali Tambah 9% $KINO Rp200 M | |
| Pengendali PT Kino Indonesia (KINO) , PT Kino Investindo, membeli ~129 juta (9%) saham KINO dengan harga Rp1.556/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp200 miliar. Saham tersebut dijual oleh Nusantara FMCG Limited. Transaksi dilakukan pada 9 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikan PT Kino Investindo di KINO naik menjadi 79%, sedangkan kepemilikan Nusantara FMCG Limited turun menjadi 2,31%. |
|
| | PT Golden Energy Mines (GEMS) melalui anak usaha tidak langsungnya, PT Borneo Indobara, menandatangani perjanjian kredit term loan senilai Rp900 miliar dari PT Bank Mandiri (BMRI). Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 5–7 tahun dan bertujuan untuk memenuhi cashflow gap dalam rangka pengembangan usaha serta kebutuhan umum perusahaan dan grup. |
|
| $ASII Penjualan Wholesales Mobil di 11M25 | |
| Penjualan wholesales mobil PT Astra International (ASII) pada 11M25 mencapai ~368 ribu unit (-16% YoY), didorong oleh penurunan kinerja Daihatsu (-20% YoY), dengan Toyota juga turun -15% YoY. Secara keseluruhan, market share ASII turun menjadi 52,1% (vs. 11M24: 56,1%). |
|
| | |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar