|
|
Research Mandiri Sekuritas · 22 Mei 2026 |
|
|
|
Pemerintah Akan Dengarkan Pasar dalam Rencana Sentralisasi Ekspor lewat Danantara
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Moody’s dan S&P nilai sentralisasi ekspor komoditas RI berisiko bagi persepsi investor dan kredit
Pemerintah akan dengarkan pasar dalam rencana sentralisasi ekspor lewat Danantara
M2 April 2026: +9,2% YoY
BBCA 4M26: laba bersih +3% YoY
SUPA 4M26: laba bersih +1.169% YoY
BWPT ajukan kuasi reorganisasi hapus saldo defisit Rp3,7 T
MLPT stock split 1:25
VKTR targetkan pertumbuhan pendapatan dua digit di 2026
Dividend Update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.162,05 +67,1 (+1,1%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Moody’s dan S&P: Sentralisasi Ekspor Komoditas Berisiko
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Moody’s dan S&P Global Ratings menilai pengetatan serta sentralisasi kontrol ekspor komoditas Indonesia berpotensi mempengaruhi persepsi investor dan metrik kredit, meski mendukung penerimaan negara dan stabilitas rupiah. Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan kompleksitas operasional serta risiko implementasi dalam jangka pendek.
|
|
|
Pemerintah Dengarkan Pasar dalam Sentralisasi Ekspor
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pemerintah akan mendengarkan pasar dalam implementasi rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, dengan pendekatan yang tetap ramah pasar serta menguntungkan bagi pelaku usaha.
|
|
|
|
|
|
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 tumbuh sebesar +9,2% YoY (vs. Mar-26: +9,7% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 13,6% YoY dan uang kuasi sebesar 4,7% YoY. |
|
|
|
|
|
|
$BBCA 4M26: Laba Bersih +3% YoY
|
|
|
PT Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,8 triliun pada April 2026 (-29% MoM; +6% YoY), sehingga laba bersih selama 4M26 menjadi Rp20,8 triliun (+3% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 34% dari estimasi FY26F. Hasil ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan non-bunga serta penurunan beban provisi, sementara pendapatan bunga bersih relatif flat akibat tekanan imbal hasil aset. PPOP pada 4M26 naik menjadi Rp26,4 triliun (+2% YoY). Kredit naik +5% YoY dengan DPK naik +9% YoY. NIM 4M26 turun ke level 5,6% (vs. 4M25: 6,1%). Adapun beban provisi pada 4M26 turun -16% YoY, sehingga CoC turun menjadi 0,3% (vs. 4M25: 0,4%), di bawah guidance CoC FY26 dari manajemen yang berada di level 0,4–0,5%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BBCA. |
|
|
$SUPA 4M26: Laba Bersih +1.169% YoY |
|
|
PT Super Bank Indonesia (SUPA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp32 miliar pada April 2026 (+8% MoM; +282% YoY), sehingga laba bersih selama 4M26 menjadi Rp110 miliar (+1.169% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 29–30% dari estimasi FY26F. Hasil ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta peningkatan pendapatan non-bunga, seiring pertumbuhan basis nasabah, ekspansi kredit, dan penggunaan transaksi yang lebih luas. PPOP pada 4M26 naik menjadi Rp313 miliar (+266% YoY). Kredit naik +55% YoY dengan DPK naik +98% YoY. NIM 4M26 naik ke level 9,8% (vs. 4M25: 9,4%). Adapun beban provisi pada 4M26 naik +124% YoY, sehingga CoC naik menjadi 4,2% (vs. 4M25: 2,9%). Mansek mempertahankan rating BUY untuk SUPA.
|
|
|
$BWPT Ajukan Kuasi Reorganisasi Hapus Saldo Defisit
|
|
|
PT Eagle High Plantations (BWPT) menyampaikan rencana kuasi reorganisasi untuk mengeliminasi saldo defisit sebesar Rp3,7 triliun melalui penghapusan akumulasi rugi terhadap agio saham, guna memperbaiki struktur ekuitas dan mencerminkan kondisi keuangan yang lebih sehat. Perseroan menilai langkah ini relevan seiring pemulihan kinerja yang tercermin dari tren kenaikan laba sepanjang 2023–2025 serta bertujuan membuka peluang pembagian dividen ke depan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 29 Juni 2026.
|
|
|
|
|
PT Multipolar Technology (MLPT) mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:25. Jadwal awal perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Juli 2026. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 29 Juni 2026.
|
|
|
$VKTR Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 2 Digit
|
|
|
Direktur utama PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), Ardiansyah Bakrie, mengatakan akan menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh mulai beroperasinya fasilitas produksi kendaraan listrik komersial serta produk bus dan truk listrik yang telah dipasarkan dengan ekosistem pelanggan yang terbentuk. Pendapatan utama VKTR berasal dari penjualan bus listrik ke operator dan korporasi domestik, dengan Transjakarta menjadi salah satu pelanggan utama seiring kebutuhan armada bus listrik yang tinggi.
|
|
|
|
|
PPGL bagikan dividen Rp39,5/saham, setara dividend yield 22,2%. Cum date 29 Mei 2026, pembayaran pada 17 Juni 2026.
JSMR bagikan dividen ~Rp156/saham, setara dividend yield 5,2%. Cum date 2 Juni 2026, pembayaran pada 19 Juni 2026.
SCMA bagikan dividen Rp12/saham, setara dividend yield 5,4%. Cum date 3 Juni 2026, pembayaran pada 18 Juni 2026.
NELY bagikan dividen Rp10/saham, setara dividend yield 4,1%. Cum date 2 Juni 2026, pembayaran pada 19 Juni 2026.
PTPS bagikan dividen Rp4,5/saham, setara dividend yield 3,3%. Cum date 29 Mei 2026, pembayaran pada 11 Juni 2026.
GEMA bagikan dividen Rp2/saham, setara dividend yield 2,4%. Cum date 2 Juni 2026, pembayaran pada 19 Juni 2026.
TOWR bagikan dividen Rp6,89/saham, setara dividend yield 1,7%. Cum date 2 Juni 2026, pembayaran pada 19 Juni 2026.
LFLO bagikan dividen ~Rp4,6/saham, setara dividend yield ~1%. Cum date 2 Juni 2026, pembayaran pada 19 Juni 2026.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar