🦅 BI Rate Naik 25 Bps di Tengah Outlook Hawkish The Fed
Daily Market Performance 🚀
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.172,3 -0,78% | -Rp111,6 miliar | 17.710 -0,16% | 4.284 -2,22% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 78,2 -1,30% | 133,0-1,74% | 4.573 -0,02% | 18.060 +0,36% |
👋 Stockbitor!
Bank Indonesia pada hari ini, Kamis (18/6), menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 bps ke level 5,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Lending facility dan deposit facility juga naik masing–masing sebesar 25 bps ke level 6,5% dan 4,75%. Ini menandai kenaikan BI Rate sebesar 100 bps dalam sebulan terakhir, sebagai bagian dari upaya bank sentral untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa pihaknya telah “all–out” untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global yang tinggi. Selain menaikkan suku bunga, Bank Indonesia juga mengumumkan sejumlah kebijakan baru pada hari ini, yang mencakup:
- Kembali membuka window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan guna menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan uang primer lebih dari +10%.
- Melanjutkan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10% untuk meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.
- Meningkatkan maksimum Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari 35% menjadi 40% terhadap modal bank, efektif sejak 1 Juli 2026.
- Menurunkan threshold beli tunai valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying dari US$25.000/bulan menjadi US$10.000/bulan, efektif sejak 1 Juli 2026. Bank Indonesia menjelaskan bahwa penurunan threshold ini akan meningkatkan porsi transaksi yang memerlukan dokumen underlying menjadi 98,1% dari total transaksi. Adapun dokumen pendukung tidak dapat digunakan berkali–kali dan Bank Indonesia akan melakukan pengawasan langsung di tempat terhadap bank.
Kenaikan BI Rate pada hari ini terjadi di tengah outlook yang hawkish dari The Fed dalam pertemuan pada Rabu (17/6) waktu setempat. Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5–3,75%, sesuai ekspektasi konsensus, para pejabatnya kini memperkirakan bahwa suku bunga acuan akan naik 1x sebesar 25 bps ke kisaran 3,75–4% hingga akhir 2026. Sebagai perbandingan, The Fed pada Maret 2026 memproyeksikan suku bunga acuannya akan dipangkas 1x sebesar 25 bps hingga akhir 2026.
Menariknya, kepala baru The Fed, Kevin Warsh, tidak ikut berpartisipasi dalam pengambilan suara proyeksi dalam dot plot. Warsh sendiri mengumumkan akan melakukan review terhadap cara kerja The Fed, yang mencakup manajemen neraca keuangan, kerangka kerja inflasi, pengumpulan data ekonomi, serta metode komunikasi publik. Terkait komunikasi publik, The Fed akan menyederhanakan pernyataan kebijakannya dan menghapus forward guidance, di mana Warsh ingin membiarkan pasar keuangan bergerak secara mandiri dengan lebih sedikit intervensi atau "sinyal" dari bank sentral, mirip dengan era Alan Greenspan.
Menyusul keputusan suku bunga di atas, indeks dolar AS (DXY) naik +0,7% ke level 100,8 per Kamis (18/6). Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat +0,16% ke level 17.710 pada penutupan hari ini, setelah sempat turun hingga -0,7% ke level 17.862 selama intraday.
Key Takeaway
Kembali naiknya suku bunga BI Rate meski The Fed menahan suku bunga acuan semakin menegaskan bahwa prioritas dan fokus Bank Indonesia saat ini ada pada nilai tukar rupiah. Selain segera berakhirnya musim repatriasi dividen, kami menilai bahwa rasionalisasi belanja pemerintah seperti evaluasi program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serta normalisasi harga minyak dunia, juga berpotensi memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah. Terdekat, investor perlu memantau hasil review MSCI terhadap pasar Indonesia yang dijadwalkan akan diumumkan pada 19 Juni 2026 pukul 03.30 WIB, mengingat implikasinya yang cukup penting bagi pergerakan market serta prospek flow investor asing ke depannya.
🤝 AMRT: Afiliasi Ambil 51% Saham Holding Internasional via Suntikan Modal US$40,6 Juta
- $AMRT: Sumber Alfaria Trijaya mengumumkan bahwa anak usahanya di Singapura, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd., akan menerbitkan ~49,8 juta saham baru — setara 51% modal ditempatkan dan disetor — yang akan diambil seluruhnya oleh afiliasi AMRT, Glory Worldwide Investments Pte. Ltd, senilai total ~US$40,6 juta atau ~Rp730,1 M. Transaksi ini membuat kepemilikan AMRT di Alfamart Retail Asia terdilusi dari 100% menjadi 49%. Setoran dana yang diterima Alfamart Retail Asia digunakan untuk membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. senilai ~US$10,5 juta dan 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. senilai ~US$1,8 juta, yang masing–masing dibeli dari Glory Worldwide Investments. Serangkaian transaksi ini ditujukan untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah Alfamart Retail Asia guna menciptakan efisiensi operasional dan memperkuat struktur permodalan Alfamart Retail Asia. Glory Worldwide Investments sendiri merupakan afiliasi AMRT karena Budiyanto Djoko Susanto menjabat sebagai komisaris AMRT sekaligus direktur di Glory Worldwide Investments.
- $MAPI: Mitra Adiperkasa mengumumkan bahwa pengendali baru perseroan, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., berencana melaksanakan penawaran tender wajib atas 49% saham MAPI dengan harga Rp1.550/saham melalui Ocean Continuum Pte. Ltd. dan Samudra (Investment) Pte. Ltd. Periode penawaran tender wajib berlangsung pada 18 Juni–17 Juli 2026, sementara pembayaran pada 29 Juli 2026. Samudra (Investment) dan Ocean Continuum sendiri dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh Pacific Universal Investments, sementara 49% sisanya dimiliki oleh dana kelolaan CVC Capital Partners plc. Rencana aksi korporasi ini sebelumnya telah diumumkan sejak Mei 2026, ketika Pacific Universal Investments Pte. Ltd. mengumumkan akuisisi 51% saham MAPI dengan harga rata–rata Rp1.395/saham atau senilai total ~Rp11,8 T.
- $ENRG: Energi Mega Persada mengumumkan bahwa pengendalinya, PT Bakrie Kalila Investment, telah mengambil bagian private placement atas ~218,3 juta saham baru perseroan dengan harga pelaksanaan Rp1.550/lembar atau senilai total ~Rp338,4 M. Perolehan dana ditujukan untuk modal kerja anak usaha, PT Imbang Tata Alam dan EMP Malacca Strait S.A. Saham baru tersebut telah dicatatkan pada 15 Juni 2026 dengan efek dilusi ~0,82%. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana private placement perseroan yang telah disetujui pada Juni 2025.
- $ASSA: Kontan melaporkan bahwa Adi Sarana Armada akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai ~Rp110,7 M atau Rp30/saham. Jumlah ini mengindikasikan yield dividen final ~4,6% per Kamis (18/6). Cum dividen final dan tanggal pembayaran belum diketahui. Sebelumnya, ASSA telah membagikan dividen interim sebesar Rp20/saham pada November 2025, sehingga total dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai 44% (vs. 2024: 76%).
- $PNBN: Bisnis melaporkan bahwa Bank Pan Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1 T atau Rp42/saham, setara ~35% dividend payout ratio (vs. 2024: 37%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~4,5% per Kamis (18/6). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diketahui.
- $KKGI: Pemegang saham Resource Alam Indonesia pada hari ini, Kamis (18/6), menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp58 M atau Rp12/saham. Jumlah ini mengindikasikan dividend yield 4,2% per Kamis (18/6). Cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Juni 2026, sementara pembayaran pada 20 Juli 2026.
🔎 Insider Transactions
Top Gainer 🔥
$AMMN |
$DEWA |
$TPIA |
$BRPT |
| +7,53% | +6,70% | +6,27% | +5,64% |
Top Loser 🤕
$TCPI |
$ISAT |
$ELSA |
$TLKM |
| -7,92% | -6,74% | -6,50% | -6,08% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +11,51% YoY per Mei 2026 (vs. April 2026: +9,98% YoY, Mei 2025: +8,43% YoY), sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.
- Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR pada Rabu (17/6) telah menyepakati asumsi makroekonomi 2027 sebagai berikut: 1) pertumbuhan ekonomi +5,8–6,5% YoY (vs. target APBN 2026: +5,4% YoY); 2) inflasi 1,5–3,5% (vs. target APBN 2026: 2,5%); 3) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 16.800–17.500 (vs. target APBN 2026: 16.500); 4) yield SBN tenor 10 tahun 6,5–7,3% (vs. target APBN 2026: 6,9%); 5) harga minyak mentah Indonesia US$70–95/barrel (vs. target APBN 2026: US$70/barrel); 6) lifting minyak 605–620 ribu barrel per hari (vs. target APBN 2026: 610 ribu barrel per hari); dan 7) lifting gas 951–990 ribu barrel setara minyak per hari (vs. target APBN 2026: 984 ribu barrel setara minyak per hari).
- Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Donald Trump telah menandatangani nota kesepahaman sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini mempercepat timeline kesepakatan antara kedua negara dari jadwal sebelumnya di mana AS–Iran baru baru akan menandatangani nota kesepahaman tersebut pada Jumat (19/6). Meski nota kesepahaman resmi berlaku, Bloomberg melaporkan bahwa belum terdapat kepastian apakah Iran telah mulai mengambil langkah–langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Sementara itu, Trump memperingatkan bahwa AS akan kembali melancarkan serangan jika Iran gagal memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut. Mengikuti perkembangan ini, harga minyak Brent turun -1,3% ke level US$78,2/barrel per Kamis (18/6) sore.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk merevisi batas harga batu bara domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik. Sebagai konteks, pemerintah saat ini mewajibkan penambang batu bara untuk memasok setidaknya 25% dari hasil produksi mereka kepada pembangkit listrik dalam negeri dengan batas maksimum harga US$70/ton melalui program DMO. Bahlil menyebut bahwa pemerintah akan mempertimbangkan kenaikan biaya produksi bagi penambang batu bara dalam menetapkan batas harga batu bara DMO. Pemerintah juga melihat ada sedikit masalah pasokan batu bara berkalori menengah pada periode Juni 2026 dan sedang mencari solusi terkait hal ini. Pemerintah akan memastikan tidak ada pemadaman listrik karena berupaya mengamankan pasokan batu bara ke perusahaan listrik negara PLN. Sebelumnya, Kementerian ESDM mencatat bahwa PLN telah menandatangani kontrak untuk 134 juta ton batu bara dari total 154 juta ton yang dibutuhkan pada tahun ini.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Kamis (18/6) bahwa pemerintah siap meluncurkan mandatori biodiesel dengan campuran minyak sawit 50% atau B50 mulai dari 1 Juli 2026. Rencana ini sebelumnya sempat ditangguhkan pada Januari 2026, tetapi kemudian dihidupkan kembali oleh pemerintah pada Maret 2026 pasca–kenaikan harga minyak global seiring gangguan pasokan di Selat Hormuz akibat perang AS–Iran. Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa perkiraan subsidi biodiesel akan turun dari Rp47 T menjadi Rp32 T, seiring harga bensin yang naik lebih tinggi dibandingkan biodiesel berbasis sawit sejak April 2026. Eniya menambahkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan peraturan untuk implementasi B50, termasuk kuota biodiesel tambahan yang dibutuhkan untuk memenuhi mandatori tersebut. Dalam rapat bersama DPR pada awal bulan ini, Eniya memproyeksikan bahwa permintaan biodiesel berbasis sawit untuk 2026 dapat meningkat menjadi 17,6 juta kiloliter guna memenuhi kebutuhan mandatori B50 pada 2H26, lebih tinggi dari alokasi sebelumnya di level 15,65 juta kiloliter.
- Reuters melaporkan bahwa kecelakaan fatal pada tambang batu bara di wilayah Shanxi, China, serta ketidakpastian kebijakan ekspor di Indonesia mulai mengganggu pasokan batu bara global. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga batu bara, di tengah pasokan liquefied natural gas (LNG) yang masih terbatas akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran. Seiring gangguan pasokan di Selat Hormuz, Reuters melaporkan bahwa Jepang dan Korea Selatan meningkatkan pembelian batu bara berkalori tinggi sebagai alternatif pasokan energi, yang mendorong harga acuan Newcastle naik mendekati level tertinggi dalam hampir 2 tahun di atas US$150/ton. Sementara itu, permintaan batu bara berkalori rendah — yang umumnya berasal dari Indonesia — masih relatif lemah akibat belum pulihnya permintaan dari China dan India seiring tingginya persediaan batu bara dan meningkatnya produksi energi terbarukan di kedua negara tersebut.
- OJK pada Kamis (18/6) mengumumkan sejumlah nama calon anggota direksi BEI untuk masa jabatan 2026–2030, dengan pengangkatan dijadwalkan berlangsung dalam RUPST BEI pada 29 Juni 2026. Berikut daftar lengkapnya: 1) Direktur Utama: Jeffrey Hendrik; 2) Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin; 3) Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy; 4) Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono; 5) Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim; 6) Direktur Pengembangan: Iding Pardi; dan 7) Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum.
🆚 Dua Kontender IPO: Melihat Sejarah $JELI dan $PRDL
“Jadi ketika membaca IPO PDRL dan JELI, jangan cuma lihat harga saham, valuasi, atau siapa underwriter-nya. Lihat juga sejarah perusahaan dan cara modalnya dibentuk.” — skydrugz27
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Melihat potensi saham yang sedang menjalani proses IPO, investor sering melakukan analisis dari segi siapa underwriter-nya, atau berapa harga saham yang ditawarkan di fase book building. Namun, Stockbitor skydrugz27 mengatakan bahwa sejarah perusahaan tidak kalah penting dalam menilai apakah sebuah IPO layak dibeli. Dengan membandingkan perusahaan JELI dan PRDL, beliau mengamati modal awal, utang, pergantian pemegang saham utama, dan struktur manajemen korporasinya. Beliau memaparkan bahwa kedua emiten memiliki keunggulannya sendiri sebagai faktor penarik: emiten PRDL memiliki faktor menarik berupa laba yang ditahan, dibandingkan dengan JELI yang telah melalui restrukturisasi dan memiliki potensi turnaround. Tulisan beliau dapat dibaca bagi kamu yang tertarik pada prospek IPO yang sedang dalam proses persiapan masuk ke bursa. Baca selengkapnya di sini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$AMMN
$DEWA
$TPIA
$BRPT
$TCPI
$ISAT
$ELSA
$TLKM
0 komentar:
Posting Komentar