|
Research Mandiri Sekuritas · 23 Februari 2026 | |
|
|
BEI Evaluasi Full Call Auction (FCA) Papan Pemantauan Khusus |
|
|
|
๐ฑ What's Growin' on Today |
| BI–Kemenkeu lakukan debt switching Rp173,4 T sepanjang 2026
BEI evaluasi FCA papan pemantauan khusus
OJK usut 32 influencer terkait dugaan manipulasi harga saham
BBNI telah selesaikan buyback 16 juta saham
BREN kerja sama pengembangan panas bumi dengan SLB
Pengendali tambah 4,36% BUKA Rp674 M
DOID tandatangani kontrak dengan Adaro
BAJA rights issue 1 M saham
BFIN hentikan kegiatan fintech lending anak usahanya |
|
|
|
Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.396,08 +124,32 (+1,5%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BI–Kemenkeu Lakukan Debt Switching |
| | Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sepakat melaksanakan debt switching sepanjang 2026 senilai Rp173,4 triliun untuk menukar SBN jatuh tempo dengan seri tenor panjang. Transaksi dilakukan bertahap melalui mekanisme bilateral dan pembelian sekunder oleh BI. Mekanisme pertukaran SBN secara bilateral antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia ini telah dilakukan sebelumnya, termasuk pada tahun 2021, 2022, dan 2025. |
|
|
BEI Evaluasi FCA Papan Pemantauan Khusus |
| | BEI menyatakan akan mengevaluasi kebijakan full call auction di papan pemantauan khusus, sebagai bagian dari reformasi pasar modal 2026. Evaluasi mencakup peninjauan kriteria penempatan emiten serta kemungkinan kembali ke sistem continuous trading, seiring meningkatnya transparansi data dan aturan free float. Proses kajian akan diperdalam setelah penyelarasan regulasi dengan FTSE dan MSCI rampung. |
|
|
OJK Usut 32 Influencer Terduga Manipulasi Harga Saham |
| | OJK tengah mengusut 32 influencer media sosial yang diduga terlibat manipulasi harga saham. Pemeriksaan dilakukan dengan dugaan indikasi awal pelanggaran terkait penciptaan gambaran semu perdagangan. Langkah ini menegaskan pengetatan pengawasan atas promosi dan opini saham di media sosial demi menjaga integritas pasar. |
|
|
|
|
$BBNI Telah Selesaikan Buyback 16 Juta Saham | |
| PT Bank Negara Indonesia (BBNI) melaporkan bahwa Perseroan telah menyelesaikan buyback sebanyak ~16 juta lembar saham. Buyback tersebut merupakan pelaksanaan keputusan RUPS pada 26 Maret 2025 sebesar Rp1,5 triliun. Perseroan tidak mengumumkan rincian nominal transaksinya. |
|
|
$BREN Kerja Sama Pengembangan Panas Bumi |
| | PT Barito Renewables Energy (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal menandatangani sejumlah perjanjian dengan SLB untuk mengembangkan proyek panas bumi, termasuk desain dan perencanaan lapangan Sekincau serta penyediaan layanan pengeboran terintegrasi. Kolaborasi ini juga mencakup evaluasi peluang panas bumi di Indonesia dan Amerika Utara. |
|
|
Pengendali Tambah 4,36% $BUKA Rp674 M | |
| Pengendali PT Bukalapak.com (BUKA) , Kreatif Media Karya, membeli ~4 miliar (4,36%) saham BUKA dengan harga Rp150/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp674 miliar. Transaksi dilakukan pada 19 – 20 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BUKA menjadi 44,91%. |
|
|
$DOID Tandatangani Kontrak dengan Adaro | |
| PT Bukit Makmur Mandiri (DOID) menandatangani kontrak dengan PT Adaro Indonesia terkait operasional Tambang Tutupan Selatan di Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. Kontrak berlaku dari 1 April 2026 sampai dengan 31 Desember 2030 dan diperkirakan akan menghasilkan 239 juta bcm overburden removal serta produksi 44 juta ton batu bara, setara dengan rata-rata volume tahunan masing-masing sebesar 50,5 juta bcm dan 9,3 juta ton. |
|
|
$BAJA Rights Issue 1 M Saham | |
| PT Saranacentral Bajatama (BAJA) akan melakukan rights issue sebanyak 1 miliar saham, harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, dana dihimpun akan digunakan untuk menyelesaikan utang Perseroan sebesar ~USD21 juta dan modal kerja. Ibnu Susanto selaku pengendali Perseroan dan pihak terafiliasi yaitu Sarana Steel akan bertindak sebagai pembeli siaga. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 31 Maret 2026. |
|
|
$BFIN Hentikan Kegiatan Fintech Lending Anak Usaha | |
| PT BFI Finance Indonesia (BFIN) mengumumkan bahwa anak usahanya, Finansial Integrasi Teknologi, menghentikan kegiatan sebagai penyelenggara layanan pendanaan berbasis teknologi dan telah mengajukan pencabutan izin usaha ke OJK. |
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar