| | Update Konflik AS Iran: Untuk pertama kalinya sejak konflik AS–Iran dimulai, fasilitas minyak Iran menjadi target serangan pada Sabtu (7/3). → memicu lonjakan harga minyak global ke level tertinggi sejak pertengahan 2024. | | | Downgrade Outlook Indonesia oleh Fitch: Downgrade outlook Indonesia dari 'stable' menjadi 'negative', meski mempertahankan peringkat kredit BBB. → berpotensi memberikan sentimen negatif, yield obligasi 10Y naik +7,6 bps per 4 Maret 2026. | | | Tekanan Jual Pasar Saham Asia: IHSG sempat anjlok -4,6% pada Rabu (4/3) dan kembali terkoreksi -3,3% pada Senin (9/3), sejalan dengan pelemahan bursa regional Asia. → dalam waktu dekat, potensi de–eskalasi menjadi faktor kunci untuk membalikkan sentimen global. | | | Pelemahan Data Ketenagakerjaan AS: Data NFP AS turun -92 ribu di bulan Februari 2026 (vs Januari 2026: +126 ribu), tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%. → pasar tetap memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga AS tahun ini. | | |
|
|
| MARKET UPDATE | | Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Tertinggi Sejak Juli 2025 | | Latest Update (06/03/2026) | | | Latest | WoW | YtD | | IHSG | 7.585,7 | ▼ -7,89% | ▼ -12,27% | | IDR 10Y Govt Bond Yield | 6,61% | ▲ +18 bps | ▲ +54 bps | | Rata-rata Bunga Deposito 12M | 3,62% | ▲ +6 bps | ▼ -8 bps | | Foreign Flow | | (Dalam Triliun Rupiah) | | 1W | 1M | YtD | | Obligasi | -1,09 | -14,53 | -4,02 | | Saham | +2,13 | +3,66 | -7,40 | | Sumber: Bloomberg, data all market per 6 Maret 2026, kecuali data foreign flow obligasi per 5 Maret 2026. | | | |
| 🌏 What Happened in the Market | | |
| | Harga minyak Brent untuk kontrak Mei 2026 naik +11,7% ke kisaran US$103,6/barrel pada Senin (9/3), setelah sempat menyentuh U$119,5/barrel. Hal ini terjadi seiring berlanjutnya konflik AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan pengiriman minyak global. | | Financial Times melaporkan bahwa para menteri keuangan dari negara G7 pada Senin (9/3) akan membahas tentang pelepasan bersama minyak dari cadangan darurat yang dikoordinasikan oleh International Energy Agency (IEA). Tiga negara G7, termasuk AS, dikabarkan telah menyatakan dukungan terkait rencana tersebut. | | | Untuk pertama kalinya sejak konflik AS–Iran dimulai, fasilitas minyak Iran menjadi target serangan pada Sabtu (7/3), mencakup 4 depot penyimpanan minyak dan 1 pusat transfer produksi minyak. | | | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan pada Jumat (6/3) bahwa simulasi stress test lonjakan harga minyak di kisaran US$92/barrel berpotensi memperlebar defisit APBN 2026 hingga 3,6% PDB, melampaui batas aman fiskal yang selama ini dijaga pemerintah (3% PDB). | | | | Harga aluminium naik +9,7% sejak 28 Februari 2026 — bertepatan dengan eskalasi tajam konflik AS–Iran — sehingga penguatan YtD mencapai +15%. Kenaikan dipicu oleh gangguan produksi dari Aluminium Bahrain (Alba), pemilik smelter terbesar di luar China, dan Qatalum yang menghentikan operasi smelternya di Qatar. | | | Harga batu bara Newcastle di pasar berjangka untuk kontrak Maret 2026 naik +14,5% WoW per penutupan Jumat (6/3) ke level US$133/ton setelah menyentuh US$140/ton pada perdagangan intraday Selasa (3/3), menandai level tertinggi sejak Desember 2024. | | | IHSG sempat anjlok -4,6% pada Rabu (4/3) dan kembali terkoreksi -3,3% pada Senin (9/3), sejalan dengan pelemahan bursa regional Asia seiring berlanjutnya kekhawatiran terkait eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. | | | Lembaga pemeringkat kredit, Fitch, merevisi turun outlook sovereign credit Indonesia dari 'stable' menjadi 'negative', berdasarkan pengumuman resmi dalam websitenya, meski mempertahankan rating untuk Indonesia di level BBB. Langkah ini mengikuti Moody's yang melakukan revisi serupa pada Februari 2026. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pada Rabu (4/3) bahwa downgrade outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. | | | Nilai tukar rupiah terhadap USD sempat menembus level 17.000 secara intraday sebelum ditutup di level 16.945 (-0,23%) pada Senin (9/3). | | | Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat non–farm payroll (NFP) AS turun -92 ribu pada Februari 2026 (vs Januari 2026: +126 ribu), jauh di bawah ekspektasi konsensus (+59 ribu) sekaligus menandai penurunan tertinggi sejak Oktober 2025. | | | Tingkat pengangguran AS tercatat naik ke level 4,4% pada Februari 2026 (vs Januari 2025: 4,3%), di atas ekspektasi konsensus (4,3%). | | |
|
|
Secara Global: Penutupan Selat Hormuz — jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia dan sebagian produksi aluminium global — meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dan komoditas industri. Gangguan produksi di kawasan tersebut berpotensi mendorong lonjakan harga komoditas yang tajam dan volatil. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya berpotensi berdampak terhadap arah kebijakan suku bunga. Per Senin (9/3), analisis CME FedWatch Tool kini mengekspektasikan The Fed akan menahan suku bunga pada Juni 2026 (vs ekspektasi sebelum konflik AS-Iran: -25 bps). Di sisi lain, data nonfarm payrolls AS yang turun kembali memunculkan kekhawatiran atas pelemahan ekonomi AS, di tengah eskalasi konflik dengan Iran, menurut Reuters. |
Untuk Indonesia: Indonesia berada dalam posisi yang kompleks sebagai net importir minyak. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan defisit fiskal melampaui batas regulasi. Walaupun Fitch mendowngrade outlook Indonesia, namun tetap mempertahankan peringkat kredit di Indonesia di kategori investment grade. Sebagai informasi, peringkat kredit Indonesia saat ini berada di BBB — dua level di atas ambang non-investment grade BB+. |
|
|
Dalam waktu dekat, potensi de–eskalasi menjadi faktor kunci untuk membalikkan sentimen global, sehingga perlu dimonitor secara ketat oleh investor. Dalam jangka yang lebih panjang, konflik yang berkelanjutan dapat membuat harga minyak bertahan di level yang tinggi dan berisiko menekan kondisi fiskal Indonesia — jika tidak diimbangi dengan kenaikan harga batu bara dan CPO sebagai komoditas ekspor utama Indonesia — mengingat status Indonesia sebagai net importir minyak. Tekanan terhadap kondisi fiskal dapat mempengaruhi persepsi risiko investor asing terhadap aset Indonesia. Per Jumat (6/3) IHSG turun -7,89% WoW dan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik +18 bps WoW ke 6,61%. Meski demikian, data all market pasar saham (IHSG) masih mencatatkan +Rp2,13 triliun net foreign inflow. Maka, penting bagi investor untuk disiplin dalam menjaga alokasi aset portofolio sesuai dengan profil risiko masing-masing. Investor juga dapat mempertimbangkan diversifikasi ke instrumen berdenominasi dolar seperti Reksa Dana Pasar Uang USD, sebagai salah satu cara melindungi nilai aset di tengah pelemahan rupiah. |
|
|
| produk baru di bibit Reksa Dana Pasar Uang Berdenominasi USD | | Nama Produk | BRI Seruni Likuid Dolar | | Risiko | Low RIsk | | Denominasi | USD | | Jangka Waktu | Bisa untuk jangka pendek < 1 tahun | | Minimum Pembelian | USD 1.000 | Kenapa bisa relevan saat rupiah melemah? Aset dalam bentuk USD: Diversifikasi membantu mengelola risiko volatilitas mata uang Fleksibel & likuid: Bisa dicairkan kapan saja | |
|
|
SBN SR024: Return Pasti Stabil, Cair Tiap Bulan |
Aset yang cocok untuk bantu stabilkan portofolio di tengah ketidakpastian global. SR024 sudah bisa dibeli di Bibit hingga 16 April 2026 pukul 12.00 WIB. SR024 menawarkan fixed rate return yang pasti stabil hingga jatuh tempo: 5,55% p.a. untuk tenor 3 tahun dan 5,90% p.a. untuk tenor 5 tahun. |
SR024 Tenor 3 Tahun | Return 5,55% p.a. |
SR024-T3 Simulation | Modal | Imbal Hasil per Bulan | Total Imbal Hasil 3 Tahun | Total Diterima Kupon + Modal | | Rp10 Juta | Rp41,625 | Rp1,440,225 | Rp11,440,225 | | Rp100 Juta | Rp416,250 | Rp14,402,250 | Rp114,402,250 | | Rp1 Miliar | Rp4,162,500 | Rp144,022,500 | Rp1,144,022,500 | | Rp5 Miliar | Rp20,812,500 | Rp720,112,500 | Rp5,720,112,500 | | Simulasikan modal kamu → | | |
SR024 Tenor 5 Tahun | Return 5,90% p.a. |
SR024-T5 Simulation | Modal | Imbal Hasil per Bulan | Total Imbal Hasil 5 Tahun | Total Diterima Kupon + Modal | | Rp10 Juta | Rp44,253 | Rp2,593,224 | Rp12,593,224 | | Rp100 Juta | Rp442,530 | Rp25,932,240 | Rp125,932,240 | | Rp1 Miliar | Rp4,425,300 | Rp259,322,400 | Rp1,259,322,400 | | Rp10 Miliar | Rp44,253,000 | Rp2,593,224,000 | Rp12,593,224,000 | | Simulasikan modal kamu → | | |
|
|
Writer: Bibit Investment Research Team Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual produk tertentu. |
|
|
Email ini dikirim oleh PT Bibit Tumbuh Bersama, Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Informasi di dalam email ini bersifat rahasia dan hanya ditujukan bagi investor yang menggunakan APERD PT Bibit Tumbuh Bersama dan menerima email ini. Dilarang memperbanyak, menyebarkan, dan menyalin informasi rahasia ini kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Bibit Tumbuh Bersama. Reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas risiko pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Semua investasi mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, keuntungan yang diharapkan dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.
If you no longer wish to receive this email, click on the following link: Unsubscribe |
Copyright © 2026. All rights reserved. | |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar