|
Research Mandiri Sekuritas · 5 Maret 2026 | |
|
|
Pemerintah Sebut Fundamental RI Kuat Meski Outlook Fitch Negatif |
|
|
|
๐ฑ What's Growin' on Today |
| Pemerintah sebut fundamental RI kuat meski outlook Fitch negatif
Pasokan batu bara PLN aman dengan suplai 84 juta ton
China–Rusia kecam serangan AS–Israel ke Iran
TPIA klarifikasi force majeure sebagai mitigasi risiko pasokan global
MDKA–EMAS tandatangani penjualan emas 6 ton ke ANTM
Pemegang saham jual 1,44% BNBR Rp457 M
MTEL kerja sama dengan anak usaha Airbus
REAL kembangkan ekosistem device–telko dengan Madinah Group |
|
|
|
Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 7.710,54 +133,47 (+1,76%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fundamental RI Kuat Meski Outlook Fitch Negatif |
| | Menanggapi revisi outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi negatif, pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Wakil menteri Keuangan, Juda Agung, menerangkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makro dan disiplin fiskal, termasuk menjaga defisit di bawah 3% dan rasio utang sekitar 40%. Gubernur BI, Perry Warjiyo, memandang revisi outlook Fitch tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. |
|
|
Pasokan Batu Bara PLN Aman |
| | Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan domestik tetap aman di tengah pemangkasan RKAB, dengan PLN memperoleh komitmen suplai 84 juta ton dari delapan perusahaan. Beberapa pemasok PLN tersebut adalah PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) , PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (anak usaha PT Bumi Resources / BUMI ), PT Kideco Jaya Agung (anak usaha PT Indika Energy / INDY ), PT Indominco Mandiri (anak usaha PT Indo Tambangraya Megah / ITMG ), dan PT Bukit Asam (PTBA) . Volume tersebut dinilai cukup hingga Agustus 2026. PLN mengatakan RKAB perusahaan ini tidak dipangkas. |
|
|
China–Rusia Kecam Serangan AS–Israel ke Iran |
| | Menlu China, Wang Yi, meminta Israel untuk menghentikan serangan ke Iran. sementara Rusia menegaskan tidak melihat indikasi Iran mengembangkan senjata nuklir. Menlu Rusia, Sergei Lavrov, mengkritik AS dan Israel serta menegaskan tidak ada tanda-tanda Iran berupaya mengembangkan bom nuklir. Kedua negara ini mengecam aksi militer AS Israel yang dinilai dapat memperburuk stabilitas kawasan dan meningkatkan risiko eskalasi di Timur Tengah. |
|
|
|
|
$TPIA: Force Majeure sebagai Mitigasi Risiko | |
| PT Chandra Asri Pacific (TPIA) menyampaikan klarifikasi kepada BEI bahwa pemberitahuan force majeure yang dikirimkan kepada pelanggan merupakan langkah mitigasi risiko akibat potensi gangguan distribusi energi global, termasuk situasi di Selat Hormuz. Operasional perusahaan tetap berjalan normal, dengan penyesuaian run rate dilakukan secara selektif sesuai kondisi pasokan dan kebutuhan produksi. Perseroan terus memperkuat manajemen risiko melalui diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori, dan koordinasi rantai pasok guna menjaga stabilitas operasional. |
|
|
| | PT Merdeka Copper Gold (MDKA) dan PT Merdeka Gold Resources (EMAS) meneken perjanjian penjualan emas dengan PT Aneka Tambang (ANTM) dengan total volume 6 ton selama dua tahun dan opsi tambahan hingga 3 ton per tahun. Pengiriman emas murni pertama kepada ANTM ditargetkan berlangsung sebelum akhir Maret 2026. |
|
|
Pemegang Saham Jual 1,44% $BNBR Rp457 M | |
| Pemegang saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) , Port Fraser International, menjual ~2 miliar (1,44%) saham BNBR dengan harga Rp184/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp457 miliar. Transaksi dilakukan pada 3 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BNBR menjadi 22,87%. |
|
|
$MTEL Kerja Sama dengan Anak Usaha Airbus | |
| PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) menjalin kerja sama dengan anak usaha Airbus, AALTO Haps Ltd, untuk mengembangkan layanan konektivitas stratospace berbasis platform ketinggian (HAPS) di Indonesia. Kolaborasi ini mencakup penyediaan layanan konektivitas ketinggian oleh AALTO serta dukungan infrastruktur menara dari MTEL untuk memperluas cakupan jaringan di wilayah dengan tantangan geografis tinggi. |
|
|
$REAL Kembangkan Ekosistem Device–Telko | |
| PT Repower Asia Indonesia (REAL) memperkuat strategi bisnis dengan menggandeng Madinah Group Indonesia untuk mengembangkan ekosistem perangkat dan solusi telekomunikasi berbasis properti. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan aset properti untuk bisnis device dan telco solution, termasuk rencana pembukaan gerai ritel teknologi "Real MFlash" di Pejaten Office Park. |
|
|
|
In-depth analysis about the current condition of Indonesia's Capital Market Reform. Watch here: |  |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar