|
|
Research Mandiri Sekuritas · 23 April 2026 |
|
|
|
Likuiditas Perekonomian Tumbuh +9,7% YoY pada Maret 2026
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
AS belum tetapkan tenggat damai Iran di tengah ketegangan Selat Hormuz
Exxon Mobil–QatarEnergy ekspor LNG perdana dari Golden Pass Texas
British International Investment targetkan investasi GBP15 M di negara berkembang
M2 Maret 2026: +9,7% YoY
BDMN enggan komentar rumor merger dengan MUFG
LOPI private placement 110 juta saham
IPCC targetkan pertumbuhan pendapatan 10–12% pada 2026
MORA resmi merger dan ganti nama jadi PT Ekamas Mora Republik
Dividend Update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 7.378,61 -163,01 (-2,16%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
AS Belum Tetapkan Tenggat Damai Iran
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat menyatakan belum menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk menyampaikan proposal perdamaian di tengah kebuntuan perundingan dan eskalasi ketegangan di Selat Hormuz. AS mempertahankan blokade kapal dan pelabuhan Iran, yang dinilai Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Iran terus menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh lalu lintas internasional. |
|
|
Exxon Mobil–QatarEnergy ekspor LNG Perdana |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Exxon Mobil dan QatarEnergy telah mengekspor kargo LNG perdana dari fasilitas Golden Pass LNG di Texas, menambah pasokan ke pasar global di tengah terganggunya ekspor gas dari Selat Hormuz. Proyek senilai USD10 miliar ini merupakan terminal ekspor LNG terbesar kesembilan di AS dan menyumbang hampir 20% total ekspor LNG AS saat seluruh unit beroperasi.
|
|
|
British International Investment Lirik Negara Berkembang |
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa British International Investment Plc, lembaga investasi milik pemerintah Inggris, menargetkan investasi sebesar GBP15 miliar dalam lima tahun ke depan di negara berkembang, termasuk Indonesia sebagai salah satu fokus utama. Program ini diarahkan untuk mendukung penurunan emisi di negara dengan pembangkit listrik berbasis batu bara. |
|
|
|
|
|
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2026 tumbuh sebesar +9,7% YoY (vs. Feb-26: +8,7% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% YoY dan uang kuasi sebesar 5,2% YoY.
|
|
|
|
|
|
|
$BDMN enggan komentar rumor merger dengan MUFG |
|
|
PT Bank Danamon Indonesia (BDMN) menyampaikan bahwa manajemen tidak dapat memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar terkait kabar penggabungan usaha atau merger dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), dan menegaskan fokus perseroan tetap pada pengelolaan bisnis sesuai strategi yang ditetapkan. |
|
|
$LOPI private placement 110 juta saham
|
|
|
PT Logisticplus International (LOPI) akan melakukan private placement sebanyak 110 juta (10%) saham, dengan harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, hingga pembelian saham dan aset. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB yang direncanakan pada 2 Juni 2026.
|
|
|
$IPCC targetkan pertumbuhan pendapatan 10–12%
|
|
|
PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) optimistis mencatat pertumbuhan pendapatan 10–12% pada 2026, seiring realisasi pendapatan operasi 2025 sebesar ~Rp930 miliar dan proyeksi 2026 mencapai sekitar ~Rp1 triliun. Pertumbuhan didorong diversifikasi pendapatan melalui tender peralatan OEM, integrasi hulu–hilir layanan, serta peluang impor kendaraan listrik untuk kebutuhan pemerintah.
|
|
|
$MORA resmi merger dan ganti nama
|
|
|
PT Mora Telematika Indonesia (MORA) menyampaikan telah merampungkan penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik yang efektif per 23 April 2026, sekaligus mengubah nama Perseroan menjadi PT Ekamas Mora Republik. Pasca‑merger, PT Innovate Mas Utama menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 48,37% saham, sementara kepemilikan PT Candrakarya Multikreasi terdilusi dari 35,99% menjadi 17,81% dan PT Gema Lintas Benua dari 30,18% menjadi 14,93%.
|
|
|
|
|
ASII bagi dividen senilai Rp292/saham, setara dividend yield 4,4%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
PRDA bagi dividen senilai Rp162,7/saham, setara dividend yield 6,5%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
MINE bagi dividen senilai Rp14,75/saham, setara dividend yield 4%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
CINT bagi dividen senilai Rp13,8/saham, setara dividend yield 6,1%. Cum date belum diumumkan, sementara pembayaran pada 25 Mei 2026.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar