🆕 5 Calon Emiten Siap IPO pada Juli 2026
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.116,7 -0,98% | -Rp1,1 triliun | 17.832 +0,24% | 4.225 -0,49% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 78,7 -1,71% | 131,5-0,04% | 4.681 +0,75% | 17.580 -1,47% |
👋 Stockbitor!
BEI mengumumkan bahwa terdapat 5 calon emiten yang akan melaksanakan IPO pada Juli 2026, dengan 3 di antaranya berasal dari sektor healthcare. Dengan rencana tersebut, realisasi IPO sejak awal 2026 berpotensi mencapai 6 emiten (vs. realisasi 2025: 26 IPO), menyusul listing BSA Logistics Indonesia ($WBSA) pada April 2026. Berikut rangkuman calon emiten berdasarkan urutan jadwal pencatatan sahamnya:
- Niramas Utama ($JELI) — Syariah
Perseroan yang berdiri sejak 1990 ini merupakan produsen makanan dan minuman penutup (dessert) dengan merek Indonesia Nata de Coco (INACO). JELI merupakan market leader pada kategori jelly di saluran modern trade, dengan pangsa pasar mencapai 49,57% per 2025. Potensi raihan dana dari IPO mencapai Rp392 M, dengan ~51% di antaranya ditujukan untuk penyertaan modal ke anak usaha guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
- Nitrasanata Dharma ($JECX) — Syariah
Beroperasi sejak 1984, perseroan merupakan operator jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, yang mencakup 5 rumah sakit dan 11 klinik utama per 2025. Salah satu pemegang saham utama adalah Sarana Meditama Metropolitan ($SAME), anak usaha Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), yang akan memiliki ~25% kepemilikan pasca–IPO. Potensi raihan dana dari IPO mencapai Rp683 M, di mana hingga Rp358 M atau ~52% di antaranya ditujukan sebagai modal kerja.
- Bach Multi Global ($BACH) — Syariah
Perseroan bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. BACH merupakan bagian dari ekosistem grup Djarum, yang dimiliki oleh keluarga Hartono melalui Sarana Menara Nusantara ($TOWR). Entitas TOWR, PT Global Telekomunikasi Prima, memiliki perjanjian opsi untuk membeli saham BACH dari PT Bach Multi Sukses Investama pasca–IPO, yang berpotensi meningkatkan kepemilikan PT Global Telekomunikasi Prima di BACH dari ~25% menjadi ~51%. Potensi raihan dana dari IPO mencapai Rp308 M, dengan ~Rp213 M atau ~69% di antaranya ditujukan sebagai modal kerja.
- Esa Medika Mandiri ($EMMI)
Bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. EMMI memegang hak eksklusif 9 merek medtech global seperti Air Liquide Healthcare dan Medicon, serta melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia. Sebagian besar pelanggan perseroan merupakan rumah sakit pemerintah yang menyumbang ~96% pendapatan EMMI selama 2025. Potensi raihan dana dari IPO mencapai Rp269 M, dengan hingga ~69% di antaranya akan digunakan sebagai modal kerja.
- Prodia Diagnostic Line ($PRDL)
Entitas asosiasi Prodia Widyahusada ($PRDA) ini berdiri sejak 2010 dan memproduksi alat kesehatan in–vitro diagnostic (IVD). Perseroan memproduksi dan merakit alat kesehatan dengan merek sendiri (Proline), merek distributor, maupun merek prinsipal. Potensi raihan dana dari IPO mencapai Rp63 M, dengan ~Rp36 M atau ~57% di antaranya ditujukan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit bank.
Key Takeaway
Kami menilai kembali munculnya emiten–emiten yang akan melangsungkan IPO mengindikasikan bahwa regulator sudah lebih nyaman dengan kualitas calon–calon emiten pendatang dan kondisi stabilitas pasar modal secara umum setelah menempuh beberapa langkah reformasi. Sebagai perbandingan, hanya terdapat 1 IPO selama 1H26, sementara BEI pada awal Juni 2026 mengatakan bahwa terdapat 12 calon emiten yang berada dalam pipeline IPO hingga akhir 2026.
Informasi lebih detail mengenai profil dan valuasi setiap emiten beserta track record underwriter–nya dapat dilihat melalui Unboxing IPO masing–masing pada fitur e–IPO di Stockbit.
👀 MUTU Umumkan 8 Calon Investor Private Placement, Raih Dana Rp30 M
- $MUTU: Mutuagung Lestari mengumumkan bahwa terdapat 8 calon investor yang akan mengambil bagian atas ~309,3 juta saham baru perseroan — setara 9,84% dari modal ditempatkan dan disetor — via private placement dengan harga pelaksanaan Rp97/lembar atau senilai total ~Rp30 M. Calon investor tersebut mencakup: 1) PT Samala Serasi Utama; 2) PT Interra Resources Indonesia Investment; 3) PT Bumi Hijau Sedaya; 4) Leonard Tanubrata; 5) Michael Tjandra Tjoajadi; 6) Andreas Tjahjadi; 7) Ridzki D. Kramadibrata; dan 8) Mohammad Izzan. Perolehan dana dari aksi korporasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan serta perluasan segmen bisnis halal, toksikologi, dan laboratorium pangan. Penyetoran saham dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026, dengan pencatatan pada 29 Juni 2026. Sebagai konteks, PT Samala Serasi Utama merupakan pemegang 1,58% saham di Mitra Investindo ($MITI), sementara Leonard Tanubrata dan Andreas Tjahjadi menjabat sebagai komisaris utama dan direktur utama MITI. Selain itu, PT Interra Resources Indonesia Investment memiliki anak usaha bernama PT Sumber Sari Rejeki yang memegang 1,49% saham MITI.
- $BBRI: Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, membantah rumor yang menyebut bahwa pemerintah memberikan arahan untuk himpunan bank milik negara (Himbara) agar tidak menaikkan suku bunga. Pernyataan Hery muncul di tengah kabar dari Kontan melaporkan bahwa pemerintah memberikan sinyal agar Himbara tidak menaikkan suku bunga kredit pasca–kenaikan BI Rate sebesar 100 bps dalam sebulan terakhir, menyusul pemanggilan para eksekutif Himbara oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan pada Kamis (18/6) pekan lalu. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa pemerintah berharap Himbara tidak terburu–buru menaikkan bunga kredit kepada nasabah.
- $PRDA: Direktur Chandra Asri Pacific ($TPIA), Suryandi, mengatakan bahwa kepemilikan 1,48% saham Prodia Widyahusada oleh TPIA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek yang bersifat finansial dan non–strategis. Suryandi menambahkan bahwa investasi TPIA di PRDA tersebut tidak terkait dengan aksi korporasi, akuisisi, kemitraan strategis, ekspansi usaha, maupun kerja sama bisnis lainnya dengan grup Prodia. Kepemilikan tersebut juga tidak mencerminkan keterlibatan perseroan dalam kegiatan operasional, pengelolaan, maupun pengambilan keputusan strategis di PRDA.
- $KETR: Ketrosden Triasmitra mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan berharap dapat melakukan sinergi usaha dengan calon pengendali baru perseroan, PT Inti Mas Bangun Sejahtera, yang bergerak di bidang infrastruktur kabel serat optik. KETR juga menyebut bahwa perseroan sebelumnya tidak memiliki kerja sama dengan PT Inti Mas Bangun Sejahtera, serta perseroan tidak berencana melakukan delisting. Klarifikasi KETR muncul setelah perseroan mengumumkan bahwa PT Inti Mas Bangun Sejahtera berencana melakukan tender offer sukarela atas 35% saham KETR dengan harga Rp523/saham atau senilai total ~Rp520,1 M pada periode 28 Juli–26 Agustus 2026. Jika terwujud, aksi korporasi ini akan mengakibatkan perubahan ultimate beneficial owner KETR dari Joy Wahyudi menjadi Dian Swastatika Sentosa ($DSSA). Tender offer sukarela ini hanya terlaksana jika 35% saham diserahkan. Jika tidak, maka tender batal dan saham akan dikembalikan.
- $ACES: Aspirasi Hidup Indonesia mencatat same store sales growth (SSSG) +2,1% YoY selama 5M26 (vs. 5M25: -2,7% YoY), sejalan dengan target 2026 dari manajemen di kisaran +2–4% YoY. Hasil tersebut mengindikasikan SSSG pada Mei 2026 berkisar +0,9% YoY (vs. Mei 2025: -4,6% YoY). Pertumbuhan SSSG selama 5M26 ditopang oleh wilayah Jakarta (+4,4% YoY) dan Jawa di luar Jakarta (+3% YoY), sementara wilayah luar Jawa masih terkontraksi tipis -0,2% YoY.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$TINS |
$JSMR |
$AMRT |
$AKRA |
| +7,45% | +7,00% | +4,44% | +3,27% |
Top Loser 🤕
$ACES |
$MYOR |
$MBMA |
$BRPT |
| -8,20% | -7,04% | -6,48% | -6,47% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Kompas melaporkan bahwa pemerintah menjamin dan melindungi pembelian Patriot Bond dan Merah Putih Bond di pasar primer dari tuntutan pidana umum, pidana khusus, termasuk pidana perpajakan, serta gugatan perdata. Ketentuan tersebut tertuang dalam UU No. 4/2026 terkait revisi UU pengembangan dan penguatan sektor keuangan (P2SK). Peraturan tersebut juga menyatakan bahwa data dan informasi yang berasal dari kegiatan pembelian Patriot Bond dan Merah Putih Bond di pasar primer tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak dan tidak dapat dijadikan bukti hukum di pengadilan. Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond juga diberi keleluasaan untuk memindahtangankan maupun menjaminkan surat utang khusus yang mereka miliki. Revisi aturan juga memperluas cakupan investor yang dapat membeli Patriot Bond dan Merah Putih Bond, termasuk wajib pajak yang pernah mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) serta program pengungkapan sukarela (PPS).
- Reuters melaporkan bahwa pemerintah berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, dengan proyeksi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar +12% pada 2030. Rencana tersebut akan dituangkan dalam peraturan presiden, yang saat ini sedang menunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Analis teknologi yang menulis sebagian peraturan tersebut, Wahyudi Djafar, mengatakan kepada Reuters bahwa Meta Platforms (Nasdaq: META), IBM (NYSE: IBM), dan Microsoft (Nasdaq: MSFT) turut berkontribusi dalam rancangan tersebut, meski perusahaan–perusahaan tersebut belum mengomentari kabar ini kepada Reuters. Reuters melaporkan bahwa draf peraturan tersebut mencakup rencana pembentukan sovereign AI fund yang akan dikelola oleh Danantara. Selain itu, draf peraturan tersebut juga menyarankan pemberian insentif fiskal bagi peneliti AI dan penambahan talenta untuk mengatasi kekurangan talenta AI.
- Harga minyak turun -1,7% ke kisaran US$78,7/barrel per Senin (22/6) sore, membalikkan kenaikan sebelumnya yang mencapai +2,2%, seiring pernyataan dari Qatar dan Pakistan yang menyebut bahwa AS dan Iran telah menyepakati roadmap untuk mencapai kesepakatan perdamaian dalam 60 hari. Sebelumnya, negosiasi AS–Iran dimulai dengan kurang baik ketika negosiator Iran dikabarkan melakukan walk out dari diskusi di Swiss, menyusul ancaman dari Presiden Donald Trump yang menyebut akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran seiring keputusan Iran untuk menutup kembali Selat Hormuz akibat serangan Israel ke Lebanon. Namun, narasumber Bloomberg mengatakan bahwa diskusi antara kedua pihak berlanjut hingga Senin (22/6) dini hari.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Senin (22/6) bahwa pemerintah yakin dapat menjaga defisit APBN 2026 di bawah 2,9% terhadap PDB jika harga minyak mengalami normalisasi pada 2H26 seiring perjanjian damai antara AS–Iran. Purbaya menyebut defisit anggaran yang menyempit dapat membuka jalan bagi peningkatan anggaran pemerintah daerah, tergantung pada arahan Presiden Prabowo Subianto. Purbaya juga menjelaskan bahwa perjanjian damai antara AS–Iran akan mendukung stabilitas rupiah, menjaga biaya pendanaan tetap kompetitif, memperkuat investasi, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Purbaya juga yakin bahwa Pertamina akan menurunkan harga bensin non–subsidi, mengingat potensi penurunan harga minyak global ke depan.
- Hotel Fitra International ($FITT) berencana mendivestasikan kepemilikan di PT Bumi Majalengka Permai dan PT Fitra Amanah Wisata senilai total ~Rp61,9 M. Setelah divestasi rampung, FITT akan menggunakan dana hasil penjualan tersebut sebanyak Rp46,5 M untuk mengakuisisi 50% saham perusahaan jasa kontraktor tambang nikel bernama PT Venturi Tambang Perkasa, sementara sisanya untuk membayar utang perseroan guna memperbaiki struktur permodalan dan posisi keuangan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 26 Juni 2026. Rencana perubahan arah bisnis FITT dari sektor pariwisata ke sektor pertambangan telah disampaikan oleh manajemen perseroan sejak April 2026.
- Sona Topas Tourism Industry ($SONA) mengumumkan bahwa pengendali baru yang terafiliasi dengan perseroan, PT Pratama Citra Karunia, berencana melaksanakan penawaran tender wajib atas 7,63% saham SONA dengan harga pelaksanaan Rp2.284/saham pada periode 23 Juni–22 Juli 2026. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari akuisisi 45% saham SONA oleh PT Pratama Citra Karunia dari DFS Venture Singapore (Pte) Ltd. pada April 2026.
🦅 Patriot Bond: Tax Firewall atau Tax Amnesty Terselubung?
“Jadi Patriot Bond bukan instrumen yield. Patriot Bond adalah instrumen strategis. Kuponnya kecil, tetapi benefit politik, hukum, agunan, dan perlindungan data transaksinya bisa jauh lebih besar dari kupon.” — skydrugz27
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Patriot Bond dan Merah Putih Bond yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah merupakan bentuk obligasi yang dikelola oleh Danantara. Pada umumnya, obligasi dipromosikan dengan faktor yield yang tinggi, kupon, dan insentif menarik lainnya yang merupakan dana yang akan kembali ke pembelinya. Namun, Patriot Bond memiliki daya tarik yang unik: sumber dana yang digunakan untuk pembelian surat utang tersebut tidak akan dipertanyakan dan akan memiliki immunity dari gugatan hukum perdata. Bagi investor dengan dana besar yang sumber-sumbernya mungkin berasal dari area abu-abu, baik domestik maupun asing, Patriot Bond ini merupakan kesempatan untuk mengamankan dana tersebut secara hukum. Stockbitor skydrugz27 membahas perbedaan utama antara Patriot Bond yang diterbitkan Danantara dengan obligasi negara pada umumnya, serta studi kasus negara-negara lain yang telah menerbitkan obligasi dengan sistem serupa. Baca selengkapnya di sini!
Sekilas tentang skydrugz27
skydrugz27 mulai bergabung di komunitas Stockbit sejak tahun 2017. Di Stream Stockbit, ia rajin berbagi insight dalam berinvestasi, terutama bagi para investor karyawan dan mempopulerkan istilah investasi “se-lot se-lot”.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$TINS
$JSMR
$AMRT
$AKRA
$ACES
$MYOR
$MBMA
$BRPT
0 komentar:
Posting Komentar