| Research Mandiri Sekuritas · 5 Januari 2026 | |
|
| Indonesia Mencatatkan Inflasi sebesar 2,92% YoY pada Desember 2025 |
|
| | π± What's Growin' on Today |
| Inflasi Indonesia Desember 2,92% YoY
Neraca dagang Indonesia November 2025 surplus USD2,7 M
ESDM buka peluang tambah kuota impor BBM untuk SPBU swasta
PACK umumkan jadwal rights issue OWK Rp3,3 T
BBCA likuidasi anak usaha di Hong Kong
HRUM buyback Rp335 M
CDIA revisi jadwal dividend interim 2025
Pemegang saham jual 1,26% VKTR Rp466 M
Pengendali tambah SUPA Rp26 M |
|
| | Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 8.859,19 +111,06 (+1,27%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | Inflasi Indonesia Desember 2,92% YoY |
| | Indonesia pada Desember 2025 mencatatkan inflasi sebesar 2,92% YoY (vs. Nov-25: 2,72% YoY). Level ini merupakan inflasi tertinggi sejak April 2024, namun masih berada di dalam rentang target BI di level 1,5–3,5%. Secara bulanan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,64% MoM (vs. Nov-25: inflasi 0,17% MoM). Inflasi inti (core inflation) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,38% YoY (vs. Nov-25: 2,36%). |
|
| Neraca Dagang Indonesia Surplus Pada Nov 2025 |
| | Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD2,7 miliar pada November 2025 (vs. Okt-25: USD2,4 miliar). Impor naik menjadi USD19,9 miliar (+0,5% YoY). Sementara itu, ekspor turun menjadi USD22,5 miliar (-6,6% YoY), menandai penurunan ekspor dalam 2 bulan berturut-turut serta menjadi level ekspor terendah sejak April 2025. |
|
| Tambah Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta |
| | Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa Kementerian ESDM membuka peluang penambahan kuota impor BBM untuk SPBU swasta tahun ini, dengan sejumlah pertimbangan. Namun, volume yang diajukan dan besaran yang diizinkan belum dapat dijabarkan. |
|
| | | $PACK Umumkan Jadwal Rights Issue OWK | |
| PT Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) mengumumkan pembaruan jadwal rights issue dalam bentuk obligasi wajib konversi (OWK) perseroan, dengan cum date pada 9 Januari 2026, dengan periode perdagangan rights pada 15 – 22 Januari 2026, serta periode pelaksanaan rights pada 22 Januari 2026. PACK akan menerbitkan rights issue dalam bentuk obligasi wajib konversi (OWK) maksimal ~32,6 miliar unit, sehingga rasio rights issue 5:102. Harga pelaksanaan Rp100 per unit, sehingga potensi dana dihimpun hingga ~Rp3,3 triliun. Masing-masing rights dapat digunakan untuk menebus satu unit OWK. OWK ini tidak berbunga dan dapat dikonversi menjadi saham PACK baru dengan rasio 1:1, dengan periode konversi hingga 21 Januari 2027. Efek dilusi kepemilikan hingga 95,33%. |
|
| $BBCA Likuidasi Anak Usaha di Hong Kong |
| | PT Bank Central Asia (BBCA) melikuidasi anak usaha perseroan, yaitu BCA Finance Limited di Hong Kong yang bergerak di bidang remitansi dan pinjaman. Langkah ini diambil karena layanan nasabah di Hong Kong kini dapat dialihkan melalui layanan digital milik perseroan. |
|
| | PT Harum Energy (HRUM) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp335 miliar. Perkiraan jumlah buyback sebanyak maksimum ~328 juta (2,43%) saham. Periode buyback berlangsung pada 5 Januari – 17 Maret 2026. |
|
| $CDIA Revisi Jadwal Dividend Interim 2025 | |
| PT Chandra Daya Investasi (CDIA) merevisi jadwal dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp1,34/saham yang akan dibagikan. Cum date direvisi dari 8 Januari 2026 menjadi 9 Januari 2026. |
|
| Pemegang Saham jual 1,26% $VKTR Rp466 M | |
| Pemegang saham PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) , Bakrie Metal Industries, menjual ~552 juta (1,26%) saham VKTR dengan harga Rp845/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp466 miliar. Transaksi dilakukan sejak 24 Desember 2025, bertujuan untuk bayar hutang. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di VKTR menjadi 14,43%. |
|
| Pengendali tambah $SUPA Rp26 M | |
| Pengendali PT Super Bank Indonesia (SUPA) , sekaligus anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK), Elang Media Visitama, membeli ~28 juta (0,09%) saham SUPA dengan harga Rp910/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp26 miliar. Transaksi dilakukan sejak 30 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di SUPA menjadi 27,60%. |
|
| |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar