Senin, 13 April 2026

🔵 Bursa Efek Indonesia Delisting 18 Emiten

Research Mandiri Sekuritas · 13 April 2026 

Bursa Efek Indonesia Delisting 18 Emiten

🌱 What's Growin' on Today

  • AS–Iran gagal capai kesepakatan gencatan senjata

  • Trump perintahkan blokade Selat Hormuz

  • BEI delisting 18 emiten

  • BI perkirakan pertumbuhan 1Q26 di kisaran 5,0–5,2% YoY

  • BBRI dividend yield 6,17%

  • VKTR rights issue 22 M, potensi dilusi 33,33% 

  • DEWA pertimbangkan IPO anak usaha tambang emas tembaga Gayo Mineral

  • INET akuisisi Sarana Global perkuat infrastruktur telekomunikasi

  • AMMN alihkan saham treasuri untuk program ESOP/MSOP

Market Recap

Performa IHSG:


📊 Indeks Harga Saham Gabungan 7.500,19 +41,69 (+0,56%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

💊 Healthcare

-0,23%

⛰️ Basic Materials

+2,36%

💰 Financials

-1,31%

🚂 Transportations

0,00%

💻 Technology

+1,14%

🍔 Non-Cyclicals

+1,27%

🏭 Industrials

+1,84%

⚡️ Energy

+2,64%

👗 Cyclicals

+2,30%

🏗️ Infrastructures

+0,96%

🏠 Properties

+0,19%

Macro Moves

AS–Iran Gagal Capai Kesepakatan Gencatan Senjata

Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah perundingan intensif selama 21 jam di Pakistan, dengan AS menilai Iran menolak syarat utama terkait komitmen non-nuklir dan isu Selat Hormuz. Iran menyatakan sejak awal tidak menargetkan kesepakatan dalam satu pertemuan dan menegaskan proses diplomasi masih akan berlanjut melalui mediator regional. 

Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz

Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memberlakukan blokade Selat Hormuz. Langkah ini diambil menyusul tudingan bahwa Iran memanfaatkan penutupan jalur tersebut untuk menekan pasar energi global, sementara lalu lintas minyak dan LNG dunia yang melewati Selat Hormuz nyaris terhenti

BEI Delisting 18 Emiten

Bursa Efek Indonesia akan mendelisting 7 emiten yang dinyatakan pailit, yakni COWL, MTRA, SRIL, TOYS, SBAT, TDPM , dan TELE. Selain itu, BEI juga medelisting 11 emiten yang disuspensi lebih dari 50 bulan, yaitu LCGP, SUGI, MABA, LMAS, SKYB, ENVY, GOLL, PLAS, UNIT, TRIL, dan DUCK. BEI mengimbau seluruh emiten terdampak untuk melakukan buyback saham sebelum delisting pada periode 11 Mei – 9 November 2026 dan efektif delisting pada 10 November 2026. 

BI Perkirakan Pertumbuhan 1Q26 

Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 1Q26 berada di kisaran 5,0–5,2% YoY. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukan fenomena terisolasi di tengah memburuknya kondisi global dan kenaikan premi risiko, sehingga BI terus melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar spot, DNDF, dan NDF offshore. 

Ticker Talk

$BBRI Dividend Yield 6,17%

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp209/saham, setara dividend yield 6,17% berdasarkan penutupan BBRI pada Jumat (10/4) di Rp3.390/saham. Cum date dan pembayaran belum diumumkan. 

$VKTR Rights Issue 22 M, Potensi Dilusi 33,33%

PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) akan melakukan right issue sebanyak ~22 miliar saham, dengan efek dilusi 33,33%. Harga dan rasio belum diumumkan. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal ke anak usaha untuk mendukung pengembangan bisnis. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB yang direncanakan pada 19 Mei 2026. 

$DEWA Pertimbangkan IPO Tambang Emas Tembaga 

Direktur PT Darma Henwa (DEWA) , Ricardo Silaen, menjelaskan bahwa DEWA mempertimbangkan rencana IPO anak usahanya di tambang emas dan tembaga, PT Gayo Mineral Resources, sebagai opsi pendanaan dan monetisasi aset jangka menengah panjang. Ricardo juga menjelaskan perseroan memprioritaskan penyelesaian eksplorasi untuk memastikan cadangan dan mendukung pengembangan tambang tembaga bawah tanah. 

$INET Akuisisi Sarana Global Perkuat Telekomunikasi

PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) berencana mengakuisisi 60% saham Sarana Global Indonesia melalui penyertaan saham baru dengan nilai transaksi ~Rp280 miliar. Perusahaan yang diakuisisi bergerak di bidang kontraktor telekomunikasi, khususnya penggelaran dan perbaikan kabel fiber optik bawah laut serta layanan managed service. Akuisisi ini bertujuan memperkuat kapabilitas end to end infrastruktur telekomunikasi INET, memperluas jaringan backbone, serta membuka peluang pendapatan baru dari jasa instalasi pihak ketiga. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB yang direncanakan pada 19 Mei 2026. 

$AMMN Alihkan Saham Treasuri untuk ESOP/MSOP

PT Amman Mineral Internasional (AMMN) berencana mengalihkan seluruh saham treasury sebanyak ~106 juta (~0,15%) untuk program ESOP/MSOP. Saham treasury tersebut merupakan hasil buyback saham senilai ~Rp788 miliar. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang rencanakan pada 19 Mei 2026. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog