|
|
Research Mandiri Sekuritas · 12 Juni 2026 |
|
|
|
Danantara Awasi Harga Ekspor Komoditas Cegah Under-invoicing
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Danantara awasi harga ekspor komoditas cegah under-invoicing
ESDM bantah pemadaman listrik akibat krisis batu bara
Pemerintah kaji insentif respons kenaikan harga Pertamax
BBRI buyback Rp500 M untuk program MESOP
Pemegang saham jual BRMS Rp3 T
TAMA divestasi aset Rp65,4 M untuk bayar utang
GSMF private placement 1,4 M, potensi dilusi maksimum 9,09%
CBUT dapat fasilitas kredit BBRI hingga Rp9 T
Dividend Update
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.007,66 +121,62 (+2,07%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Danantara Awasi Harga Ekspor Komoditas
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Danantara Indonesia hanya akan memantau harga ekspor komoditas, bukan menjual komoditas secara langsung. COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan memastikan ekspor batu bara, sawit, dan ferroalloy dilakukan pada harga sebenarnya untuk mencegah under-invoicing, namun tidak bertindak sebagai perantara perdagangan.
|
|
|
ESDM Bantah Pemadaman Listrik Akibat Krisis Batu Bara
|
|
|
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membantah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Jawa, termasuk Jakarta dan Bandung, disebabkan oleh kelangkaan batu bara. Bahlil mengatakan pasokan batu bara mencukupi karena penugasan telah mencapai 170 juta ton, sementara pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada beberapa mesin pembangkit dan pemerintah bersama PLN tengah mempercepat pemulihan agar pemadaman tidak berulang.
|
|
|
Insentif sebagai Respons Kenaikan Harga Pertamax
|
|
|
Pemerintah belum memutuskan pemberian insentif sebagai respons atas kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green, namun opsi tersebut masih dibahas. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan prioritas pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat kelompok ekonomi bawah, sementara kenaikan BBM nonsubsidi disebut mengikuti harga pasar.
|
|
|
|
|
|
|
$BBRI Buyback Rp500 M untuk Program MESOP |
|
|
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp500 miliar. Periode buyback direncanakan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 12 Juni 2026–11 September 2026. Saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan saham pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris (MESOP), yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan pada RUPS mendatang.
|
|
|
Pemegang Saham Jual $BRMS Rp3 T |
|
|
Pemegang saham PT Bumi Resources Minerals (BRMS) , CGS International Sekuritas Indonesia, menjual ~6,7 juta (0,52%) saham BRMS, dengan harga Rp482/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp3 triliun. Transaksi dilakukan pada 9 Juni 2026, bertujuan untuk pelunasan repo. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BRMS menjadi 4,73%.
|
|
|
$TAMA Divestasi Aset Rp65,4 M untuk Bayar Utang
|
|
|
PT Lancartama Sejati (TAMA) berencana melakukan divestasi aset berupa dua bidang tanah dan bangunan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kepada PT Permana Namma Mulia senilai Rp65,4 miliar. Transaksi ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 15 Juni 2026. Dana hasil divestasi akan digunakan untuk melunasi kewajiban kepada PT Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) , serta memperbaiki struktur keuangan Perseroan.
|
|
|
$GSMF Private Placement, Potensi Dilusi Sampai 9,09%
|
|
|
PT Equity Development Investment (GSMF) akan melakukan private placement sebanyak-banyaknya ~1,4 miliar (10%) saham dengan potensi dilusi maksimum 9,09% dan harga pelaksanaan belum diumumkan. Equity Global International Ltd selaku pemegang saham pengendali Perseroan dengan kepemilikan 68,28% akan berkomitmen melakukan peningkatan modal sebesar Rp150 miliar. Dana akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis, memperkuat struktur modal, serta mendukung kegiatan usaha Perseroan dan anak usaha. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 15 Juni 2026.
|
|
|
|
|
PT Citra Borneo Utama (CBUT) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan nilai maksimum ~Rp9 triliun. Fasilitas tersebut digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan/atau operasional dengan tenor 24 bulan sejak tanggal penandatanganan.
|
|
|
|
|
ANTM bagikan dividen ~Rp210/saham, setara dividend yield 7,7%. Cum date 19 Juni 2026, pembayaran pada 10 Juli 2026.
MLBI bagikan dividen Rp371/saham, setara dividend yield 6,2%. Cum date 19 Juni 2026, pembayaran pada 10 Juli 2026.
PWON bagikan dividen Rp13/saham, setara dividend yield 5,1%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
PTBA bagikan dividen Rp114/saham, setara dividend yield 4,3%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
MYOR bagikan dividen Rp60/saham, setara dividend yield 3,6%. Cum date 12 Juni 2026, pembayaran pada 7 Juli 2026.
MOLI bagikan dividen Rp7,34/saham, setara dividend yield 3,3%. Cum date 18 Juni 2026, pembayaran pada 10 Juli 2026.
TBIG bagikan dividen Rp47/saham, setara dividend yield 3,2%. Cum date 18 Juni 2026, pembayaran pada 9 Juli 2026.
SCNP bagikan dividen ~Rp4,3/saham, setara dividend yield 3,1%. Cum date 18 Juni 2026, pembayaran pada 3 Juli 2026.
DAAZ bagikan dividen Rp39/saham, setara dividend yield 2,3%. Cum date 22 Juni 2026, pembayaran pada 10 Juli 2026.
JSPT bagikan dividen Rp25/saham, setara dividend yield 2,2%. Cum date 18 Juni 2026, pembayaran pada 10 Juli 2026.
MDIY bagikan dividen Rp17,62/saham, setara dividend yield 2,1%. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar