| Research Mandiri Sekuritas · 4 Maret 2026 | |
|
| KSEI Buka Data Kepemilikan >1% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Fitch Ratings ubah outlook Indonesia ke negatif
KSEI buka data kepemilikan >1%
Pemerintah pastikan stok energi jelang Idul Fitri aman di atas 21 hari
TPIA force majeure akibat pasokan Selat Hormuz
BBNI umumkan revisi buyback dari Rp1,5 T jadi Rp905 M
JSMR 12M25: laba bersih -19,3% YoY
WIFI tandatangani kerja sama dengan FiberHome
LPPF dividend indikatif yield 13,2% |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 7.577,06 -362,7 (-4,57%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | Fitch Ratings Ubah Outlook Indonesia ke Negatif |
| | Fitch Ratings dikabarkan merevisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat BBB. Revisi ini disebut dilakukan karena karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan risiko terhadap prospek fiskal. Di sisi lain, peringkat tetap ditopang oleh rekam jejak dalam menjaga stabilitas makroekonomi, rasio utang yang moderat, serta cadangan eksternal yang memadai, meski masih dibatasi penerimaan negara yang lemah dan biaya utang yang tinggi. |
|
| KSEI Buka Data Kepemilikan >1% |
| | KSEI menyampaikan laporan kepemilikan saham di atas 1% per 27 Februari 2026. Hal ini dilakukan menindaklanjuti keputusan OJK dalam rangka pemenuhan penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik. |
|
| Pemerintah Pastikan Stok Energi Jelang Idul Fitri Aman |
| | Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional berada di level aman menjelang Idul Fitri, dengan stok BBM, minyak mentah, dan LPG berada di atas standar minimum 21 hari. Bahlil menyebut kapasitas penyimpanan energi saat ini berkisar 25–26 hari, dan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas baru agar dapat mencapai standar internasional hingga tiga bulan. |
|
| | | $TPIA Force Majeure Akibat Pasokan Selat Hormuz | |
| Bloomberg melaporkan bahwa PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mengumumkan force majeure terkait disrupsi pasokan feedstock melalui Selat Hormuz. Durasi force majeure tersebut masih belum pasti serta Perseroan belum memberikan komentar lebih lanjut atas kabar ini. |
|
| $BBNI Umumkan Revisi Buyback jadi Rp905 M |
| | PT Bank Negara Indonesia (BBNI) merevisi rencana buyback saham dari Rp1,5 triliun jadi ~Rp905 miliar. Periode buyback berlangsung dari 9 Maret 2026 – 8 Maret 2027. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 9 Maret 2026. |
|
| $JSMR 12M25: Laba Bersih -19,3% YoY | |
| PT Jasa Marga (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp931 miliar pada 4Q25 (+8,6% QoQ; -24,5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp3,7 triliun (-19,3% YoY). Hasil ini di bawah estimasi Mansek dan konsensus, mencapai 94–96% dari estimasi FY25F. Penurunan laba bersih secara YoY terutama berasal dari adanya one-off pembalikan deferred income tax akibat perubahan metode amortisasi jalan tol pada tahun lalu. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp5,3 triliun (+4,9% QoQ; +8,1% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp19,9 triliun (+5,7% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk JSMR. |
|
| $WIFI Tandatangani Kerja Sama dengan FiberHome | |
| PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) menandatangani kerja sama strategis dengan Wuhan FiberHome International Technologies Co. Ltd. pada untuk mempercepat implementasi solusi 5G FWA 1.4GHz dan perluasan infrastruktur fixed broadband di Indonesia. Selain itu, Perseroan mengadakan pertemuan tertutup dengan Baicells untuk membahas pengembangan dan integrasi teknologi 5G FWA 1.4GHz melalui Internet Rakyat (IRA). |
|
| $LPPF Dividend Indikatif Yield 13,2% | |
| PT Matahari Department Store (LPPF) mengajukan rencana pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp250/saham berdasarkan materi paparan publik perseroan. Nilai tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 13,2% dengan menggunakan harga saham LPPF pada Selasa, 3 Maret, sebesar Rp1.900/lembar. |
|
| | In-depth analysis about the current condition of Indonesia's Capital Market Reform. Watch here: |  |
|
|
| |
0 komentar:
Posting Komentar