π Eskalasi Konflik AS–Iran: Dampak ke IHSG
Daily Market Performance π
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.016,8 -2,65% | -Rp631,02 miliar | 16.861 +0,54% | 5.409 +3,08% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 78,9 +8,17% | 116,9 -0,60% | 4.145 +2,55% | 17.844 +0,85% |
π Stockbitor!
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pada Sabtu (28/2) bahwa AS dan Israel telah melancarkan serangan militer terbesar yang pernah ditujukan ke Iran. Menyusul serangan ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh, dan Komandan IRGC Mohammed Pakpour dikonfirmasi tewas.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi. Iran kemudian memberikan peringatan kepada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Lalu lintas pengiriman pun dilaporkan terganggu karena meningkatnya risiko keamanan dan biaya asuransi. Selat Hormuz merupakan chokepoint strategis, di mana ~20% ekspor minyak global dan sebagian besar pengiriman LNG dunia melewati jalur sempit ini. Setiap gangguan signifikan berpotensi langsung memengaruhi pasokan energi global dan harga komoditas.
Pada Senin (2/3), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa Iran tidak berencana untuk terlibat dalam negosiasi dengan AS.
Dampak ke sejumlah komoditas:
- Emas
Ketegangan geopolitik biasanya mendorong arus dana ke aset safe–haven seperti emas. Emas spot sempat melonjak +2,7% pada Senin (2/3) ke level US$5.419/oz, sebelum melandai ke level US$5.398/oz (+2,25%) per Senin sore.
Saham terkait: $BRMS, $ARCI, $EMAS
- Minyak Mentah
Harga minyak mentah Brent sempat menguat hingga +13,6% ke level US$82,4/barrel pada Senin (2/3), sebelum melandai ke level US$78,6/barrel per Senin sore. Untuk meredam tekanan supply, OPEC+ telah menaikkan kuota 206.000 barrel per hari untuk bulan April 2026. Namun, Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa perusahaan minyak Saudi Aramco telah menghentikan operasi di kilang Ras Tanura — yang dapat memproses 550.000 barrel minyak mentah per hari — sebagai tindakan pencegahan setelah daerah tersebut mendapatkan serangan drone.
Dalam jangka panjang, upside harga minyak akan ditentukan oleh durasi gangguan pasokan Selat Hormuz dan besaran gangguan pasokan yang dirasakan pasar energi global. Dalam eskalasi konflik sebelumnya pada Juni 2025 saat ketegangan Iran–Israel meningkat, harga Brent sempat melonjak signifikan dalam waktu singkat sebelum kembali stabil ketika risiko mereda.
Saham terkait: $MEDC, $ELSA, $ENRG
- LNG, Tarif Tanker, dan Batu Bara
Gangguan di Selat Hormuz juga berdampak pada pengiriman LNG, khususnya ke Asia. Kenaikan biaya asuransi dan risiko logistik dapat menopang tarif tanker LNG dan harga gas regional. Dalam jangka panjang, kenaikan harga minyak pada akhirnya akan turut mendorong harga komoditas energi substitusi, seperti batu bara.
Saham tanker: $SOCI, $BULL, $HUMI, $GTSI
Saham batu bara: $AADI, $ITMG, $PTBA
Key Takeaway
Pada fase eskalasi geopolitik di Timur Tengah, komoditas emas dan minyak — khususnya minyak mentah, LNG, dan tarif freight pelayaran — umumnya menjadi menjadi beneficiary awal. Namun, lanjutan harga komoditas dan sentimen IHSG akan sangat ditentukan oleh berapa lama Selat Hormuz terganggu dan respons dari negara global lainnya. Jika konflik mereda dan Selat Hormuz tetap terbuka — seperti pada Juni 2025 — sentimen negatif pasar terbatas dan rebound cepat kemungkinan berulang. Di sisi lain, jika Selat Hormuz terganggu berkepanjangan, ada risiko lebih panjang seperti seperti inflasi energi struktural dan sentimen negatif yang lebih dalam. Pada perdagangan Senin (2/3), IHSG melemah -2,65%, meski sektor energi menguat +1,54% dan sejumlah emiten emas melonjak sekitar +4–6%.
Bagi yang ingin memahami dinamika komoditas logam lebih dalam (supply–demand, thematic global, serta proxy di IHSG), kamu bisa membaca Unboxing Metals 101: Global Thematic & IDX Proxies.
π― BNBR Incar Dana Rights Issue hingga Rp6,5 T & Ekspansi ke Data Center
- $BNBR: Direktur Utama Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan perolehan dana sekitar Rp4–6,5 T dari aksi rights issue, dengan harga pelaksanaan final akan diumumkan pada 9 Maret 2026. Berdasarkan prospektus, BNBR berencana menggelar rights issue hingga 90 miliar saham baru dengan efek dilusi 33,33%, dengan perolehan dana untuk pembayaran utang kepada kreditur terkait akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways. Selain itu, BNBR melirik peluang bisnis data center melalui anak usahanya, PT Multi Kontrol Nusantara, di mana Kontan melaporkan bahwa perusahaan tersebut telah mengakuisisi lahan di Kalideres, Jakarta Barat untuk pembangunan data center inner city.
- $BBRI: Bank Rakyat Indonesia mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp3,7 T pada Januari 2026 (+85% YoY, -25% MoM), setara 6,2% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 3,6% realisasi konsolidasi 2025). Lonjakan laba bersih secara tahunan disebabkan oleh low–base effect, di mana BBRI membukukan provisi besar pada Januari 2025. Secara operasional, Pre–Provision Operating Profit (PPOP) tumbuh +6% YoY, didorong kenaikan Net Interest Income +10% YoY seiring penurunan Interest Expense (-15% YoY), melanjutkan tren yang terlihat pada 4Q25.
- $NCKL: Pengendali Trimegah Bangun Persada, PT Harita Jayaraya, menjual ~991 juta saham NCKL dengan harga rata–rata ~Rp1.395/lembar atau senilai total ~Rp1,4 T pada 26 September 2025–26 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Harita Jayaraya di NCKL turun dari 81,36% menjadi 79,79%. Transaksi ini sejalan dengan munculnya transaksi ~970 juta saham NCKL di pasar negosiasi pada Kamis (26/2) dengan harga Rp1.400/lembar.
- $JPFA: Japfa Comfeed Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,59 T pada 4Q25 (+36% QoQ, +73% YoY), menandai laba bersih kuartalan tertinggi selama 2025. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh akselerasi laba usaha ke level Rp2,27 T (+27% QoQ, +59% YoY), yang ditopang oleh pemulihan harga DOC dan perbaikan margin di segmen 'poultry processing'. Selama 2025, laba bersih JPFA mencapai Rp4 T (+33% YoY), setara 100% estimasi 2025 konsensus. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan margin akibat penurunan biaya bahan baku (terutama bungkil kedelai/SBM) serta harga DOC dan broiler yang relatif baik sepanjang tahun.
- $SIDO: Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul mencatatkan laba bersih sebesar Rp411 M pada 4Q25 (+5% YoY, +88% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp1,2 T (+5% YoY), sesuai ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus). Pendapatan pada 4Q25 tumbuh +5% YoY/+50% QoQ, di mana kontraksi secara tahunan pada segmen 'herbal medicine and supplement' (-6% YoY) dapat dikompensasi oleh pertumbuhan solid segmen 'food and beverages' (+34% YoY). Hasil ini membuat pendapatan selama 2025 tumbuh +4% YoY, sedikit di bawah guidance 2025 manajemen di level +5% YoY meski sesuai ekspektasi konsensus. Margin laba kotor pada 4Q25 terkontraksi secara tahunan dari 62,9% menjadi 60,6%, tertekan oleh kenaikan biaya bahan baku (+30% YoY).
- $RALS: Ramayana Lestari Sentosa berencana menjual 203,5 juta saham treasuri atau setara 2,9% saham perseroan ke pengendali, PT Ramayana Makmursentosa. Harga penjualan akan diinformasikan dalam laporan pengalihan saham buyback. Pelaksanaan penjualan dilakukan di luar bursa efek dalam jangka waktu 14 hari kalender setelah 27 Maret 2026.
- $IPCC: Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar +10–15% YoY selama 2026. Target tersebut mempertimbangkan potensi penurunan volume impor kendaraan listrik (EV) pada tahun ini seiring berakhirnya insentif EV pada akhir 2025. Di sisi lain, IPCC akan fokus memanfaatkan posisi strategis Indonesia sebagai export hub otomotif, seiring ekspektasi adanya pergeseran pola dari impor secara completely built–up (CBU) menjadi produksi domestik yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekspor EV.
- $GOOD: Pemegang saham dan anggota komisaris serta direksi Garudafood Putra Putri Jaya — yang terdiri dari Pangayoman Adi Soenjoto, Kusumo Dewiningrum Sunjoto, Rahajoe Dewiningroem Soenjoto, Sudhamek Agoeng Waspodo S, Hartono Atmadja, Hardianto Atmadja, dan Eka Susanto W Sunarso — masing–masing membeli ~61,6 juta, ~61,2 juta, ~59,1 juta, ~43,6 juta, ~2,5 juta, ~5 juta, dan ~85.900 saham GOOD dengan harga rata–rata Rp357/lembar atau senilai total ~Rp83,3 M pada 24 Februari 2026.
Top Gainer π₯
$ENRG | $ELSA | $MEDC | $INDY |
| +25,00% | +17,65% | +15,65% | +15,53% |
Top Loser π€
$BUVA | $FILM | $INET | $WIRG |
| -14,98% | -14,88% | -13,76% | -11,46% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kepada Reuters pada Jumat (27/2) bahwa implementasi kenaikan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% akan dilakukan secara bertahap, dengan BEI akan membagi emiten menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kesiapan mereka untuk memenuhi ketentuan tersebut. Kelompok pertama akan diberi waktu selama 1 tahun untuk mematuhi minimum free float yang baru, sementara kelompok kedua diberi waktu selama 2 tahun. Jeffrey menyebut bahwa rincian lebih lanjut masih menunggu persetujuan dari OJK.
- S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 53,8 pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: 52,6), menandai level tertinggi sejak Maret 2024 sekaligus menandai ekspansi aktivitas pabrik dalam 7 bulan beruntun. Hasil ini didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan, dengan permintaan baru mencatatkan tingkat pertumbuhan yang paling kuat sejak November 2025 sekaligus menandai pertumbuhan dalam 7 bulan beruntun. Adapun pertumbuhan total permintaan baru didorong oleh peningkatan pesanan ekspor baru, menandai pertumbuhan pesanan ekspor yang pertama dalam 6 bulan terakhir sekaligus kenaikan yang paling tajam sejak Mei 2022. Output pun mengalami ekspansi pada laju tercepat sejak April 2024. Sementara itu, tingkat optimisme produsen terhadap prospek 12 bulan ke depan turun dibandingkan Januari 2026 dan di bawah rata–rata historis, meski data Indeks Output Masa Depan masih menunjukkan optimisme yang solid seiring harapan kondisi permintaan yang lebih kuat dan harga yang lebih stabil.
- Pertamina mengatakan pada Minggu (1/3) bahwa unit–unit usahanya di bidang shipping, trading, dan upstream terkena dampak konflik di Timur Tengah, seiring serangan yang dilancarkan AS–Israel ke Iran. Pertamina menyebut bahwa PT Pertamina Internasional EP mengoperasikan ladang di Basra, Irak, sementara PT Pertamina Patra Niaga membeli minyak mentah dan produk turunannya dari Timur Tengah. Selain itu, Pertamina mengatakan kepada Kontan bahwa PT Pertamina International Shipping memiliki 4 kapal yang beroperasi di Timur Tengah, dengan 2 di antaranya di Selat Hormuz. Pertamina kini tengah memantau pekerja, operasional, dan armadanya serta menerapkan langkah–langkah mitigasi untuk menjaga kontinuitas rantai pasokan global dan menyeimbangkan produksi serta distribusi di kilang domestik. Pertamina juga menjelaskan bahwa perseroan memiliki pasokan minyak mentah, bahan bakar, dan LPG yang terdiversifikasi dari produksi domestik dan mitra internasional.
- BPS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Februari 2026 mencapai 4,76% YoY (vs. Januari 2026: inflasi 3,55% YoY), lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 4,3% YoY sekaligus lebih tinggi dari target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%. Lonjakan inflasi secara tahunan pada Februari 2026 disebabkan oleh low–base effect akibat diskon tarif listrik selama periode Januari–Februari 2025. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,68% MoM (vs. Januari 2026: deflasi 0,15% MoM), lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 0,3% MoM. Inflasi secara bulanan pada Februari 2026 didorong oleh kelompok pengeluaran 'makanan, minuman, dan tembakau' dengan andil 0,45 percentage point. Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,63% YoY pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: inflasi 2,45% YoY), lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi inti 2,48% YoY.
- BPS mencatat bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia turun ke level US$0,95 miliar pada Januari 2026 (vs. Januari 2025: surplus US$3,49 miliar, Desember 2025: surplus US$2,52 miliar), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$2,8 miliar sekaligus menandai surplus neraca perdagangan terkecil sejak April 2025. Hasil ini ditekan oleh impor yang naik +18,21% YoY (vs. Desember 2025: +10,81% YoY), sementara ekspor hanya tumbuh +3,39% YoY (vs. Desember 2025: +11,64% YoY), didorong oleh pertumbuhan ekspor industri pengolahan (+8,19 YoY) di tengah kontraksi ekspor komoditas pertambangan (-14,59% YoY).
- Reuters melaporkan bahwa India — negara importir batu bara terbesar kedua di dunia — berencana untuk memangkas impor batu bara di sektor pembangkit listrik sebesar -30% YoY pada 2026, berdasarkan narasumber anonim di lingkungan pemerintahan dan industri. Pembangkit listrik di India sendiri menggunakan ~50 juta ton batu bara impor selama 2025 dari negara–negara seperti Indonesia, Afrika Selatan, dan Rusia.
- Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Hutapea, mengatakan pada Senin (2/3) bahwa pihaknya melakukan intervensi di pasar valuta asing, seiring melemahnya rupiah akibat sentimen eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sendiri turun hingga -0,4% ke level 16.838 pada pembukaan bursa hari Senin (2/3), menandai penurunan terbesar dalam 1 bulan terakhir.
- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Jumat (27/2) mengeklaim bahwa pengemudi ojek online (ojol) hingga kurir online akan mendapatkan bonus hari raya 2026 yang lebih besar dibandingkan 2025. Meski demikian, Yassierli menyebut bahwa bonus hari raya ini tidak bersifat kewajiban bagi aplikator, mengingat sistem kerja yang menekankan fleksibilitas.
- BPS mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai ~1 juta orang pada Januari 2026 (+1,1% YoY, -17,1% MoM), setara 5,8–6,3% target 2026 dari pemerintah di kisaran 16–17,6 juta orang.
πͺ Menanggapi Konflik Militer Timur Tengah dari Pandangan Investor
"Mari kita bicara bedasarkan fakta biar bisa dipertanggung jawabkan dan lebih clear juga. History itu repeat itself. Jadi marilah kita belajar dari sejarah." — blackmon14
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Kemarin, dunia terguncang ketika Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, melakukan pengeboman terhadap Iran. Eskalasi konflik ini membuat banyak pengamat geopolitik dan masyarakat umum khawatir akan risiko pecahnya perang dalam skala besar. Tidak hanya itu, penutupan Selat Hormuz juga membahayakan stabilitas perdagangan internasional. Namun, di sisi lain, Stockbitor blackmon14 menyampaikan pandangannya bahwa kondisi saat ini justru akan menguji ketahanan IHSG dan perekonomian Indonesia. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Indonesia berpotensi memanfaatkan situasi ini dengan mengisi kekurangan pasokan komoditas global melalui peningkatan kinerja dan hasil produksi. Tertarik dengan pembahasan blackmon14 mengenai isu ini lebih lanjut? Baca selengkapnya di sini!
Sekilas tentang blackmon14
blackmon14 dikenal karena pandangan jujurnya tentang dunia saham dan kedisiplinannya dalam membentuk mindset investor yang tangguh. Ia bukan tipe yang mengejar sensasi atau ketenaran, tapi fokus pada edukasi dan pembentukan karakter investor retail agar lebih matang dan mandiri. Simak tulisan lainnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ENRG
$ELSA
$MEDC
$INDY
$BUVA
$FILM
$INET
$WIRG
0 komentar:
Posting Komentar