|
|
Research Mandiri Sekuritas · 8 April 2026 |
|
|
|
AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu dan Pembukaan Selat Hormuz |
|
|
|
|
π± What's Growin' on Today |
|
AS–Iran sepakati gencatan senjata dua minggu dan pembukaan Selat Hormuz
FTSE pertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market
Cadangan devisa Indonesia Maret 2026
BIPI akuisisi entitas grup OASA perkuat portofolio energi hijau
PTPP catat kontrak baru Rp3,87 T hingga Februari 2026
INTP akhiri buyback dan sisa dana untuk operasional serta dividen
ROTI dividen yield 10,6%
CASH rights issue 997 juta, potensi dilusi 41,05%
KKGI kantongi RKAB 2026 2 juta MT turun 44% dari usulan awal
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 7.279,21 +308,18 (+4,42%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Minggu
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, dengan imbalan pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz oleh Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan AS akan menghentikan serangan terhadap Iran selama periode tersebut, sementara Iran menegaskan arus pelayaran di Hormuz dapat dibuka melalui koordinasi militer. Kesepakatan ini bersifat sementara dan dimaksudkan memberi waktu bagi perundingan lanjutan untuk mengakhiri perang.
|
|
|
FTSE Pertahankan Status Indonesia |
|
|
FTSE Russell menyatakan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tetap tidak berubah dan tidak dimasukkan ke Watch List. FTSE akan terus memantau implementasi reformasi pasar modal Indonesia. Perlakuan terhadap saham Indonesia akan dikonfirmasi menjelang review indeks Juni 2026.
|
|
|
Cadangan Devisa Indonesia Maret 2026
|
|
|
Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi sebesar USD148,2 miliar pada Maret 2026 (vs. Feb-26: USD151,9 miliar). Penurunan posisi cadangan devisa tersebut bersumber dari penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. |
|
|
|
|
|
|
$BIPI Akuisisi $OASA Perkuat Portofolio Energi Hijau
|
|
|
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) membeli 20% saham perusahaan pengelolahan limbah dan energi milik PT Maharaksa Biru Energi (OASA) yaitu, Maharaksa Kapital Indonesia dan Indoplas Makmur Lestari dengan total transaksi sebesar Rp520 juta. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi penguatan portofolio investasi Perseroan di sektor energi berkelanjutan. |
|
|
$PTPP Catat Kontrak Baru Rp3,87 T Hingga Feb 2026
|
|
|
PT PP (PTPP) mencatat pertumbuhan kontrak baru sebesar 32,96% secara tahunan menjadi Rp3.87 triliun hingga Februari 2026, dengan proyek pemerintah mendominasi perolehan kerja sebesar 73%. Kontrak baru tersebut ditopang sejumlah proyek strategis, antara lain RSU Adhyaksa Jakarta senilai ~Rp266 miliar, proyek Sibolga–Barus ~Rp264 Miliar, serta Jetty dan Prasarana Pantai Lamongan Rp234 miliar. Capaian ini memperkuat kinerja operasional perseroan dan menjadi modal menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri konstruksi. |
|
|
$INTP Akhiri Buyback Lebih Awal
|
|
|
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melaporkan telah menghentikan buyback lebih awal dan sudah merealisasikan buyback saham sebanyak ~66 juta (1,88%) lembar dengan nilai mencapai ~Rp438 miliar pada harga rata-rata Rp6.610/saham periode 22 Mei 2025 - 21 Mei 2026. Realisasi tersebut setara ~19% dari anggaran rencana buyback awal sebesar ~Rp2 triliun yang disetujui dalam RUPSLB pada 21 Mei 2025. Sisa dana buyback saham akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dan kebijakan distribusi kepada pemegang saham, termasuk rencana pembagian dividen.
|
|
|
$ROTI Dividen Yield 10,6% |
|
|
PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp80,04/saham, setara dividend yield 10,6% berdasarkan penutupan ROTI pada Senin (7/4) di Rp755/saham. Cum date pada 15 April 2026, dengan pembayaran pada 24 April 2026.
|
|
|
$CASH Rights Issue 997 juta, Potensi Dilusi 41,05%
|
|
|
PT Cashlez Worldwide Indonesia (CASH) akan melakukan right issue sebanyak ~997 juta saham, dengan efek dilusi 41,05%. Harga pelaksanaan Rp238/lembar dan rasio 168:117, sehingga jumlah dana yang diterima Perseroan sebesar ~Rp237 miliar. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pembayaran utang, modal kerja, dan belanja modal Perseroan. |
|
|
$KKGI Kantongi RKAB 2026 2 juta MT
|
|
|
PT Resource Alam Indonesia (KKGI) menyampaikan bahwa anak usahanya, Insani Baraperkasa, memperoleh persetujuan RKAB 2026 dengan volume produksi ~2 juta MT, lebih rendah dari usulan awal sebesar 4 juta MT, sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM. Penurunan volume produksi sekitar 44% ini berpotensi menekan kinerja operasional dan pendapatan Perseroan, dengan indikasi penurunan potensi pendapatan lebih dari 20% dibandingkan proyeksi awal. |
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar