
๐ข️ Minyak Melandai seiring Sinyal De–eskalasi & Wacana Pelepasan Cadangan IEA

Daily Market Performance ๐
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.389,4 -0,69% | -Rp938,7 miliar | 16.870 -0,11% | 5.203 -0,75% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 92,2 +5,00% | 131,1 -8,83% | 4.503 +1,69% | 17.488 +0,11% |
๐ Stockbitor!
Pergerakan harga minyak Brent mulai stabil pada Rabu (11/3) sore, dengan berada di level US$90,8/barrel (+3%), setelah sempat melonjak +65% sejak penyerangan AS–Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 ke level US$119,5/barrel pada intraday Senin (9/3). Harga minyak yang mulai stabil didorong oleh: 1) pernyataan Presiden Donald Trump pada Senin (9/3) waktu setempat bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai dan berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal sekitar 4–5 minggu; dan 2) wacana International Energy Agency (IEA) untuk merilis cadangan minyak terbesar sepanjang sejarahnya.
- Sinyal De–eskalasi — Selain pernyataan Trump, Axios melaporkan bahwa pemerintah AS meminta Israel untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi di Iran, khususnya infrastruktur minyak. Ini menandai pertama kalinya pemerintahan Trump meminta Israel untuk membatasi serangan ke Iran sejak AS dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 11 hari yang lalu. Narasumber Axios menjelaskan bahwa permintaan tersebut didasarkan pada tujuan Trump untuk bekerja sama dengan sektor minyak Iran setelah perang berakhir — mirip dengan pendekatan yang Trump ambil dengan Venezuela — selain untuk melindungi masyarakat Iran yang menentang rezim existing dan mencegah serangan balasan Iran kepada fasilitas energi di negara–negara Timur Tengah.
- Wacana Pelepasan Cadangan Minyak IEA — Menyusul pertemuan IEA dengan menteri energi dari negara–negara G7 pada Selasa (10/3) waktu setempat, The Wall Street Journal melaporkan bahwa IEA telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarahnya guna menekan lonjakan harga minyak. Pelepasan cadangan minyak tersebut akan melebihi pelepasan cadangan minyak sebesar 182 juta barrel oleh negara–negara anggota IEA pada 2022, ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina. Keputusan akhir mengenai proposal ini akan dibahas oleh negara–negara anggota IEA pada Rabu (11/3), di mana wacana ini baru akan akan diadopsi jika tidak ada satu pun anggota yang keberatan. Negara anggota IEA sendiri menyimpan cadangan minyak sebanyak total 1,2 miliar barrel, di samping persediaan komersial wajib sebesar 600 juta barrel.
Key Takeaway
Seperti yang telah kami tuliskan pada Stockbit Commentary sebelumnya, normalisasi harga minyak dalam waktu dekat dibutuhkan agar tidak sampai berujung pada kenaikan inflasi dan penyesuaian arah kebijakan suku bunga. Oleh karena itu, investor perlu terus memonitor perkembangan terkait keputusan pelepasan cadangan minyak maupun pernyataan dari kedua kubu terkait de–eskalasi.
๐ธ COCO Berencana Rights Issue untuk Akuisisi dan/atau Capex
- $COCO: Wahana Interfood Nusantara berencana menggelar rights issue hingga ~10,7 miliar saham baru, dengan perolehan dana ditujukan untuk akuisisi dan/atau capex. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 17 April 2026. Rights issue ini juga akan disertai waran, meski COCO tidak merincinya lebih lanjut. Sebelumnya, COCO telah menggelar rights issue pada Oktober 2025 dengan potensi raihan dana ~Rp267 M untuk capex dan modal kerja.
- $TOBA: TBS Energi Utama berencana menggelar rights issue hingga ~1,4 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 14,23%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk ekspansi usaha di sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 16 April 2026. Selain rights issue, RUPSLB tersebut juga akan membahas rencana buyback saham hingga ~815,8 juta (10%) saham dengan alokasi dana hingga ~Rp448,7 M atau ~US$26,5 juta pada periode 17 April 2026–17 April 2027.
- $RMKE: RMK Energy bersama entitas Bumi Resources ($BUMI), PT Pendopo Energi Batubara (PEB), menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan infrastruktur pertambangan dan optimalisasi logistik batu bara di Sumatra Selatan. Kerja sama ini mencakup: 1) pembangunan jalan akses dan loading station dekat wilayah tambang PEB di Sumatra Selatan yang akan menjadi aset milik RMKE sepenuhnya; 2) pemberian izin kepada PEB untuk menggunakan infrastruktur tersebut; 3) PEB akan menjual hasil tambangnya kepada RMKE, dengan volume yang akan disepakati kemudian dalam perjanjian definitif; 4) RMKE bekerja sama dengan PT KAI untuk pengangkutan batu bara PEB; dan 5) selama PEB menggunakan infrastruktur yang dibangun RMKE, PEB juga akan menggunakan jasa pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman dan penjualan batu bara (eksklusivitas penggunaan pelabuhan).
- $INCO: Direktur Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengajukan revisi kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026, setelah pemerintah hanya menyetujui 30% volume yang diajukan perseroan. Budiawansyah menjelaskan bahwa alokasi tersebut tidak cukup untuk menopang operasional INCO selama 2026, terutama di tengah proses pembangunan 2 smelter baru di Pomalaa dan Bahodopi. Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pada pekan lalu bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk merevisi kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 pada Juli 2026, dengan maksimum revisi kenaikan berkisar 25–30%.
- $BBNI: Bank Negara Indonesia mengumumkan bahwa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 17 Maret 2026, sementara pembayaran pada 7 April 2026. Sebelumnya, pemegang saham BBNI pada Senin (9/3) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp13 T atau Rp349/saham, mengindikasikan dividend yield ~8,1% berdasarkan harga saham BBNI per Rabu (11/3) di Rp4.290/saham. Jumlah dividen tersebut setara 65% dividend payout ratio (vs. 2024: 65%).
- $UNTR: Manajemen United Tractors dalam earnings call 2025 pada Selasa (10/3) mengumumkan penyesuaian guidance 2026, di mana perseroan relatif mempertahankan target yang telah diumumkan sebelumnya, kecuali untuk segmen emas. Berikut rinciannya: 1) target penjualan Komatsu sekitar 4.300–4.500 unit (tidak berubah dari guidance sebelumnya, vs. realisasi 2025: 4.515 unit); 2) volume overburden 1,1 miliar bcm (guidance sebelumnya flat atau naik sedikit, vs. realisasi 2025: 1,1 miliar bcm); 3) penjualan batu bara dari PT Tuah Turangga Agung 15 juta ton (guidance sebelumnya 15,1 juta ton, vs. realisasi 2025: 11,6 juta ton); 4) penjualan emas bergantung pada perkembangan perizinan PT Agincourt Resources (guidance sebelumnya 215.000–220.000 oz, vs. realisasi 2025: 228.000 oz); dan 5) penjualan nikel sekitar 1,5–2 juta wmt (guidance sebelumnya 2 juta wmt, vs. realisasi 2025: 2,1 juta wmt). Simak poin–poin penting dalam earnings call UNTR di sini.
- $PGEO: Manajemen Pertamina Geothermal Energy dalam earnings call 2025 pada Selasa (10/3) mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume produksi dapat tumbuh +3% YoY menjadi 5.255 GWh pada 2026 seiring operasi penuh Lumut Balai Unit 2, sehingga pendapatan diproyeksikan naik +2–4% YoY. Adapun pertumbuhan laba bersih diproyeksikan mencapai +9–16% YoY pada 2026, didorong oleh normalisasi beban MESOP yang mayoritas telah dilaksanakan pada 2025 serta penerapan hedging contract FX untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs, mengingat perseroan mencatat kerugian kurs sebesar US$8 juta pada 2025 (vs. 2024: untung US$16 juta). PGEO sendiri mencatatkan laba bersih US$33 juta pada 4Q25 (+26% YoY, -5% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 menjadi US$138 juta (-14% YoY) dan di bawah ekspektasi (93% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih selama 2025 disebabkan oleh: 1) kenaikan beban pokok pendapatan (+20% YoY) akibat beban depresiasi (+13% YoY) terkait kapitalisasi Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi pada Juni 2025; dan 2) lonjakan beban upah dan tunjangan (+63% YoY) yang utamanya terkait pelaksanaan program MESOP. Simak poin–poin penting dalam earnings call PGEO di sini.
- $BIPI: Astrindo Nusantara Infrastruktur mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Energi Mega Persada ($ENRG) terkait peluang kerja sama dalam rangka penyaluran dan pemanfaatan gas bumi yang dikelola oleh ENRG. Melalui kerja sama ini, BIPI berpotensi memperoleh pasokan gas bumi dari ENRG, yang akan dimanfaatkan oleh BIPI sebagai bahan baku dalam produksi liquefied natural gas (LNG) melalui mini LNG plant milik perseroan di Sidoarjo. Kerja sama ini juga mencakup potensi pengembangan di wilayah lainnya, seperti Batam dan Aceh.
- $CUAN: Petrindo Jaya Kreasi mengumumkan percepatan akhir periode buyback saham menjadi 11 Maret 2026 pada sesi kedua perdagangan bursa, dibandingkan jadwal semula pada 3 Mei 2026. Percepatan ini dilakukan mengingat kondisi pasar modal Indonesia dan harga saham perseroan telah relatif stabil. Sebelumnya, CUAN telah mengumumkan rencana buyback dengan alokasi dana hingga Rp750 M pada 3 Februari 2026.
- $MEDC: Medco Energi Internasional mendapatkan fasilitas kredit senilai US$100 juta dari HSBC dengan jangka waktu 60 bulan, di mana fasilitas tersebut ditujujan untuk keperluan korporasi umum (general corporate purposes).
- $KRAS: Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan sebesar US$1,6 miliar atau ~Rp27 T pada 2026 (vs. realisasi 9M25: US$706 juta). Target tersebut didorong oleh mandat hilirisasi dari Danantara, yang mencakup keterlibatan KRAS dalam proyek pengolahan pasir besi dan bijih besi menjadi baja, pengembangan stainless steel berbasis nikel, sekaligus partisipasi dalam program revitalisasi galangan kapal.
- $MORA: PT Gema Lintas Benua melalui PT Lintas Benua menjual ~3,2 juta saham Mora Telematika Indonesia dengan harga rata–rata Rp473/lembar atau senilai total ~Rp1,5 M pada 6 Maret 2026. Harga rata–rata transaksi tersebut lebih rendah -91,6% dibandingkan harga saham MORA pada penutupan di hari yang sama di Rp5.650/lembar. Transaksi ini ditujukan untuk kebutuhan kas. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Gema Lintas Benua di MORA melalui PT Lintas Benua turun dari 20% menjadi 19,89%.
Top Gainer ๐ฅ
$FILM | $WIFI | $TOBA | $CPIN |
| +11,41% | +9,09% | +7,89% | +3,71% |
Top Loser ๐ค
$INDY | $ENRG | $AADI | $DEWA |
| -7,75% | -7,74% | -7,23% | -6,96% |
๐ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Gaikindo mencatat wholesales mobil pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit (+12,2% YoY, +22,1% MoM). Hasil ini membuat realisasi wholesales mobil selama 2M26 mencapai 147.631 unit (+9,9% YoY), setara 17,4% target 2026 Gaikindo (vs. 2M25: 16,7% realisasi 2025).
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan penerimaan negara sebesar Rp25 T dari bea ekspor batu bara, meski rincian mengenai tarif bea ekspor tersebut belum dirilis hingga saat ini. Sebelumnya, Purbaya pada akhir Januari 2026 menyebut bahwa tarif bea ekspor batu bara akan berkisar 5–8% — bergantung pada harga acuan batu bara di pasar — dan akan diberlakukan secara surut mulai Januari 2026.
- Manajemen BFI Finance Indonesia ($BFIN) dalam earnings call pada Selasa (3/10) mengatakan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pembiayaan di kisaran low–teens pada 2026, dengan mayoritas pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26. Meski banyak origination masih berasal dari channel agency (48% per Desember 2025 untuk non–dealer financing), kontribusi channel digital diekspektasikan meningkat. Saat ini, BFIN telah bekerja sama dengan GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan memiliki beberapa mitra digital lain dalam pipeline. Perseroan juga berencana meluncurkan 2 produk digital baru paling cepat pada 2H26, yakni cicilan emas dan produk terkait segmen motor. Simak poin–poin penting dalam earnings call BFIN di sini.
- Pemegang saham Ketrosden Triasmitra ($KETR), PT Gema Lintas Benua, menjual ~7,4 juta saham KETR dengan harga rata–rata Rp413/lembar atau senilai total ~Rp3 M pada 10 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Gema Lintas Benua di KETR turun dari 19,79% menjadi 19,53%.
- Lo Kheng Hong membeli ~1,4 juta saham Gajah Tunggal ($GJTL) dengan harga rata–rata Rp1.095/lembar atau senilai total ~Rp1,5 M pada 23 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Lo Kheng Hong di GJTL naik dari 5,98% menjadi 6,02%.
- Pakuan ($UANG) berencana menggelar rights issue hingga 1,21 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 50%, dengan perolehan dana ditujukan untuk pengembangan usaha dan/atau pembayaran sebagian kewajiban perseroan. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 16 April 2026.
- Komisaris Triputra Agro Persada ($TAPG), Arini Saraswaty Subianto, membeli 650.000 saham TAPG dengan harga rata–rata ~Rp1.537/lembar atau senilai total ~Rp1 M pada periode 23 Februari–2 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Arini Saraswaty Subianto di TAPG naik dari tidak ada menjadi 0,0033%.
- Prima Globalindo Logistik ($PPGL) berencana menjual seluruh kepemilikannya atas 45,79% saham Armada Berjaya Trans ($JAYA) senilai Rp44,6 M atau Rp122/saham kepada direktur utama dan komisaris utama PPGL, Darmawan Suryadi SM dan Jap Astrid Patricia. Rencana nilai transaksi ini mencapai ~90,1% total aset PPGL per 30 September 2025, sehingga memerlukan persetujuan RUPS Independen pada 12 Maret 2026. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta likuiditas PPGL untuk menambah modal kerja dan mencari potensi customer baru.
- PT Granada Global Industri menjual ~21,4 juta saham Raja Roti Cemerlang ($BRRC) dengan harga rata–rata Rp100/lembar atau senilai total ~Rp2,1 M pada 2 Maret 2026. Transaksi ini ditujukan untuk pembayaran kewajiban. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Granada Global Industri di BRRC turun dari 4,94% menjadi 2,81%.
- Pengendali Kedoya Adyaraya ($RSGK), Sarana Meditama Metropolitan ($SAME), menjual 9,2 juta saham RSGK dengan harga rata–rata Rp880/lembar atau senilai total ~Rp8,1 M pada 6 Maret 2026. Transaksi ini ditujukan untuk meningkatkan kepemilikan saham publik. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Sarana Meditama Metropolitan di RSGK turun dari 79,84% menjadi 78,85%.
๐ฎ Jangan Terjebak Pergerakan Harga Sesaat di Pasar Saham
"Tampaknya kita mulai menyadari bahwa kedaulatan finansial sejati tidak dibangun dengan cara menghabiskan seluruh energi untuk menebak kapan sebuah masalah akan selesai." — fikrikawakibi
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Pergerakan harga saham sering kali membuat investor fokus pada fluktuasi jangka pendek, padahal dinamika pasar tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental secara langsung. Dalam tulisannya, Stockbitor Fikrikawakibi menyoroti bahwa volatilitas harga kerap dipengaruhi oleh sentimen pasar, aktivitas transaksi pelaku besar, serta perubahan ekspektasi investor terhadap prospek perusahaan. Karena itu, penting bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada pergerakan harga sesaat, tetapi juga mempertimbangkan konteks yang lebih luas seperti kondisi fundamental, tren pasar, dan strategi investasi jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Simak tulisan lengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$FILM
$WIFI
$TOBA
$CPIN
$INDY
$ENRG
$AADI
$DEWA
0 komentar:
Posting Komentar