|
Research Mandiri Sekuritas · 20 Januari 2026 | |
|
|
Danantara Targetkan Groundbreaking PLSTa Maret 2026 |
|
|
|
๐ฑ What's Growin' on Today |
| Pemerintah berencana rotasi Wamenkeu jadi Deputi Gubernur BI
Danantara targetkan groundbreaking PLSTa Maret 2026
Layer tarif baru cukai rokok ilegal belum dieksekusi
INCO hanya dapat kuota RKAB 2026 30% dari pengajuan
DEWA perpanjang kontrak tambang Rp10 T di Kalsel
PGAS targetkan regasifikasi 30 kargo LNG di FSRU Lampung
Saiko Consultancy rencana akuisisi 28% SPRE
KEEN teken kerja sama dengan PLN senilai USD25 Juta
Krisis gas ganggu industri Jatim, PGAS batasi pasokan ke pabrik |
|
|
|
Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 9.134,7 +0,83 (+0,01%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rencana Rotasi Wamenkeu jadi Deputi Gubernur BI |
| | Pemerintah dikabarkan akan merotasi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Presiden dikabarkan telah mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia ke DPR, yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Ketiganya akan menjalani fit and proper test di DPR dalam waktu dekat. |
|
|
Danantara Targetkan Groundbreaking PLSTa Maret 2026 |
| | BPI Danantara menargetkan groundbreaking proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau Waste-to-Energy (WTE) pada Maret 2026, setelah proses lelang dipercepat sejak akhir 2025. Proyek waste-to-energy ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah menjadi energi, dengan minat lebih dari 100 perusahaan untuk ikut tender. |
|
|
Layer Tarif Baru Cukai Rokok Ilegal Belum Dieksekusi |
| | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa rencana pembentukan layer tarif cukai baru untuk rokok ilegal tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat karena masih dalam tahap pematangan dan memerlukan persetujuan DPR. |
|
|
|
|
$INCO Hanya Dapat Kuota RKAB 2026 30% dari Pengajuan | |
| Direktur Utama PT Vale Indonesia (INCO) , Bernardus Irmanto, mengatakan bahwa INCO hanya mendapat persetujuan RKAB produksi bijih nikel 2026 sebesar 30% dari kuota yang diajukan, jauh di bawah kebutuhan untuk mendukung proyek smelter HPAL di Pomalaa dan Bahodopi yang ditargetkan rampung tahun ini. Bernardus mengatakan INCO berencana mengajukan revisi RKAB. |
|
|
$DEWA Perpanjang Kontrak Tambang Rp10 T di Kalsel |
| | PT Darma Henwa (DEWA) menandatangani perpanjangan kontrak dengan Arutmin Indonesia untuk proyek pertambangan Asam Asam dan Kintap di Kalimantan Selatan dengan estimasi nilai sekitar ~Rp10 triliun. Kontrak bersifat life of mine, mencakup volume overburden 252 juta bcm dan produksi batu bara 50 juta ton, yang memberikan kepastian operasional jangka panjang serta berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. |
|
|
$PGAS Targetkan Regasifikasi 30 Kargo LNG | |
| PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melalui entitas anak usahanya, PT PGN LNG Indonesia, menargetkan meregasifikasi 30 kargo LNG di FSRU Lampung tahun ini, naik dari 23 kargo pada sepanjang 2025. Penambahan volume ini bertujuan memperkuat pasokan gas untuk pembangkit dan industri di Jawa Barat serta Sumatera, seiring kapasitas regasifikasi FSRU yang mencapai 240 MMSCFD. |
|
|
Saiko Consultancy Rencana Akuisisi 28% $SPRE | |
| Saiko Consultancy Pte. Ltd. berencana mengakuisisi hingga ~223 juta (~28%) saham PT Soraya Berjaya Indonesia (SPRE) milik pengendali saat ini, Rizet Ramawi. Setelah akuisisi, Saiko akan menjadi pengendali baru dan wajib melakukan tender offer sesuai POJK 9/2018. Nilai akuisisi belum diumumkan. |
|
|
$KEEN Teken Kerja Sama dengan PLN | |
| PT Kencana Energy Lestari (KEEN) melalui anak usaha Energi Surya Halmahera menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN untuk pembangunan PLTS Tobelo berkapasitas 10 MW dan baterai 8,4 MWh dengan nilai kontrak mencapai ~USD25 juta. Proyek ini akan memasok listrik ke PLN selama 20 tahun setelah beroperasi, menandai langkah strategis Perseroan dalam pengembangan energi terbarukan. |
|
|
Krisis Gas Ganggu Industri, $PGAS Batasi Pasokan | |
| Investor Daily mengabarkan adanya krisis pasokan gas bumi yang kembali mengganggu industri manufaktur nasional, yang kali ini terjadi di Jawa Timur. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) disebut telah menyurati pelanggan industri di Jawa Timur terkait pembatasan kuota pasokan gas bumi, dengan kuota gas diberikan di kisaran 43 - 68% pada Januari 2026. Kondisi ini disebut menekan utilisasi pabrik, menghambat produksi, dan memicu kekhawatiran terhadap daya saing industri, termasuk kaca dan keramik. |
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar