
⁉️ Harga Minyak Kembali Naik: Dampak untuk IHSG

Daily Market Performance π
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.362,1 -0,37% | +Rp905,3 miliar | 16.893 +0,14% | 5.183 +0,08% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 98,1 +6,66% | 134,9 +2,90% | 4.553 +1,20% | 17.693 +1,17% |
π Stockbitor!
Harga minyak Brent berjangka untuk kontrak Mei 2026 naik sekitar +6,7% ke level US$98,1/barrel pada Kamis (12/3) sore, menyusul 2 perkembangan di tengah perang AS–Israel dan Iran.
- Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar IEA — International Energy Agency (IEA) pada Rabu (11/3) sepakat melepas cadangan minyak sebesar 400 juta barrel — terbesar dalam sejarah organisasi tersebut — guna meredam lonjakan harga.
- Peringatan Iran terkait Potensi Lonjakan Harga Minyak Lanjutan — Pada Rabu (11/3), 3 kapal dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz dan Teluk Persia setelah Garda Revolusi Iran menyatakan menembaki kapal–kapal yang dianggap tidak mematuhi perintah mereka. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan pengiriman minyak bagi AS, Israel, dan sekutunya, seraya memperingatkan harga minyak berpotensi mencapai US$200/barrel.
Kenaikan harga minyak hari ini mengindikasikan bahwa market masih khawatir dengan prospek pasokan. Sebagai konteks, penutupan Selat Hormuz mengganggu pasokan ~20 juta barrel per hari. Meski pelepasan cadangan minyak IEA merupakan yang terbesar dalam sejarah, jumlahnya masih jauh dibandingkan total volume yang terganggu di Selat Hormuz. Menurut analisis dari Macquarie, total pelepasan cadangan minyak IEA tersebut hanya setara dengan 16 hari volume yang melewati Selat Hormuz. Market sendiri masih menunggu rincian jadwal dan laju pelepasan harian cadangan minyak IEA tersebut.
Negara anggota IEA sendiri menyimpan cadangan minyak sebanyak total 1,2 miliar barrel, di samping persediaan komersial wajib sebesar 600 juta barrel.
Key Takeaway
Dalam Stockbit Commentary sebelumnya, kami menyebut 2 hal yang dapat menormalisasi harga minyak, yakni: 1) supply intervention melalui pelepasan cadangan; dan 2) demand destruction melalui kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Dengan respons market yang tidak meyakini efektivitas intervensi IEA — tercermin dari harga minyak yang kembali naik — potensi dibutuhkannya demand destruction menjadi semakin nyata jika perang dan penutupan Selat Hormuz berlangsung berkepanjangan.
- Implikasi untuk IHSG — Semakin lama harga minyak bertahan di level tinggi, tekanan pada APBN berpotensi semakin besar, yang dapat berujung pada kenaikan harga BBM atau pemangkasan belanja pemerintah. Namun, kenaikan harga minyak secara historis kerap diikuti oleh kenaikan harga batu bara dan CPO, yang merupakan 2 komoditas ekspor utama Indonesia. Dengan demikian, dampak keseluruhan bagi Indonesia akan bergantung kepada dinamika ketiganya. Di sisi lain, tekanan inflasi global juga berpotensi mendorong Bank Indonesia untuk mengikuti arah pengetatan suku bunga secara global.
- Stockbit's View — Sektor batu bara — seperti Adaro Andalan Indonesia ($AADI) dan Indo Tambangraya Megah ($ITMG) — serta CPO — seperti Triputra Agro Persada ($TAPG) dan Dharma Satya Nusantara ($DSNG) — dapat menjadi pilihan bagi investor dalam skenario harga minyak yang tinggi secara berkepanjangan.
π€ ADRO Berencana Buyback Saham hingga Rp4 T
- $ADRO: Alamtri Resources Indonesia berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp4 T pada periode 12 bulan sejak 20 April 2026. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 17 April 2026.
- $BBCA: Pemegang saham Bank Central Asia pada hari ini, Kamis (12/3), menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp41 T, setara 72% dividend payout ratio (vs. 2024: 67,4%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp281/saham, setara dividend yield 4,1% berdasarkan harga saham BBCA per Kamis (12/3) di level Rp6.900/saham. Cum date dan tanggal pembayaran belum diumumkan. Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp55/saham pada Desember 2025.
- $GOTO: GoTo Gojek Tokopedia mencatat adjusted EBITDA Rp672 M pada 4Q25 (+106% YoY, +30% QoQ). Hasil ini membuat adjusted EBITDA selama 2025 mencapai Rp2 T (+544% YoY), melampaui guidance 2025 dari manajemen di kisaran Rp1,8–1,9 T. Pertumbuhan adjusted EBITDA selama 4Q25/2025 didorong oleh: 1) kenaikan pendapatan +19% YoY/+24% YoY seiring kenaikan core GTV +57% YoY/+49% YoY; dan 2) efisiensi beban operasional, sehingga margin adjusted EBITDA meningkat secara tahunan. Untuk 2026, GOTO menargetkan adjusted EBITDA sekitar Rp3,2–3,4 T atau tumbuh +59–69% YoY.
- $ASII: Astra International mencatatkan penjualan wholesales mobil sebanyak 38.074 unit pada Februari 2026 (-1% YoY, +9% MoM), lebih rendah dibandingkan realisasi seindustri (+12% YoY, +22% MoM), sehingga market share ASII turun ke level 46,9% pada Februari 2026 (vs. Feb 2025: 53,3%, Jan 2026: 52,5%). Wholesales mobil ASII pada Februari 2026 ditopang oleh penjualan Daihatsu sebanyak 13.452 unit (+12% YoY, +8% MoM), sementara penjualan Toyota+Lexus turun secara tahunan menjadi 22.622 unit (-8% YoY, +12% MoM). Secara kumulatif, penjualan wholesales mobil ASII selama 2M26 relatif flat di level 72.941 unit (-0,2% YoY), dengan market share turun ke level 49,4% (vs. 2M25: 54,4%).
- $HMSP: Hanjaya Mandala Sampoerna mencatat laba bersih Rp2,1 T pada 4Q25 (+48% YoY, -12% QoQ), di mana kenaikan secara tahunan yang signifikan terjadi seiring low–base effect pada 4Q24. Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp6,6 T (-1% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Kinerja selama 2025 relatif tertekan akibat kenaikan beban pajak (+38% YoY) seiring adanya beban pajak one–off pada 2Q25 akibat penyesuaian pajak periode sebelumnya. Selain itu, terdapat penurunan pendapatan keuangan secara neto (-55% YoY) serta pendapatan lainnya (-154% YoY). Laba usaha masih tumbuh +46% YoY pada 4Q25, sehingga selama 2025 meningkat +21% YoY dan sejalan dengan ekspektasi (99% estimasi 2025F konsensus). Dari segi top–line, pendapatan turun -3% YoY/-5% YoY pada 4Q25/2025.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources mencatat rugi bersih ~US$5,2 juta pada 4Q25 (vs. 4Q24: rugi ~US$4,1 juta). Hasil ini membuat rugi bersih selama 2025 mencapai ~US$27,5 juta (vs. 2024: rugi US$12,7 juta). Rugi usaha pada 4Q25 melonjak ke ~US$5,8 juta (vs. 4Q24: rugi US$0,04 juta), sehingga rugi usaha selama 2025 mencapai ~US$9,6 juta (vs. 2024: rugi US$0,45 juta), didorong oleh kenaikan beban operasional untuk persiapan operasional tambang Pani yang belum berproduksi selama 2025. Untuk 2026, EMAS menargetkan produksi emas sekitar 110.000–115.000 oz dari tambang Pani, di mana pengiriman perdana emas dorΓ© seberat ~44 kg ke fasilitas pemurnian Aneka Tambang ($ANTM) telah direalisasikan pada akhir Februari 2026.
- $BULL: Buana Lintas Lautan mengumumkan telah menambah kapal tanker LNG ke–2 dengan kapasitas 78.000 DWT, dengan jadwal serah terima pada 1Q26. Sebelumnya, BULL telah mendatangkan kapal tanker LNG pertamanya dengan kapasitas 145.914 CBM pada Desember 2025.
- $HEAL: Sekretaris Perusahaan Medikaloka Hermina, Iing Ichsan Hanafi, mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan capex sekitar Rp1,3–1,5 T pada 2026 (vs. alokasi 2025: Rp1,5 T). Sebagian dari anggaran tersebut ditujukan untuk membuka rumah sakit baru di Malang, Jawa Timur, sementara sisanya untuk meningkatkan kualitas layanan.
Top Gainer π₯
$ADRO | $AADI | $ITMG | $ISAT |
| +6,38% | +5,71% | +5,62% | +5,42% |
Top Loser π€
$FILM | $WIFI | $BULL | $INET |
| -8,10% | -7,89% | -7,61% | -7,04% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Rabu (11/3) bahwa dirinya berencana menunjuk utusan khusus presiden di setiap BUMN guna memperketat sistem pengawasan agar tidak terjadi kebocoran.
- DPR pada Rabu (11/3) menyetujui Friderica Widyasari Dewi sebagai ketua dewan komisioner OJK, bersama 4 nama lain untuk mengisi jabatan yang kosong. Berikut rinciannya:
- Ketua: Friderica Widyasari Dewi
- Wakil Ketua: Hernawan Bekti Sasongko
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon: Hasan Fawzi
- Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD): Adi Budiarso
- Kepala Eksekutif Edukasi & Perlindungan Konsumen: Dicky Kartikoyono
- Pemegang saham Dian Swastatika Sentosa ($DSSA) dalam RUPSLB pada Rabu (11/3) menyetujui rencana stock split dengan rasio 1:25. Sebelumnya, DSSA menyebut bahwa jadwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah 7 April 2026.
- Pemegang saham Bakrie & Brothers ($BNBR), Port Fraser International Ltd., menjual ~806,5 juta saham BNBR dengan harga rata–rata Rp155/lembar atau senilai total ~Rp125 M pada 10 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Port Fraser International Ltd. di BNBR turun dari 22,87% menjadi 22,41%.
- Pengendali Sinergi Inti Andalan Prima ($INET), PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~33,6 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp298/lembar atau senilai total ~Rp10 M pada 11 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 59,56% menjadi 59,71%.
- Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari ($ELPI) mengumumkan bahwa harga pelaksanaan rights issue adalah Rp350/lembar, dengan rasio 200 saham existing berhak atas 57 rights. Dalam aksi korporasi ini, ELPI akan menerbitkan hingga ~2,1 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 22,18%, sehingga potensi perolehan dana mencapai ~Rp739,3 M. Sebanyak 79% perolehan dana tersebut ditujukan untuk capex pengadaan offshore support vessel, diikuti oleh 14% untuk pembayaran liabilitas jangka pendek dan 7% untuk modal kerja. Pengendali ELPI, Eka Taniputra, bersama pemegang saham lain yang terdiri dari PT Kreasi Cipta Timur dan Tan Christian Taniputra berkomitmen mengalihkan seluruh haknya mereka kepada PT GMT Kapital Asia. Sementara itu, PT Binaartha Sekuritas akan menjadi pembeli siaga dengan komitmen hingga ~316,9 juta saham baru. Rencana ini telah mendapat persetujuan RUPSLB pada 9 Maret 2026. Jadwal cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 30 April 2026, sementara periode perdagangan rights pada 7–13 Mei 2026. Dalam aksi korporasi terpisah, ELPI juga akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp126 M atau Rp17/saham, mengindikasikan dividend yield ~1,2% berdasarkan harga saham ELPI per Kamis (12/3) di Rp1.440/lembar.
- Perintis Triniti Properti ($TRIN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa tidak terdapat perubahan atas rencana Komisaris Utama TRIN, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, untuk menambah kepemilikan saham perseroan hingga ~20%. Klarifikasi TRIN tersebut muncul setelah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui PT Raksaka Satya Devya menjual ~49 juta (1,08%) saham TRIN dengan harga rata–rata Rp1.093/lembar pada periode 19 Desember 2025–5 Februari 2026. TRIN menjelaskan bahwa dalam transaksi tersebut, PT Raksaka Satya Devya melakukan crossing saham kepada PT Sukses Sejati Sejahtera, yang ditujukan sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan dan tidak berkaitan dengan perubahan komitmen pemegang saham utama. Sebelumnya, TRIN mengumumkan pada Januari 2026 bahwa Rahayu Saraswati Djojohadikusumo masuk sebagai pemegang saham perseroan melalui PT Raksaka Satya Devya dan PT Rada Saraswati Surya, di mana masing–masing perusahaan membeli 4% dan 1% saham TRIN dengan harga rata–rata Rp200/lembar pada 16 Desember 2025.
- Midi Utama Indonesia ($MIDI) mencatatkan same store sales growth (SSSG) sebesar +9,05% YoY pada Februari 2026 (vs. Februari 2025: high–single digit, Februari 2024: low–teens). MIDI juga menyampaikan bahwa laporan keuangan 2025 diekspektasikan rilis pekan depan.
π§ Belajar Market Juga Melatih Kesabaran dan Penguasaan Diri
"Jadi ambil pengalaman aku aja ya, jangan buru2 cepet profit pengen cepet kaya, semua ada momentumnya pelan pelan belajar ya. Intinya gimana kamu bisa menjaga modal kamu, jangan sampai kamu pensiun dini di market karena ego dan over trade kamu." — Aldieansyah
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Dalam tulisan Aldieansyah hari ini, ia membagikan sedikit cerita tentang bagaimana ia memulai di pasar saham dengan modal 100 juta, enam tahun lalu. Mungkin ketika kita pertama kali masuk ke dunia saham, kita bisa saja langsung beruntung dan mendapatkan profit. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin lama kita aktif, mental serta pengetahuan kita harus terus diasah agar tidak mudah panik atau membuat keputusan jual-beli yang impulsif. Dalam tulisannya, terdapat pesan utama bahwa kita sebaiknya fokus pada menjaga modal terlebih dahulu, dibandingkan mengejar pertumbuhan yang cepat (fast growth) yang sering kali justru berakhir dengan kerugian bagi para pemula. Penasaran bagaimana hasil pengembangan skill Aldieansyah dalam enam tahun terakhir? Baca selengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ADRO
$AADI
$ITMG
$ISAT
$FILM
$WIFI
$BULL
$INET
0 komentar:
Posting Komentar