| Research Mandiri Sekuritas · 2 Maret 2026 | |
|
| AS dan Israel Melancarkan Operasi Militer terhadap Iran |
|
| | π± What's Growin' on Today |
| AS–Israel serang Iran Inflasi Indonesia Februari 4,76% YoY PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 ekspansi Neraca dagang Indonesia Januari 2026 surplus USD954 juta RMKE realisasikan buyback Rp10 M RALS jual 203 juta saham treasuri PTPP catatkan nilai kontrak baru Rp2,76 T hingga Januari 2026 SRAJ siapkan capex Rp1 – 1,5 T untuk ekspansi Update laba bersih emiten |
|
| | Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 8.016,83 -218,65 (-2,65%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | | | AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut mendorong Iran memasuki fase transisi melalui pembentukan dewan kepemimpinan sementara. Sebagai respons, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan AS di sejumlah negara Teluk termasuk Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, dan Arab Saudi. Di lain sisi, ketegangan ini semakin melebar setelah Iran menutup jalur Selat Hormuz, sehingga menghentikan lalu lintas kapal dan tanker di rute utama perdagangan minyak dunia tersebut. |
|
| Inflasi Indonesia Februari 4,76% YoY |
| | Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan inflasi sebesar 4,76% YoY (vs. Jan-26: 3,55% YoY). Level ini merupakan inflasi tertinggi sejak Mei 2023, dan berada di atas rentang target BI di level 1,5 – 3,5%. Level ini juga berada di atas estimasi konsensus sebesar 4%. Secara bulanan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,68% MoM (vs. Jan-26: deflasi 0,15% MoM). Inflasi inti (core inflation) pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,63% YoY (vs. Jan-26: 2,45 %). |
|
| PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Ekspansi |
| | Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Februari 2026 meningkat ke level 53,8 (vs. Jan-25: 52,6). Level PMI ini menandai fase ekspansi (di atas level 50), sekaligus menjadi fase ekspansi ketujuh kali secara berturut-turut. |
|
| Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Surplus |
| | Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD954 juta pada Januari 2026 (vs. Jan-25: USD3,5 miliar). Level ini berada di bawah estimasi konsensus sebesar USD2,8 miliar. Impor naik menjadi USD21,2 miliar (+18,21% YoY). Ekspor juga naik menjadi USD22,2 miliar (+3,39% YoY). |
|
| | | $RMKE Realisasikan Buyback Rp10 M | |
| PT RMK Energy (RMKE) melaporkan hasil buyback saham, dengan perseroan melakukan buyback ~3 juta (0,06%) saham dengan total nilai ~Rp10 miliar, mengimplikasikan harga rata-rata buyback sebesar Rp3.868/saham. Dari dana buyback yang disediakan sebesar Rp200 miliar, sisa dana buyback masih tersedia ~Rp170 miliar. |
|
| $RALS Jual 203 Juta Saham Treasuri |
| | PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) berencana menjual ~203,5 juta saham hasil buyback. Saham tersebut akan dijual di luar bursa kepada pengendali yaitu Ramayana Makmursentosa yang akan dimulai pada 27 Maret 2026. |
|
| $PTPP Catat Nilai Kontrak Baru Hingga Januari 2026 | |
| PT PP (PTPP) mencatatkan nilai kontrak baru Rp2,76 triliun hingga Januari 2026, melonjak ~121% YoY dan didominasi proyek sumber dana pemerintah sebesar 73,31%. Kontrak terbesar berasal dari sektor gedung, jalan dan jembatan, serta smelter, termasuk proyek strategis seperti Kantor Pidum & Datum Kejaksaan Agung RI senilai ~Rp821 miliar, BRT Metropolitan Medan ~Rp538 miliar, penambangan bauksit Mempawah ~Rp479 miliar dan penanganan bencana Aceh ~Rp342 miliar. |
|
| $SRAJ Siapkan Capex Rp1–1,5 T untuk Ekspansi | |
| PT Sejahteraya Anugrahjaya (SRAJ) menyiapkan belanja modal Rp1 - 1,5 triliun pada 2026 untuk ekspansi jaringan rumah sakit dan penguatan layanan teknologi medis. Alokasi capex difokuskan pada pengembangan rumah sakit existing, pembangunan fasilitas baru, serta pembaruan peralatan medis. Salah satu proyek strategisnya adalah pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital di Kawasan Ekonomi Khusus KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam. |
|
| Update Laba Bersih Emiten | |
| JPFA 12M25: laba bersih +32,6% YoY
CMRY 12M25: laba bersih +34% YoY
BBRI 1M26: laba bersih +85% YoY
BNLI 1M26: laba bersih +58% YoY |
|
| | Saksikan Growin' Talk bersama BRMS di Sini: |  |
|
|
| |
0 komentar:
Posting Komentar