|
|
Research Mandiri Sekuritas · 30 April 2026 |
|
|
|
The Fed Mempertahankan Fed Rate di level 3,5%–3,75%
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Fed Rate ditahan di 3,5-3,75%
AS tolak proposal Iran buka Selat Hormuz, blokade laut tetap berlaku
BBLD tandatangani fasilitas kredit Rp200 M dari BCIC
SMMT tandatangni fasilitas kredit Rp900 M dari BMRI
ABMM targetkan pendapatan USD1 M di 2026
BBRM bangun kapal PSV USD22 Juta
BMAS terima pinjaman afiliasi USD285 Juta dari Kasikornbank
Update laba bersih 3M26
Dividen update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.956,8 -144,42 (-2,03%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fed Rate ditahan di 3,5-3,75%
|
|
|
The Fed mempertahankan Fed Rate di level 3,5%–3,75% pada pertemuan April 2026, sesuai ekspektasi pasar, setelah tiga kali ditahan berturut‑turut. Meski demikian, keputusan ini tidak bulat, dengan pemungutan suara 8–4 yang menjadi pertama kalinya sejak Oktober 1992. The Fed menegaskan komitmen untuk mencapai target inflasi 2% dalam jangka panjang, serta arah kebijakan ke depan tetap bergantung pada data dan keseimbangan risiko. |
|
|
AS Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menegaskan blokade laut akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Di saat yang sama, AS juga tengah mempertimbangkan opsi militer tambahan, termasuk pengerahan sistem senjata jarak jauh ke wilayah Iran. |
|
|
|
|
|
|
$BBLD tandatangani fasilitas kredit Rp200 M dari $BCIC
|
|
|
PT Buana Finance (BBLD) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Jtrust Indonesia (BCIC) berupa tambahan Executing Multifinance sebesar Rp200 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan yaitu pemberian kredit consumer finance. |
|
|
$SMMT tandatangni fasilitas kredit Rp900 M dari $BMRI |
|
|
PT Golden Eagle Energy (SMMT) melalui anak usahanya, Triaryani, menandatangani perjanjian fasilitas kredit pemanfaatan devisa hasil ekspor sumber daya alam dengan PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp900 miliar. Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.
|
|
|
$ABMM targetkan pendapatan USD1 M di 2026 |
|
|
PT ABM Investama (ABMM) menargetkan tambahan pendapatan dari akuisisi tambang baru, yakni Nirmala Coal Nusantara dan Piranti Jaya Utama, yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Operasi komersial NCN ditargetkan berjalan pada 2026 dengan kapasitas 2–2,5 juta ton per tahun, sementara PJU diharapkan mulai produksi pada 2027 dengan kapasitas hingga 5 juta ton per tahun dan fokus ekspor batu bara kalori tinggi ke Asia Timur. Pada 2026, manajemen membidik pendapatan sekitar USD1 miliar dan laba bersih USD80 juta, seiring belanja modal USD85 juta yang masih berpotensi meningkat jika terdapat peluang akuisisi aset baru.
|
|
|
$BBRM bangun kapal PSV USD22 Juta
|
|
|
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) mengumumkan rencana pembangunan satu unit Platform Support Vessel dari JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry dengan nilai sekitar USD22 juta, setara 49,69% dari total ekuitas. Transaksi tersebut dilakukan sebagai strategi peningkatan aset serta pendapatan, sehingga setelah realisasi Perseroan akan mengoperasikan satu kapal SPB, satu kapal PSV, dan lima kapal Offshore Support Vessel. |
|
|
$BMAS terima pinjaman afiliasi dari Kasikornbank
|
|
|
PT Bank Maspion Indonesia (BMAS) menerima fasilitas pinjaman bilateral sebesar USD285 juta dari Kasikornbank, yang merupakan transaksi afiliasi material dengan pemegang saham pengendali. Pinjaman bertenor dua tahun dengan bunga SOFR plus margin ini digunakan untuk mendukung likuiditas jangka panjang dan penyaluran kredit. Kasikornbank merupakan ultimate shareholder Perseroan melalui kepemilikan tidak langsung sebesar 86,03%.
|
|
|
|
|
BBRI 3M26: laba bersih +13% YoY
HMSP 3M26: laba bersih +7% YoY
UNVR 3M26: laba bersih +14% YoY
INCO 3M26: laba bersih +100% YoY
PGEO 3M26: laba bersih +40% YoY
ERAA 3M26: laba bersih +123% YoY
MAPI 3M26: laba bersih +33% YoY
MAPA 3M26: laba bersih +38% YoY
PWON 3M26: laba bersih +29% YoY
CMRY 3M26: laba bersih +16% YoY
WIIM 3M26: laba bersih +103% YoY
MDIY 3M26: laba bersih +36% YoY
MDLA 3M26: laba bersih +6% YoY
DEWA 3M26: laba bersih +35% YoY
|
|
|
|
|
BMRI bagikan dividen ~Rp377/saham, setara dividend yield 8,5%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
BJBR bagikan dividen Rp85,54/saham, setara dividend yield 9,8%. Cum date pada 7 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.
AMAG bagikan dividen Rp30/saham, setara dividend yield 6,9%. Cum date pada 6 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.
ABMM bagikan dividen Rp96,3/saham, setara dividend yield 3,2%. Cum date belum diumumkan, sementara pembayaran pada 28 Mei 2026.
SMSM bagikan dividen Rp25/saham, setara dividend yield 1,3%. Cum date pada 8 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar