
🌷 BI Tahan Suku Bunga seiring Pelemahan Rupiah

Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.106,8 +1,20% | -Rp679,1 miliar | 16.985 -0,03% | 5.020 +0,36% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 98,7 +2,77% | 133,8 -0,93% | 4.608 -1,18% | 17.465 +1,15% |
👋 Stockbitor!
Bank Indonesia pada Selasa (17/3) mempertahankan tingkat suku bunga BI Rate di level 4,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus, seiring pelemahan rupiah akibat risiko pelebaran defisit APBN di tengah lonjakan harga minyak dan berkurangnya prospek pelonggaran suku bunga AS akibat perang di Iran. Rupiah sendiri telah melemah -1,74% sejak awal 2026 per Selasa (17/3), melanjutkan pelemahan selama 2025 sebesar -3,52%.
Bloomberg mencatat bahwa Bank Indonesia saat ini menghapus pernyataan terkait prospek penurunan suku bunga, dengan mengatakan akan mempertahankan suku bunga BI Rate untuk sementara waktu guna mendukung efektivitas intervensi nilai tukar dan menjaga kecukupan cadangan devisa. Sebelumnya, Bank Indonesia menyebut masih membuka peluang pemangkasan suku bunga, meski waktu dan besarannya akan bergantung pada dinamika nilai tukar rupiah.
Terkait prospek pelonggaran suku bunga AS, Bank Indonesia menyebut bahwa perang di Iran telah menekan prospek pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan inflasi global, sehingga berpotensi menunda pemangkasan suku bunga AS. Bank Indonesia juga menyoroti peningkatan yield obligasi pemerintah AS dan indeks dolar AS (DXY) di tengah eskalasi konflik tersebut, yang menyebabkan outflow dari negara berkembang dan pelemahan mata uangnya
Untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia mengumumkan pemangkasan limit pembelian valas tunai tanpa dokumen underlying dari US$100.000 per bulan menjadi US$50.000 per bulan. Sementara itu, ambang batas penjualan DNDF/Forward serta pembelian dan penjualan swap dinaikkan dari US$5 juta per transaksi menjadi US$10 juta per transaksi. Perubahan kebijakan–kebijakan tersebut berlaku per April 2026.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing guna mendukung rupiah. Bank Indonesia sendiri yakin rupiah akan stabil, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, yield yang menarik, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Menyusul keputusan terkait BI Rate ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak banyak berubah dan ditutup menguat +0,03% di level 16.985 pada Selasa (17/3), sementara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun sekitar -2 bps ke level 6,896% dan IHSG ditutup naik +1,2% ke level 7.106,8.
Key Takeaway
Seperti yang telah disebutkan di atas, terbatasnya ruang pemangkasan suku bunga AS kemungkinan akan memengaruhi ruang pemangkasan BI Rate. Berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool per Selasa (17/3), market mengekspektasikan pemangkasan suku bunga AS yang terbatas. Untuk pertemuan The Fed pada Juni 2026, probabilitas tertinggi berada pada skenario hold (76,9%) di level 3,5–3,75%. Meski Bank Indonesia tidak lagi mengindikasikan arah kebijakan suku bunga ke depan, perkembangan dapat berubah seketika jika dinamika geopolitik berubah dengan cepat.
⛏️ Pemerintah Izinkan Kembali Entitas Emas UNTR Beroperasi
- $UNTR: Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan kepada Katadata bahwa pemerintah telah mengizinkan anak usaha United Tractors, PT Agincourt Resources, untuk kembali beroperasi. Hanif menjelaskan bahwa izin tersebut baru didasarkan pada kajian lingkungan yang menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup. Sebelumnya, UNTR mengatakan bahwa PT Agincourt Resources membutuhkan waktu sekitar 1–2 bulan untuk memulai kembali produksi jika diizinkan kembali beroperasi oleh pemerintah.
- $BRMS: Bumi Resources Minerals mencatatkan laba bersih US$12,5 juta pada 4Q25 (-19% QoQ, +43% YoY), sehingga laba bersih selama 2025 mencapai US$50 juta (+99% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi (100% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih secara kuartalan pada 4Q25 berasal dari kenaikan beban keuangan menjadi US$8,7 juta (vs. 3Q25: US$1,6 juta). Secara operasional, laba usaha pada 4Q25 justru tumbuh +20% QoQ menjadi US$23,5 juta ditopang oleh lonjakan harga jual rata–rata ke level US$4.167/oz (+20% QoQ), mengkompensasi penurunan volume penjualan menjadi 15.334 oz (-13% QoQ) akibat pushback yang berlangsung pada 4Q25–1Q26. Hasil ini membuat volume penjualan emas BRMS selama 2025 mencapai 71.886 oz (+11% YoY), dengan harga jual rata–rata naik ke level US$3.371/oz (+38% YoY). Ke depan, manajemen BRMS menargetkan produksi emas ~80.000 oz pada 2026, didukung oleh peningkatan kapasitas pabrik dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan selesai pada 4Q26, serta kadar emas yang diharapkan membaik mulai 2Q26 setelah pushback rampung.
- $BMRI: Bank Mandiri berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1,17 T pada periode 30 April 2026–29 April 2027, jika mendapatkan persetujuan RUPS pada 29 April 2026.
- $INCO: Vale Indonesia mencatatkan laba bersih US$24 juta pada 4Q25 (-13% QoQ, +255% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$76 juta (+32% YoY), relatif sejalan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha pada 4Q25 turun menjadi US$5 juta (vs. 3Q25: US$33 juta, 4Q24: US$10 juta) akibat lonjakan opex menjadi US$28 juta (vs. 3Q25: US$9 juta, 4Q24: US$17 juta). Lonjakan opex tersebut utamanya berasal dari biaya restorasi lingkungan sebesar US$15 juta, yang sepenuhnya dibukukan pada 4Q25. Secara operasional, penjualan nickel matte turun menjadi 18.418 ton pada 4Q25 (-6% QoQ, -4% YoY), dengan harga jual rata–rata sebesar US$12.308 per ton (flat QoQ, -2% YoY). Adapun volume penjualan bijih saprolit mencapai 1,42 juta ton pada 4Q25 (vs. 3Q25: 749 ribu ton, 4Q24: tidak ada), dengan indikasi harga jual sebesar US$41/wmt (-21% QoQ). Hasil ini membuat volume penjualan nickel matte selama 2025 mencapai 73.094 ton (+1% YoY), dengan volume produksi sebesar 72.027 ton — setara 101% target volume produksi 2025 — serta harga jual rata–rata sebesar US$12.157 per ton (-7% YoY). Adapun volume penjualan bijih saprolit selama 2025 tercatat sebesar 2,32 juta ton (vs. 2024: tidak ada).
- $PYFA: Pyridam Farma berencana menggelar rights issue hingga 5,7 miliar saham baru, dengan perolehan dana ditujukan untuk akuisisi dan pengembangan usaha. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. Aksi korporasi ini juga akan disertai oleh penerbitan waran, meski perseroan belum merincinya lebih lanjut. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 April 2026.
- $BBTN: Bank Tabungan Negara mengatakan bahwa pemerintah telah menempatkan dana saldo anggaran lebih senilai Rp100 T di sistem perbankan, khususnya pada himpunan bank milik negara (Himbara), per Senin (16/3). Dana tersebut ditempatkan selama 1 bulan pada instrumen deposit on call dengan bunga 4,5%, lebih tinggi dibandingkan bunga untuk penempatan Rp200 T sebelumnya di ~3,8% (setara 80,476% dari BI Rate saat ini). Bank Mandiri ($BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) masing–masing memperoleh Rp30 T, diikuti Bank Negara Indonesia ($BBNI) sebesar Rp24 T. Sementara itu, BBTN, Bank Syariah Indonesia ($BRIS), dan Bank DKI masing–masing mendapatkan Rp8 T, Rp6 T, dan Rp2 T.
- $AMRT: Pemegang saham Sumber Alfaria Trijaya, PT Amanda Cipta Persada, membeli ~2,6 miliar saham AMRT dari pengendali AMRT saat ini, PT Sigmantara Alfindo, dengan harga rata–rata Rp1.420/lembar atau senilai total ~Rp3,6 T pada 17 Maret 2026. Transaksi ini ditujukan untuk restrukturisasi internal. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Amanda Cipta Persada di AMRT naik dari 2,75% menjadi 8,94%, sementara kepemilikan PT Sigmantara Alfindo turun dari 50,19% menjadi 44%.
- $DEWA: Pemegang saham Darma Henwa, PT CGS International Sekuritas Indonesia, menjual ~300 juta saham DEWA dengan harga rata–rata Rp264/lembar atau senilai total ~Rp79,2 M pada 16 Maret 2026. Transaksi ini merupakan bagian dari transaksi repurchase agreement (repo). Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT CGS International Sekuritas Indonesia di DEWA turun dari 5,53% menjadi 4,79%.
- $RAJA: PT Sentosa Bersama Mitra membeli ~8,1 juta saham Rukun Raharja dengan harga rata–rata Rp2.975/lembar atau senilai total ~Rp24,2 M pada 13 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Sentosa Bersama Mitra di RAJA naik dari 35,25% menjadi 35,45%.
- $TOTL: Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta, mengatakan bahwa pihaknya mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp6,87 T selama 2025 (+33% YoY), lebih tinggi sekitar +37% dibandingkan target 2025 di level Rp5 T. Kontrak tersebut berasal dari berbagai proyek pembangunan gedung, antara lain gedung sekolah, hotel, perkantoran, fasilitas utilitas, serta proyek industrial. Untuk 2026, TOTL menargetkan nilai kontrak baru di level Rp5 T.
- $BBCA: Direktur Bank Central Asia, Lianawaty Suwono, membeli 300.000 saham BBCA dengan harga rata–rata Rp6.750/lembar atau senilai total ~Rp2 M pada 16 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan Lianawaty Suwono di BBCA naik, tetapi masih di kisaran 0,002%.
Top Gainer 🔥
$EXCL | $EMTK | $BRPT | $MDKA |
| +15,62% | +11,97% | +8,40% | +8,17% |
Top Loser 🤕
$ARCI | $FILM | $PSAB | $HRTA |
| -5,33% | -4,75% | -4,50% | -3,46% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan melambat ke +9,37% YoY pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: +9,96% YoY, Februari 2025: +10,3% YoY), tetapi masih sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Senin (16/3) bahwa selama perang belum mencapai skenario 5 bulan, pemerintah akan fokus pada pemotongan belanja negara untuk mempertahankan limit defisit APBN di level 3% terhadap PDB. Sebelumnya, Airlangga mengatakan pada Jumat (13/3) bahwa pemerintah telah menganalisis 3 skenario terkait fluktuasi harga minyak dan nilai tukar rupiah, dengan setiap skenario menunjukkan bahwa mencapai target defisit akan sulit tanpa pemotongan belanja negara.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Senin (16/3) bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan "pajak windfall" pada komoditas, meski masih belum ditentukan apakah akan berupa tarif baru atau kenaikan tarif. Airlangga menyebut bahwa "pajak windfall" tidak akan diputuskan berdasarkan lonjakan harga komoditas jangka pendek, tetapi berdasarkan ada atau tidaknya tren kenaikan harga komoditas.
- Reuters melaporkan pada Senin (16/3) bahwa sejumlah negara sekutu AS — termasuk Jerman, Spanyol, dan Italia — menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk mengirim kapal perang guna mengawal tanker melalui Selat Hormuz. Sebagian besar Selat Hormuz sendiri masih tertutup akibat drone dan ranjau laut di tengah perang AS–Israel dengan Iran. Sementara itu, Israel pada Senin (16/3) mengatakan telah menyiapkan rencana perang setidaknya 3 pekan ke depan. Di sisi lain, Iran menyebut akan menargetkan fasilitas minyak dan gas di negara yang digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan ke Pulau Kharg, wilayah yang menangani ~90% ekspor minyak Iran.
- BEI mengumumkan akan kembali menunda pelaksanaan transaksi short selling hingga 14 September 2026. Sebelumnya, BEI telah menunda pelaksanaan short selling beberapa kali, utamanya akibat pertimbangan meningkatnya volatilitas pasar global dan domestik.
- GEM Co. mengatakan bahwa izin lingkungan untuk PT QMB New Energy Materials belum dicabut oleh pemerintah, meski operasional smelter HPAL tersebut terpaksa dihentikan menyusul tanah longsor mematikan di area limbah pada bulan lalu. Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pada akhir Februari 2026 bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mencabut izin lingkungan PT QMB New Energy Materials akibat insiden tersebut. PT QMB New Energy Materials sendiri dimiliki oleh GEM bersama Tsingshan Holding Group Co. Selain perusahaan tersebut, Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa smelter lain milik GEM di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) juga ditangguhkan untuk peninjauan dan dapat memulai operasional kembali dalam beberapa pekan, antara lain PT Green Eco Nickel, PT Meiming New Energy Material, dan PT ESG New Energy Material.
- BUMN perkebunan sawit, PT Agrinas Palma Nusantara, mengangkat Mohammad Abdul Ghani sebagai direktur utama, menggantikan Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo. Ghani merupakan pemain lama di industri sawit, di mana dia sebelumnya pernah menjabat sebagai direktur utama di PT Perkebunan Nusantara III. Bloomberg melaporkan bahwa PT Agrinas Palma Nusantara saat ini mengelola ~1,7 juta hektare lahan hasil sitaan yang diserahkan oleh pemerintah. BUMN tersebut sebelumnya menargetkan dapat memasok sekitar sepertiga minyak goreng nasional dan mulai memproduksi biodiesel pada 2029.
- Pemegang saham Ketrosden Triasmitra ($KETR), PT Gema Lintas Benua, menjual ~25,4 juta saham KETR dengan harga rata–rata Rp413/lembar atau senilai total ~Rp10,5 M pada periode 11–16 Maret 2026. Transaksi ini ditujukan untuk kebutuhan kas. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Gema Lintas Benua di KETR turun dari 19,53% menjadi 18,64%.
- Direktur dan Komisaris Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul ($SIDO), Irwan Hidayat dan Johan Hidayat, masing–masing membeli 2 juta dan 1 juta saham SIDO dengan harga rata–rata ~Rp514/lembar atau senilai total ~Rp1,5 M pada 12–13 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Irwan Hidayat di SIDO naik dari 0,004% menjadi 0,011%, sedangkan kepemilikan Johan Hidayat naik dari 0,006% menjadi 0,01%.
- Garudafood Putra Putri Jaya ($GOOD) berencana melaksanakan buyback saham hingga ~143,3 juta (0,39%) lembar dengan alokasi dana hingga Rp50 M pada periode 12 bulan sejak memperoleh persetujuan pemegang saham. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 23 April 2026.
🧠Kabut yang Sama, Kompas yang Berbeda
"Di tengah kabut yang sama, nelayan yang berbeda bisa mengambil keputusan yang sangat berbeda." — fikrikawakibi
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Dalam menghadapi pasar saham, investor sering kali terjebak pada satu skenario atau ekspektasi tertentu seolah itulah yang pasti terjadi. Dalam tulisannya, Stockbitor Fikrikawakibi menekankan bahwa pasar memiliki banyak kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga terlalu yakin pada satu arah justru dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu menyiapkan berbagai skenario, bersikap fleksibel terhadap perubahan kondisi pasar, serta tidak terlalu kaku pada satu pandangan agar dapat beradaptasi dengan dinamika yang terus berubah. Ingin membaca pendapat Fikrikawakibi mengenai topik ini lebih lanjut? Simak selengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia ("Stockbit"), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$EXCL
$EMTK
$BRPT
$MDKA
$ARCI
$FILM
$PSAB
$HRTA
0 komentar:
Posting Komentar