| Research Mandiri Sekuritas · 1 April 2026 | |
|
| BEI Tetapkan Aturan Batas Minimum Free Float Saham Menjadi 15% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| BEI tetapkan aturan free float PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 ekspansi Inflasi Indonesia Maret 3,48% YoY Neraca dagang Indonesia Februari 2026 surplus USD1,28 M ANTM ikut lelang blok emas Arab Saudi proses tertunda UNTR kembali buyback saham Rp2 T SILO akuisisi 14 properti rumah sakit First REIT Rp9 T LPKR akuisisi tanah dan Lippo Plaza Baubau SGD53,3 Juta RATU rencana akuisisi SMS Development USD122 Juta Update laba bersih emiten 12M25 |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 7.184,44 +136,22 (+1,93%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | BEI Tetapkan Aturan Free Float |
| | Bursa Efek Indonesia menerbitkan ketentuan baru yang menaikkan batas minimum free float saham menjadi 15% dengan definisi free float yang diperbarui, efektif berlaku mulai 31 Maret 2026. Untuk IPO, persyaratan free float kini bersifat bertahap sebesar 15%, 20%, atau 25% tergantung kapitalisasi pasar, sementara emiten eksisting diberikan masa transisi hingga 2027–2029 sesuai ukuran dan struktur free float masing masing. |
|
| PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026: Ekspansi |
| | Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2026 menurun ke level 50,1 (vs. Feb-26: 53,8). Level PMI ini menandai fase ekspansi (di atas level 50), sekaligus menjadi fase ekspansi kedelapan kali secara berturut-turut. |
|
| Inflasi Indonesia Maret: 3,48% YoY |
| | Indonesia pada Maret 2026 mencatatkan inflasi sebesar 3,48% YoY (vs. Feb-26: 4,76% YoY). Level ini masih berada dalam rentang target BI di level 1,5 – 3,5%. Level ini juga berada di bawah estimasi konsensus sebesar 3,6%. Secara bulanan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,41% MoM (vs. Feb-26: 0,68% MoM). Inflasi inti (core inflation) pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,52% YoY (vs. Feb-26: 2,63%).
|
|
| Neraca Dagang Indonesia Februari 2026: Surplus |
| | Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD1,28 miliar pada Februari 2026 (vs. Jan-26: USD954 juta). Level ini berada di bawah estimasi konsensus sebesar USD1,55 miliar. Impor naik menjadi USD20,8 miliar (+10,85% YoY). Ekspor juga naik menjadi USD22,2 miliar (+1,01% YoY). |
|
| | | $ANTM Ikut Lelang Blok Emas Arab Saudi Proses Tunda | |
| PT Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun pada 4Q25 (-3% QoQ; -15% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp7,2 triliun (+98% YoY). Hasil ini di bawah ekspektasi Mansek namun sejalan dengan konsensus, mencapai 90-98% dari estimasi FY25F. Performa 4Q25 terutama didorong oleh pendapatan nikel dan emas yang lebih rendah dari ekspektasi, masing-masing hanya mencapai 87–90% dari estimasi FY25F Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat sebesar Rp12,6 triliun (-3% QoQ; -51% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp84,6 triliun (+22% YoY). Mansek memiliki rating BUY untuk ANTM. |
|
| $UNTR Kembali Buyback saham Rp2 T |
| | PT United Tractors (UNTR) kembali mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp2 triliun. Periode buyback direncanakan akan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 1 April–30 Juni 2026. Periode sebelumnya UNTR sudah merealisasikan dan menghentikan buyback pada 31 Maret 2026 sebanyak ~36 juta saham dengan nilai ~Rp1 triliun.
|
|
| $SILO Akuisisi 14 Properti Rumah Sakit First REIT | |
| PT Siloam International Hospital (SILO) melalui anak usahanya Megapratama Karya Bersama, melalukan akuisisi atas seluruh saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit yang dimiliki 27 anak usaha First Real Estate Investment Trust asal Singapura dengan nilai total Rp9 triliun. Akuisisi tersebut dilakukan dalam dua tahap, terdiri dari transaksi awal senilai ~Rp5 triliun melalui perjanjian jual beli saham bersyarat atas delapan properti rumah sakit, serta tahap selanjutnya senilai ~Rp4 triliun yang mencakup enam properti melalui mekanisme opsi jual. Perseroan menyatakan pendanaan transaksi berasal dari fasilitas kredit sindikasi, dengan penyelesaian akuisisi masih menunggu persetujuan RUPS. |
|
| $LPKR Akuisisi Tanah dan Lippo Plaza Baubau | |
| PT Lippo Karawaci (LPKR) melalui anak usahanya, Aryaduta Karawaci Management dan Andromeda Sakti, menandatangani perjanjian mengakuisisi tanah seluas 3.029 meter persegi senilai SGD41,2 juta dari Menara Abadi Megah dan membeli Lippo Plaza Baubau senilai SGD12 juta. Sehingga total transaksi sebesar SGD53,3 juta. |
|
| Update Laba Bersih Emiten | |
| ANTM 12M25: laba bersih +98% YoY INDY 12M25: laba bersih -40% YoY PTBA 12M25: laba bersih -43% YoY WIIM 12M25: laba bersih +40% YoY GGRM 12M25: laba bersih +59% YoY CTRA 12M25: laba bersih +25% YoY ACES 12M25: laba bersih -25% YoY INTP 12M25: laba bersih +12% YoY TBIG 12M25: laba bersih +5% YoY FORE 12M25: laba bersih +55% YoY |
|
| |
| |
0 komentar:
Posting Komentar