Jumat, 13 Maret 2026

๐Ÿ”ต Pemerintah Targetkan 4 Proyek WtE Operasi Awal 2028

Research Mandiri Sekuritas · 13 Maret 2026 

Pemerintah Targetkan 4 Proyek Waste to Energy Operasi Awal 2028

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • APBN 2M26: defisit 0,53% PDB

  • Persetujuan RKAB batu bara 2026 capai 250–300 juta ton

  • Pemerintah targetkan empat proyek WtE beroperasi awal 2028

  • PTBA kantongi RKAB 2026, Arutmin (BUMI) belum

  • TLKM buka opsi konsolidasi aset fiber BUMN, termasuk dari PLN

  • ADMR siapkan capex 2026 USD220–240 juta

  • BBCA dividen yield 4,1%

  • LPCK klarifikasi, hibahkan lahan Rp180 miliar untuk rusun subsidi

  • KEJU buyback Rp28 M

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 7.137,21 -224,91 (-3,05%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

-1,19%

⛰️ Basic Materials

-3,87%

๐Ÿ’ฐ Financials

-1,60%

๐Ÿš‚ Transportations

-3,87%

๐Ÿ’ป Technology

-3,41%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

-2,18%

๐Ÿญ Industrials

-3,46%

⚡️ Energy

-2,86%

๐Ÿ‘— Cyclicals

-3,55%

๐Ÿ—️ Infrastructures

-3,64%

๐Ÿ  Properties

-1,79%

Macro Moves

APBN 2M26: Defisit 0,53% PDB

APBN mencetak defisit bulanan senilai Rp81 triliun pada Februari 2026 (vs. Jan-26: defisit Rp55 triliun), sehingga defisit selama 2M26 menjadi sebesar Rp136 triliun, setara 0,53% dari PDB (vs. 2M25: defisit Rp31 triliun, 0,12% dari PDB). Defisit pada 2M26 ini menandakan defisit kumulatif 2M tertinggi sejak 2016. Pendapatan negara pada Februari 2026 tercatat Rp185 triliun (+7,1% MoM; +15,8% YoY), sehingga selama 2M26 mencapai Rp358 triliun (+12,8% YoY). Di sisi lain, belanja negara pada Februari 2026 tercatat Rp266,5 triliun (+17,2% MoM; +59,3% YoY), sehingga secara kumulatif selama 2M26 menjadi Rp494 triliun (+41,9% YoY). 

RKAB Batu Bara 2026 Capai 250–300 Juta Ton

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut bahwa persetujuan RKAB produksi batu bara 2026 telah mencapai 250 – 300 juta ton, dari target kuota nasional 600 juta ton. Tri Winarno mengungkapkan proses persetujuan RKAB masih berjalan. 

Pemerintah Targetkan 4 Proyek WtE Operasi Awal 2028

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy/WtE) mulai beroperasi pada awal 2028, seiring kondisi darurat sampah khususnya di Jakarta. Adapun pengembangan WtE tahap pertama mencakup empat lokasi yang telah dikontrakkan melalui Danantara, yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta, dengan groundbreaking direncanakan pada Juni 2026. Tahap lanjutan akan mengembangkan 14 proyek WtE baru di sejumlah kota besar. 

Ticker Talk

$PTBA Kantongi RKAB 2026, Arutmin ($BUMI) Belum

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan persetujuan RKAB batu bara 2026 mencakup berbagai perusahaan, termasuk pemegang PKP2B, meski belum seluruhnya memperoleh persetujuan. Tri Winarno  menjelaskan bahwa PT Bukit Asam (PTBA) telah mengantongi persetujuan RKAB, sementara PT Arutmin Indonesia (anak usaha PT Bumi Resources / BUMI) masih menunggu keputusan hingga saat ini. Pemerintah belum merinci jumlah pasti perusahaan yang telah disetujui dalam proses RKAB tersebut. 

$TLKM Buka Opsi Konsolidasi Aset Fiber BUMN

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (TLKM), Dian Siswarini, mengatakan TLKM membuka peluang konsolidasi aset fiber milik BUMN lain, termasuk PLN Icon Plus milik PT PLN. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat InfraNexia sebagai FiberCo, sejalan dengan arahan Danantara. Langkah ini juga membuat TLKM menunda pencarian mitra InfraNexia ke tahun selanjutnya. 

$ADMR Siapkan Capex 2026 USD220–240 Juta

PT Adaro Minerals Indonesia (ADMR) memperkirakan belanja modal / capex 2026 di kisaran USD220–240 juta (~Rp3,7–4 triliun), termasuk penyertaan ekuitas pada proyek smelter aluminium melalui anak usaha, PT Kalimantan Aluminium Industry. 

$BBCA Dividen Yield 4,1%

PT Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen senilai Rp281/saham, setara dividend yield 4,1% berdasarkan penutupan BBCA pada Kamis (13/3) di Rp6.900/saham. Tanggal cum date dan pembayaran belum diumumkan. 

$LPCK Klarifikasi Hibah Lahan untuk Rusun Subsidi

PT Lippo Cikarang (LPCK) menyampaikan bahwa nilai buku lahan ~31,3 hektare yang dihibahkan untuk proyek rumah susun bersubsidi mencapai Rp180 miliar, berdasarkan laporan keuangan 2025. Perseroan menegaskan bahwa lahan tersebut berada di area Meikarta yang belum dikembangkan dan tidak berkaitan dengan blok apartemen Meikarta, sementara proyek rusun bersubsidi merupakan program pemerintah dan/atau Danantara. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog