|
Research Mandiri Sekuritas · 16 Maret 2026 | |
|
|
Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3% |
|
|
|
๐ฑ What's Growin' on Today |
| Prabowo tegaskan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3%
Iran pertimbangkan buka terbatas Selat Hormuz dengan transaksi yuan
Pelabuhan Fujairah kembali diserang; ancam jalur ekspor minyak utama UEA
Indonesia tunda KTT D‑8 akibat konflik Timur Tengah
BBCA dividen yield 4,1%
ASII buyback Rp2 T
MBMA buyback Rp1,7 T
PTBA kantongi RKAB batu bara 2026
SSIA target penjualan lahan industri 69 ha pada 2026
PMMP jual aset Rp135 M untuk bayar pinjaman BBCA |
|
|
|
Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 7.022,29 -114,92 (-1,61%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Prabowo tegaskan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3% |
| | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% PDB melalui penghematan atau efisiensi belanja, meski menghadapi risiko kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai defisit APBN sulit dipertahankan di bawah 3% PDB tanpa efisiensi belanja jika harga minyak global naik melampaui asumsi USD70/barel. Airlangga memaparkan sejumlah skenario konflik Iran–Israel–AS, di mana rata rata harga minyak dapat bergerak ke kisaran USD90–USD115/barel, yang berpotensi mendorong defisit melebar secara bertahap hingga sekitar 3,18%–4,06% PDB tergantung durasi konflik. Adapun Airlangga menambahkan, pelebaran defisit di atas 3% PDB hanya dapat dilakukan melalui Perppu dan keputusan Presiden, seperti yang pernah ditempuh saat pandemi. |
|
|
Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz dengan Yuan |
| | Iran disebut mempertimbangkan pembukaan terbatas bagi kapal tanker untuk melewati Selat Hormuz dengan syarat minyak diperdagangkan dalam yuan, menurut laporan CNN yang mengutip sumber anonim Iran via Al Jazeera. |
|
|
Pelabuhan Fujairah Kembali Diserang |
| | Bloomberg melaporkan bahwa Pelabuhan Fujairah, satu‑satunya jalur ekspor minyak utama UEA di luar Selat Hormuz, kembali diserang dua hari setelah insiden serangan drone pertama pada Sabtu, 14 Maret 2026, yang memicu kebakaran dan sempat menghentikan operasi. Pelabuhan ini memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 70 juta barel. Pihak pelabuhan serta ADNOC Gas plc, perusahaan yang mengoperasikan fasilitas pemuatan di lokasi tersebut, menolak untuk berkomentar. |
|
|
Indonesia Tunda KTT D‑8 Akibat Konflik Timur Tengah |
| | Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia menunda pelaksanaan KTT D‑8 (Developing-8) di Jakarta akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Agenda yang sedianya berlangsung pada 12–15 April 2026, termasuk pertemuan menteri dan komisaris, ditunda bersamaan dengan penundaan pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam yang dijadwalkan 9–10 April 2026 di Baghdad. |
|
|
|
|
| PT Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen senilai Rp281/saham, setara dividend yield 4,1% berdasarkan penutupan BBCA pada Jumat (13/3) di Rp6.875/saham. Cum date pada 27 Maret 2026, dengan pembayaran pada 8 April 2026. |
|
|
| | PT Astra International (ASII) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp2 triliun. Periode buyback direncanakan akan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 16 Maret – 15 Juni 2026. |
|
|
| PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp1,7 triliun. Periode buyback direncanakan akan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 17 Maret – 16 Juni 2026. |
|
|
$PTBA Kantongi RKAB Batu Bara 2026 | | PT Bukit Asam (PTBA) telah memperoleh persetujuan RKAB produksi batu bara 2026 dari Kementerian ESDM dengan kuota maksimal 53,2 juta ton. Perseroan menilai kuota tersebut menjaga tren produksi yang stabil dan cenderung meningkat dibandingkan beberapa tahun terakhir. |
|
|
$SSIA Target Penjualan Lahan Industri 69 ha di 2026 | |
| PT Surya Semesta Internusa (SSIA) menargetkan penjualan lahan industri seluas 69 ha pada 2026, terutama berasal dari kawasan Subang Smartpolitan dan Surya Cipta City of Industry Karawang. Perseroan memproyeksikan kontribusi terbesar (60 ha) berasal dari Subang Smartpolitan seiring meningkatnya minat tenant internasional, termasuk sektor kendaraan listrik. Sementara itu, Karawang memasuki fase maturitas dengan sisa lahan terbatas. Ke depan, fokus pertumbuhan SSIA akan diarahkan ke pengembangan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri dan kota berkelanjutan di Jawa Barat. |
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar