Rabu, 06 Mei 2026

🔵 BI Perketat Pembelian Valas Tunai Tanpa Dokumen

Research Mandiri Sekuritas · 6 Mei 2026 

BI Perketat Pembelian Valas Tunai Tanpa Dokumen, Limit Dipangkas jadi USD25 Ribu

🌱 What's Growin' on Today

  • Pemerintah siapkan skema bagi hasil tambang

  • Pemerintah siapkan insentif PPN-DTP 40–100% untuk kendaraan listrik

  • BI perketat pembelian valas tunai tanpa dokumen, limit dipangkas jadi USD25 ribu

  • TPIA akhiri force majeure pasokan polimer dan monomer

  • Direktur tambah BMRI Rp2 M

  • DCII tandatangi fasilitas kredit investasi Rp17 T dari BBCA

  • MDKA private placement 2 M

  • GOTO klarifikasi pemangkasan take rate dan kepemilikan Danantara

  • SSMS dividend yield 6%

Market Recap

Performa IHSG:


📊 Indeks Harga Saham Gabungan 7.092,47 +35,36 (+0,5%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

💊 Healthcare

-0,65%

⛰️ Basic Materials

+1,91%

💰 Financials

-0,64%

🚂 Transportations

+1,82%

💻 Technology

+1,21%

🍔 Non-Cyclicals

+1,41%

🏭 Industrials

+4,63%

⚡️ Energy

-0,13%

👗 Cyclicals

+0,22%

🏗️ Infrastructures

+0,40%

🏠 Properties

+0,99%

Macro Moves

Pemerintah Siapkan Skema Bagi Hasil Tambang

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan skema baru di sektor pertambangan melalui pola pembagian hasil, termasuk penerapan mekanisme cost recovery dan gross split seperti di sektor migas. Kebijakan ini tetap membuka ruang keterlibatan swasta melalui perizinan dan konsesi, dengan tujuan meningkatkan kontribusi sektor tambang lama maupun proyek baru.

Pemerintah Siapkan Insentif PPN-DTP Kendaraan Listrik

Pemerintah menyiapkan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN-DTP) sebesar 40%–100% untuk pembelian kendaraan listrik guna mempercepat transisi energi dan mendorong hilirisasi industri baterai nasional. Insentif difokuskan pada kendaraan listrik murni berbasis baterai nikel dan non-nikel, dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam serta memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai pasok baterai global.

BI Perketat Pembelian Valas Tunai Tanpa Dokumen

Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia memperketat aturan pembelian valas tunai tanpa dokumen pendukung, dengan batas maksimal diturunkan menjadi USD25 ribu dari sebelumnya USD50 ribu. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan rupiah berada di bawah nilai fundamental, sementara langkah ini menjadi pemangkasan limit kedua dalam kurang dari dua bulan setelah penurunan dari USD100 ribu ke USD50 ribu pada Maret 2026.

Ticker Talk

$TPIA Akhiri Force Majeure Pasokan Polimer & Monomer

PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mengumumkan berakhirnya status force majeure atas pasokan polimer dan monomer seiring stabilnya operasional dan penguatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Perseroan mengamankan pasokan bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional, termasuk optimalisasi fasilitas di Singapura dan pengadaan dari Amerika Serikat, meski menghadapi tantangan logistik dan biaya yang lebih tinggi. Ke depan, produksi ethylene diprioritaskan untuk kebutuhan internal guna mengoptimalkan produksi polypropylene dan polyethylene serta memperkuat ketahanan rantai pasok melalui sinergi grup. 

Direktur Tambah $BMRI Rp2 Miliar

Direktur PT Bank Mandiri (BMRI) , Sunarto, membeli ~450 ribu saham BMRI dengan harga Rp4.395/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp2 miliar. Transaksi dilakukan pada 30 April 2026.  

$DCII Tandatangi Fasilitas Kredit Investasi dari $BBCA

PT DCI Indonesia (DCII) menandatangani perjanjian fasilitas Kredit Investasi dengan PT Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp17 triliun. Fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai belanja modal, pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data, serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak. 

$MDKA Private Placement 2 Miliar

PT Merdeka Copper Gold (MDKA) akan melakukan   private placement sebanyak ~2 miliar (10%) saham, Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS Independen yang direncanakan pada 11 Juni 2026. 

$GOTO Klarifikasi Pemangkasan & Kepemilikan Danantara

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI terkait pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang diumumkan pada 1 Mei 2026, namun hingga tanggal keterbukaan informasi masih menunggu salinan resmi untuk melakukan kajian menyeluruh, termasuk potensi dampak penurunan take rate aplikasi dari 20% menjadi 8%. Perseroan menilai segmen on-demand services masih menjadi kontributor utama sekitar 85% dari total laba per Maret 2026, sehingga kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi profitabilitas dan strategi usaha ke depan. Di sisi lain, Perseroan menyambut positif pembelian saham kurang dari 1% oleh Danantara melalui Bursa sebagai cerminan kepercayaan investor, serta menegaskan belum memiliki rencana aksi korporasi material maupun pemegang saham utama baru dalam 6 bulan ke depan.

$SSMS Dividend Yield 6%

PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp84/saham, setara dividend yield 6% berdasarkan penutupan SSMS pada Selasa (5/5) di Rp1.400/saham. Cum date pada 11 Mei 2026, dengan pembayaran pada 4 Juni 2026.

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog