| Research Mandiri Sekuritas · 19 Januari 2026 | |
|
| Realisasi Investasi Indonesia 4Q25: +9,7% YoY
|
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Realisasi investasi Indonesia 4Q25: +9,7% YoY
OJK longgarkan DP 0% kendaraan bermotor
Danantara kurangi injeksi modal BUMN pada 2026
Pemerintah gugat 6 korporasi Rp4,84 T atas kerusakan lingkungan
ASII kembali buyback Rp2 T
RMKE proyeksikan laba naik 4 kali lipat 2026
AHAP siapkan penambahan modal demi penuhi regulasi
Rumor akuisisi UDNG menguat
Pefindo turunkan peringkat kredit PTPP jadi idBBB+
Danantara nilai TINS belum perlu injeksi modal langsung
|
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 9.133,87 +58,47 (+0,64%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | Realisasi Investasi Indonesia 4Q25: +9,7% YoY |
| | Realisasi investasi Indonesia pada 4Q25 tercatat Rp496,9 triliun (+9,7% yoy), didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp256,3 triliun (+4,3% yoy), dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp240,6 triliun. Sektor logam dasar menjadi kontributor terbesar, sementara Singapura tetap menjadi sumber PMA utama. Realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun (+12,7% yoy), mencapai 101,3% dari target, dengan hilirisasi berkontribusi Rp584 triliun atau naik 43,3%. PMA menyumbang Rp901 triliun, sedangkan PMDN Rp1.030 triliun. Pemerintah menargetkan penguatan hilirisasi dan industri berbasis energi bersih untuk menjaga momentum investasi pada 2026. |
|
| OJK Longgarkan DP 0% Kendaraan Bermotor |
| | OJK melonggarkan aturan uang muka 0% untuk pembiayaan kendaraan bermotor guna mendukung penjualan otomotif bagi industri pembiayaan, dengan syarat rasio NPF neto dinaikkan dari maksimal 1% menjadi 3%. |
|
| Danantara Kurangi Injeksi Modal BUMN pada 2026 |
| | Managing Director Danantara, Febriany Eddy, mengatakan bahwa Danantara akan mengurangi porsi injeksi modal untuk penyelamatan BUMN pada 2026 dan beralih ke strategi penciptaan nilai melalui ekspansi, hilirisasi, dan penguatan fundamental. Danantara juga menargetkan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas jumlah BUMN dari lebih 1.000 menjadi sekitar 200 melalui merger, likuidasi, dan privatisasi. |
|
| 6 Korporasi Digugat atas Kerusakan Lingkungan |
| | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup menggugat enam korporasi yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana longsor di Sumatra Utara dengan nilai gugatan Rp4,84 triliun. Gugatan ini mencakup pemulihan ekosistem dan kompensasi kerugian lingkungan, serta menekankan tanggung jawab mutlak korporasi atas aktivitas yang merusak. |
|
| | | $ASII Kembali Buyback Rp2 T | |
| PT Astra International (ASII) kembali mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp2 triliun. Periode buyback indikatif berlangsung pada 19 Januari – 25 Februari 2026. Sebelumnya, ASII juga telah menyelesaikan program buyback dengan dana maksimum Rp2 triliun telah terserap penuh. |
|
| $RMKE Proyeksikan Laba Naik 4x Lipat 2026 |
| | Direktur Utama PT RMK Energy (RMKE) , Vincent Saputra, memproyeksikan lonjakan laba bersih RMKE hingga Rp800 miliar pada 2026, empat kali lipat dibandingkan 2025, didukung kebijakan larangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara di Sumatra Selatan. |
|
| $AHAP Siapkan Penambahan Modal demi Regulasi | |
| Dalam klarifikasi kepada BEI, PT Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) mengungkapkan rencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal paling lambat 31 Desember 2026, seiring kewajiban pemenuhan ekuitas minimum Rp250 miliar sesuai POJK 23/2023. Per 30 September 2025, ekuitas perseroan tercatat Rp215,51 miliar, dan saat ini kajian aksi korporasi sedang disiapkan untuk mendapat persetujuan pemegang saham utama. |
|
| Rumor Akuisisi $UDNG Menguat | |
| CNBC Indonesia mengabarkan rumor akuisisi PT Agro Bahari Nusantara (UDNG) oleh konsorsium besar. Disebutan juga bahwa rumor tersebut menguat setelah perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo dan anak usaha milik Aguan tercatat dalam daftar pemegang saham. Spekulasi ini muncul di tengah langkah strategis Arsari Group bersama Indosat dan Northstar Group membentuk FiberCo, entitas infrastruktur serat optik dengan valuasi sekitar Rp14,6 triliun. Manajemen UDNG masih belum memberikan komentar. |
|
| Pefindo Turunkan Peringkat Kredit $PTPP | |
| Pefindo menurunkan peringkat kredit PT PP (PTPP) dari sebelumnya idA/stabil menjadi idBBB+ dengan prospek negatif. Penurunan ini dipicu meningkatnya risiko refinancing atas surat utang yang jatuh tempo 11 April 2026 di tengah akses pendanaan yang semakin sulit, sehingga menekan likuiditas dan fleksibilitas keuangan perseroan. |
|
| Danantara: $TINS Belum Perlu Injeksi Modal Langsung | |
| Managing Director Danantara, Febriany Eddy, menilai PT Timah (TINS) masih dapat melakukan restrukturisasi secara mandiri atau melalui dukungan MIND ID, sehingga injeksi modal langsung dari Danantara belum diperlukan. Sebelumnya, TINS telah menyiapkan proposal bisnis untuk memperoleh investasi dari Danantara guna mendukung hilirisasi melalui anak usaha PT Timah Industri. |
|
| |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar