Kamis, 30 April 2026

🔵 The Fed Mempertahankan Fed Rate di level 3,5%–3,75%

Research Mandiri Sekuritas · 30 April 2026 

The Fed Mempertahankan Fed Rate di level 3,5%–3,75%

🌱 What's Growin' on Today

  • Fed Rate ditahan di 3,5-3,75%

  • AS tolak proposal Iran buka Selat Hormuz, blokade laut tetap berlaku

  • BBLD tandatangani fasilitas kredit Rp200 M dari BCIC

  • SMMT tandatangni  fasilitas kredit Rp900 M dari BMRI

  • ABMM targetkan pendapatan USD1 M di 2026

  • BBRM bangun kapal PSV USD22 Juta

  • BMAS terima pinjaman afiliasi USD285 Juta dari Kasikornbank  

  • Update laba bersih 3M26

  • Dividen update 

Market Recap

Performa IHSG:


📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.956,8 -144,42 (-2,03%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

💊 Healthcare

-1,15%

⛰️ Basic Materials

-2,90%

💰 Financials

-1,73%

🚂 Transportations

-0,80%

💻 Technology

-0,93%

🍔 Non-Cyclicals

-2,19%

🏭 Industrials

-2,95%

⚡️ Energy

-1,08%

👗 Cyclicals

-1,84%

🏗️ Infrastructures

-2,93%

🏠 Properties

-2,19%

Macro Moves

Fed Rate ditahan di 3,5-3,75%  

The Fed mempertahankan Fed Rate di level 3,5%–3,75% pada pertemuan April 2026, sesuai ekspektasi pasar, setelah tiga kali ditahan berturut‑turut. Meski demikian, keputusan ini tidak bulat, dengan pemungutan suara 8–4 yang menjadi pertama kalinya sejak Oktober 1992. The Fed menegaskan komitmen untuk mencapai target inflasi 2% dalam jangka panjang, serta arah kebijakan ke depan tetap bergantung pada data dan keseimbangan risiko.

AS Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz

Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menegaskan blokade laut akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Di saat yang sama, AS juga tengah mempertimbangkan opsi militer tambahan, termasuk pengerahan sistem senjata jarak jauh ke wilayah Iran. 

Ticker Talk

$BBLD tandatangani fasilitas kredit Rp200 M dari $BCIC

PT Buana Finance (BBLD) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Jtrust Indonesia (BCIC) berupa tambahan Executing Multifinance sebesar Rp200 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan yaitu pemberian kredit consumer finance. 

$SMMT tandatangni  fasilitas kredit Rp900 M dari $BMRI

PT Golden Eagle Energy (SMMT) melalui anak usahanya, Triaryani, menandatangani perjanjian fasilitas kredit pemanfaatan devisa hasil ekspor sumber daya alam dengan PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp900 miliar. Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. 

$ABMM targetkan pendapatan USD1 M di 2026

PT ABM Investama (ABMM) menargetkan tambahan pendapatan dari akuisisi tambang baru, yakni Nirmala Coal Nusantara dan Piranti Jaya Utama, yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Operasi komersial NCN ditargetkan berjalan pada 2026 dengan kapasitas 2–2,5 juta ton per tahun, sementara PJU diharapkan mulai produksi pada 2027 dengan kapasitas hingga 5 juta ton per tahun dan fokus ekspor batu bara kalori tinggi ke Asia Timur. Pada 2026, manajemen membidik pendapatan sekitar USD1 miliar dan laba bersih USD80 juta, seiring belanja modal USD85 juta yang masih berpotensi meningkat jika terdapat peluang akuisisi aset baru. 

$BBRM bangun kapal PSV USD22 Juta

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) mengumumkan rencana pembangunan satu unit Platform Support Vessel dari JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry dengan nilai sekitar USD22 juta, setara 49,69% dari total ekuitas. Transaksi tersebut dilakukan sebagai strategi peningkatan aset serta pendapatan, sehingga setelah realisasi Perseroan akan mengoperasikan satu kapal SPB, satu kapal PSV, dan lima kapal Offshore Support Vessel.

$BMAS terima pinjaman afiliasi dari Kasikornbank

PT Bank Maspion Indonesia (BMAS) menerima fasilitas pinjaman bilateral sebesar USD285 juta dari Kasikornbank, yang merupakan transaksi afiliasi material dengan pemegang saham pengendali. Pinjaman bertenor dua tahun dengan bunga SOFR plus margin ini digunakan untuk mendukung likuiditas jangka panjang dan penyaluran kredit. Kasikornbank merupakan ultimate shareholder Perseroan melalui kepemilikan tidak langsung sebesar 86,03%.  

Update Laba Bersih

  • BBRI 3M26: laba bersih +13% YoY  

  • HMSP 3M26: laba bersih +7% YoY  

  • UNVR 3M26: laba bersih +14% YoY  

  • INCO 3M26: laba bersih +100% YoY  

  • PGEO 3M26: laba bersih +40% YoY  

  • ERAA 3M26: laba bersih +123% YoY  

  • MAPI 3M26: laba bersih +33% YoY  

  • MAPA 3M26: laba bersih +38% YoY  

  • PWON 3M26: laba bersih +29% YoY  

  • CMRY 3M26: laba bersih +16% YoY  

  • WIIM 3M26: laba bersih +103% YoY  

  • MDIY 3M26: laba bersih +36% YoY  

  • MDLA 3M26: laba bersih +6% YoY  

  • DEWA 3M26: laba bersih +35% YoY

Dividend Update

  • BMRI bagikan dividen ~Rp377/saham, setara dividend yield 8,5%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan. 

  • BJBR bagikan dividen Rp85,54/saham, setara dividend yield 9,8%. Cum date pada 7 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.   

  • AMAG bagikan dividen Rp30/saham, setara dividend yield 6,9%. Cum date pada 6 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.  

  • ABMM bagikan dividen Rp96,3/saham, setara dividend yield 3,2%. Cum date belum diumumkan, sementara pembayaran pada 28 Mei 2026.  

  • SMSM bagikan dividen Rp25/saham, setara dividend yield 1,3%. Cum date pada 8 Mei 2026, dengan pembayaran pada 26 Mei 2026.

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog