|
|
Research Mandiri Sekuritas · 16 April 2026 |
|
|
|
AS–Iran Pertimbangkan Perpanjangan Gencatan Senjata, Hormuz Masih Tertutup
|
|
|
|
|
π± What's Growin' on Today |
|
AS–Iran pertimbangkan perpanjangan gencatan senjata, Hormuz masih tertutup
AS kirim peringatan sanksi ke dua bank China terkait transaksi Iran
INA jadi anchor investor platform investasi China–ASEAN USD1 M
Prajogo Pangestu jual CUAN Rp774 M
UNTR bagi dividen Rp1.096/saham
AALI dividend yield 4,15%
AADI buyback Rp5 T
ELPI kantongi pinjaman Rp633 M untuk akuisisi kapal MPSV
SINI rights issue 721 juta, untuk akuisisi anak usaha PTRO
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 7.621,38 -2,2 (-0,03%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
AS–Iran Pertimbangkan Perpanjangan Gencatan Senjata |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna memberi waktu tambahan bagi perundingan damai, meskipun Selat Hormuz masih tertutup dan menjadi titik ketegangan utama.
|
|
|
AS Kirim Peringatan Sanksi ke Dua Bank China |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan Departemen Keuangan AS telah mengirim surat peringatan kepada dua bank China terkait risiko sanksi apabila terbukti memfasilitasi transaksi yang berkaitan dengan Iran. Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan dinilai sensitif menjelang rencana pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dengan Presiden China, Xi Jinping, pada pertengahan Mei 2026.
|
|
|
INA jadi Anchor Investor Platform Investasi China–ASEAN |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia, melalui Indonesia Investment Authority (INA), menjadi anchor investor dalam program Galaxy Orientis China–ASEAN Investment Platform yang menargetkan dana sebesar USD1 miliar dengan first close sekitar USD520 juta. Platform ini dibentuk melalui kerja sama sovereign‑to‑sovereign antara Indonesia Investment Authority (INA), China Investment Corporation (CIC), dan State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ). |
|
|
|
|
|
|
Prajogo Pangestu Jual $CUAN Rp774 M |
|
|
Pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) , Prajogo Pangestu, menjual ~532 juta (0,47%) saham CUAN dengan harga rata-rata Rp1.456/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp774 miliar, bertujuan untuk menambah saham free float. Transaksi dilakukan pada 10 - 15 April 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di CUAN menjadi ~82,39%.
|
|
|
$UNTR Bagi Dividen Rp1.096/saham |
|
|
PT United Tractors (UNTR) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp1.096/saham, setara dividend yield 3,48% berdasarkan penutupan UNTR pada Rabu (15/4) di Rp31.475/saham. Cum date belum di umumkan dan pembayaran pada 18 Mei 2026.
|
|
|
$AALI Dividend Yield 4,15% |
|
|
PT Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp335/saham, setara dividend yield 4,15% berdasarkan penutupan AALI pada Rabu (15/4) di Rp8.075/saham. Cum date belum di umumkan dan pembayaran pada 13 Mei 2026.
|
|
|
|
|
PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp5 triliun. Periode buyback direncanakan akan berlangsung selama 12 bulan dengan tanggal pelaksanaan sejak 23 Mei 2026. Rencana ini menunggu persetujuan RUPST yang direncanakan pada 22 Mei 2026.
|
|
|
$ELPI Kantongi Pinjaman untuk Akuisisi Kapal MPSV
|
|
|
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) melalui anak usahnya, ELPI Trans Cargo, memperoleh fasilitas pinjaman non-perbankan senilai ~Rp633 miliar untuk pembiayaan lelang kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Borbon Evolution 805 yang diadakan oleh Shipbid Exchange Pte Ltd di Singapura. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga 9% per tahun dengan jangka waktu maksimal 9 bulan sejak tanggal perjanjian atau hingga dilakukan refinancing.
|
|
|
$SINI Rights Issue 721 juta, Akuisisi Anak Usaha $PTRO |
|
|
PT Singaraja Putra (SINI) akan melakukan right issue sebanyak ~721 juta saham. Harga dan rasio belum diumumkan. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mengakuisisi anak usaha, PT Petrosea (PTRO), Kemilau Mulia Sakti senilai ~Rp1,7 triliun, pembayaran lebih awal utang dan modal kerja perseroan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 26 Mei 2026.
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar