Rabu, 21 Januari 2026

๐Ÿ”ต BI Rate Kembali Ditahan di 4,75%

Research Mandiri Sekuritas · 21 Januari 2026 

BI Rate Kembali Ditahan 4 Bulan Berturut-turut, di Level 4,75%

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • BI Rate kembali ditahan di 4,75%

  • Pertumbuhan kredit 2025: +9,69% YoY

  • OJK kini dapat gugat perusahaan jasa keuangan

  • Tambang emas Martabe UNTR dicabut izinnya

  • INCO update 3 proyek smelter HPAL

  • Kementerian ESDM selidiki insiden asap tambang emas ANTM

  • ACES catatkan SSSG negatif 9 bulan berturut-turut

  • BLUE update negosiasi akuisisi masih berlangsung

  • AISA sampaikan rencana aksi korporasi

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 9.010,33 -124,37 (-1,36%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

-0,39%

⛰️ Basic Materials

+0,14%

๐Ÿ’ฐ Financials

-1,05%

๐Ÿš‚ Transportations

-3,04%

๐Ÿ’ป Technology

-1,44%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

+0,58%

๐Ÿญ Industrials

-6,33%

⚡️ Energy

-1,21%

๐Ÿ‘— Cyclicals

-0,02%

๐Ÿ—️ Infrastructures

-1,07%

๐Ÿ  Properties

-3,44%

Macro Moves

BI Rate Kembali Ditahan di 4,75%

Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada keputusan Januari 2026, menjadikan BI Rate ditahan dalam 4 bulan berturut-turut. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi konsensus. 

Pertumbuhan Kredit 2025: +9,69% YoY

Pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2025 meningkat ke level +9,69% YoY (vs. Nov-25: +7,74% YoY), menandakan laju pertumbuhan kredit tertinggi sejak Februari 2025. Laju ini menandakan pertumbuhan kredit pada 2025 sejalan dengan target 2025 BI di level +8–11%. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran +8–12%.

OJK Kini dapat Gugat Perusahaan Jasa Keuangan

Peraturan OJK Nomor 38 Tahun 2025 menjadi dasar hukum baru bagi OJK untuk dapat menggugat perusahaan jasa keuangan yang bermasalah demi melindungi konsumen. OJK menegaskan prinsip ini sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap industri keuangan. 

Ticker Talk

Tambang Emas Martabe $UNTR Dicabut Izinnya

Entitas anak usaha PT United Tractors (UNTR) yang mengelola tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources, kehilangan izin usaha setelah pemerintah mencabut izin 28 perusahaan akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera. Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo, mencakup 22 perusahaan kehutanan dan 6 perusahaan tambang serta perkebunan. 

$INCO Update 3 Proyek Smelter HPAL

PT Vale Indonesia (INCO) melaporkan progres tiga proyek smelter HPAL di Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako sebagai bagian dari hilirisasi nikel. Proyek Pomalaa senilai Rp76 triliun ditargetkan beroperasi Agustus 2026 dengan kapasitas 120 ktpa MHP, sementara Bahodopi bernilai Rp34 triliun ditargetkan rampung 4Q26 dengan kapasitas 66 ktpa MHP. Proyek Sorowako senilai Rp37 triliun masih 17% progres dan ditargetkan beroperasi 2027 dengan kapasitas 60 ktpa. 

Selidiki Insiden Asap Tambang Emas $ANTM

Kementerian ESDM menyelidiki insiden munculnya asap di area tambang emas Pongkor milik PT Aneka Tambang (ANTM). Dugaan awal terkait peningkatan kadar karbon dioksida dalam terowongan, sementara penyebab pasti masih ditelusuri. Pemerintah memperketat pengawasan dan koordinasi dengan manajemen ANTM untuk mencegah kejadian serupa. 

$ACES Catatkan SSSG Negatif 9 Bulan Berturut-turut

PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) mencatatkan SSSG negatif selama sembilan bulan berturut-turut. ACES pada Desember 2025 mencatatkan pendapatan indikatif sebesar Rp884 miliar (+22% MoM; -3% YoY), dengan Same-store sales growth (SSSG) sebesar -9,9% YoY (vs. Nov-25: -5,2% YoY). Hasil ini membawa pendapatan indikatif ACES selama 12M25 menjadi Rp8,7 triliun (+1,9% YoY), dengan SSSG pada 12M25 menjadi -4,2% (vs. 11M25: -3,6%). 

$BLUE Update Negosiasi Akuisisi Masih Berlangsung

PT Berkah Prima Perkasa (BLUE) menyampaikan bahwa proses negosiasi pengambilalihan saham masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final. Tahapan saat ini mencakup due diligence dan pembahasan perjanjian yang mengikat, sehingga belum ada kepastian terkait rencana akuisisi. 

$AISA Sampaikan Rencana Aksi Korporasi

Dalam klarifikasinya kepada BEI, PT FKS Food Sejahtera (AISA) menyatakan sedang mendiskusikan kemungkinan aksi korporasi yang berpotensi dilakukan dalam tiga bulan ke depan atau dengan jangka waktu lebih lama. Namun, rencana tersebut masih pada tahap inisiasi awal dan belum ada kepastian. 

Transaksi Sekarang
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog