Rabu, 08 April 2026

πŸ”΅ AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Minggu

Research Mandiri Sekuritas · 8 April 2026 

AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu dan Pembukaan Selat Hormuz

🌱 What's Growin' on Today

  • AS–Iran sepakati gencatan senjata dua minggu dan pembukaan Selat Hormuz

  • FTSE pertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market

  • Cadangan devisa Indonesia Maret 2026

  • BIPI akuisisi entitas grup OASA perkuat portofolio energi hijau

  • PTPP catat kontrak baru Rp3,87 T hingga Februari 2026

  • INTP akhiri buyback dan sisa dana untuk operasional serta dividen

  • ROTI dividen yield 10,6%

  • CASH rights issue 997 juta, potensi dilusi 41,05%

  • KKGI kantongi RKAB 2026 2 juta MT turun 44% dari usulan awal

Market Recap

Performa IHSG:


πŸ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 7.279,21 +308,18 (+4,42%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

πŸ’Š Healthcare

+1,85%

⛰️ Basic Materials

+8,79%

πŸ’° Financials

+2,63%

πŸš‚ Transportations

+3,37%

πŸ’» Technology

+4,19%

πŸ” Non-Cyclicals

+3,12%

🏭 Industrials

+6,06%

⚡️ Energy

+3,85%

πŸ‘— Cyclicals

+4,39%

πŸ—️ Infrastructures

+6,27%

🏠 Properties

+3,55%

Macro Moves

AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Minggu 

Bloomberg melaporkan bahwa AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, dengan imbalan pembukaan penuh dan aman Selat Hormuz oleh Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan AS akan menghentikan serangan terhadap Iran selama periode tersebut, sementara Iran menegaskan arus pelayaran di Hormuz dapat dibuka melalui koordinasi militer. Kesepakatan ini bersifat sementara dan dimaksudkan memberi waktu bagi perundingan lanjutan untuk mengakhiri perang. 

FTSE Pertahankan Status Indonesia 

FTSE Russell menyatakan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market tetap tidak berubah dan tidak dimasukkan ke Watch List. FTSE akan terus memantau implementasi reformasi pasar modal Indonesia. Perlakuan terhadap saham Indonesia akan dikonfirmasi menjelang review indeks Juni 2026. 

Cadangan Devisa Indonesia Maret 2026

Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi sebesar USD148,2 miliar pada Maret 2026 (vs. Feb-26: USD151,9 miliar). Penurunan posisi cadangan devisa tersebut bersumber dari penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. 

Ticker Talk

$BIPI Akuisisi $OASA Perkuat Portofolio Energi Hijau

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) membeli 20% saham perusahaan pengelolahan limbah dan energi milik PT Maharaksa Biru Energi (OASA) yaitu, Maharaksa Kapital Indonesia dan Indoplas Makmur Lestari dengan total transaksi sebesar Rp520 juta. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi penguatan portofolio investasi Perseroan di sektor energi berkelanjutan. 

$PTPP Catat Kontrak Baru Rp3,87 T Hingga Feb 2026

PT PP (PTPP) mencatat pertumbuhan kontrak baru sebesar 32,96% secara tahunan menjadi Rp3.87 triliun hingga Februari 2026, dengan proyek pemerintah mendominasi perolehan kerja sebesar 73%. Kontrak baru tersebut ditopang sejumlah proyek strategis, antara lain RSU Adhyaksa Jakarta senilai ~Rp266 miliar, proyek Sibolga–Barus ~Rp264 Miliar, serta Jetty dan Prasarana Pantai Lamongan Rp234 miliar. Capaian ini memperkuat kinerja operasional perseroan dan menjadi modal menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri konstruksi.

$INTP Akhiri Buyback Lebih Awal

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melaporkan telah menghentikan buyback lebih awal dan sudah merealisasikan buyback saham sebanyak ~66 juta (1,88%) lembar dengan nilai mencapai ~Rp438 miliar pada harga rata-rata Rp6.610/saham periode 22 Mei 2025 - 21 Mei 2026. Realisasi tersebut setara ~19% dari anggaran rencana buyback awal sebesar ~Rp2 triliun yang disetujui dalam RUPSLB pada 21 Mei 2025. Sisa dana buyback saham akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dan kebijakan distribusi kepada pemegang saham, termasuk rencana pembagian dividen. 

$ROTI Dividen Yield 10,6%

PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp80,04/saham, setara dividend yield 10,6% berdasarkan penutupan ROTI pada Senin (7/4) di Rp755/saham. Cum date pada 15 April 2026, dengan pembayaran pada 24 April 2026. 

$CASH Rights Issue 997 juta, Potensi Dilusi 41,05%

PT Cashlez Worldwide Indonesia (CASH) akan melakukan right issue sebanyak ~997 juta saham, dengan efek dilusi 41,05%. Harga pelaksanaan Rp238/lembar dan rasio 168:117, sehingga jumlah dana yang diterima Perseroan sebesar ~Rp237 miliar. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pembayaran utang, modal kerja, dan belanja modal Perseroan.

$KKGI Kantongi RKAB 2026 2 juta MT 

PT Resource Alam Indonesia (KKGI) menyampaikan bahwa anak usahanya, Insani Baraperkasa, memperoleh persetujuan RKAB 2026 dengan volume produksi ~2 juta MT, lebih rendah dari usulan awal sebesar 4 juta MT, sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM. Penurunan volume produksi sekitar 44% ini berpotensi menekan kinerja operasional dan pendapatan Perseroan, dengan indikasi penurunan potensi pendapatan lebih dari 20% dibandingkan proyeksi awal.

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog