|
|
Research Mandiri Sekuritas · 15 Juli 2026 |
|
|
|
BEI Revisi Metodologi High Shareholding Concentration (HSC), Tambah 37 Saham Baru
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Pertamina turunkan harga Bright Gas mulai 14 Juli 2026
BEI revisi metodologi HSC, tambah 37 saham baru
Utang luar negeri Indonesia naik ke USD444,4 miliar pada Mei 2026
BEI kaji penurunan batas minimum harga rights issue di papan khusus
BREN ajukan penawaran akuisisi EDC Filipina valuasi hingga USD7 miliar
SMRA 2Q26: Presales -12,8% YoY
SMDR salurkan pembiayaan Rp460 miliar untuk bangun 2 kapal tanker kimia
WIFI luncurkan dua layanan fixed broadband baru berbasis fiber
MLPT stock split rasio 1:25
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.041,97 +2,45 (+0,04%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pertamina turunkan harga Bright Gas mulai 14 Juli 2026
|
|
|
Pertamina menurunkan harga LPG non-subsidi Bright Gas mulai 14 Juli 2026. Untuk wilayah Pulau Jawa, harga Bright Gas 12 kg turun menjadi Rp220.000/tabung dari Rp228.000/tabung, sementara Bright Gas 5,5 kg turun menjadi Rp103.000/tabung dari Rp107.000/tabung. Harga di wilayah lain berbeda sesuai ketentuan distribusi masing-masing daerah.
|
|
|
BEI revisi metodologi HSC, tambah 37 saham baru
|
|
|
Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi metodologi penentuan saham High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan kriteria price impact ratio untuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp1 triliun. Sebanyak 37 saham baru masuk kategori HSC, sehingga totalnya menjadi 51 saham. Saham HSC tidak dapat masuk indeks utama BEI, termasuk LQ45, IDX30, dan IDX80, namun status tersebut tidak mengindikasikan pelanggaran dan ditujukan untuk meningkatkan transparansi serta perlindungan investor.
|
|
|
Utang luar negeri Indonesia naik pada Mei 2026 |
|
|
BI mengumumkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai USD444,4 miliar pada Mei-26 (vs. Apr-26: USD443,1 miliar). Struktur ULN tetap sehat, dengan rasio terhadap PDB sebesar 29,9% dan pangsa ULN jangka panjang mencapai 83,9%.
|
|
|
BEI kaji batas minimum rights issue di papan khusus
|
|
|
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji penurunan batas minimum harga pelaksanaan rights issue untuk emiten di papan akselerasi dan papan pemantauan khusus, seiring perbedaan mekanisme pembentukan harga saham di kedua papan tersebut. Saat ini, aturan mewajibkan harga pelaksanaan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir, tetapi BEI menilai ketentuan itu berpotensi disesuaikan agar lebih relevan dengan karakteristik saham berharga rendah, termasuk yang dapat diperdagangkan di bawah Rp50.
|
|
|
|
|
|
|
$BREN ajukan penawaran akuisisi EDC Filipina valuasi
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa PT Barito Renewables Energy (BREN) mengajukan penawaran tunai non-binding untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi Filipina Energy Development Corp. (EDC), dengan valuasi ekuitas >USD5 miliar dan potensi valuasi hingga USD7 miliar termasuk utang. Pembahasan masih berlangsung, sementara penyelesaian transaksi tetap bergantung pada hasil negosiasi para pihak.
|
|
|
$SMDR salurkan pembiayaan untuk 2 kapal tanker kimia |
|
|
PT Samudera Indonesia (SMDR) mengumumkan bahwa perseroan menyalurkan pembiayaan mudharabah senilai Rp460 miliar kepada anak usahanya, Samudera Perkapalan Indonesia. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan 2 unit kapal chemical tanker. Perseroan menjelaskan pembiayaan itu ditujukan untuk memperkuat armada, menambah aset kapal milik PT Samudera Perkapalan Indonesia, serta mendukung peningkatan volume distribusi produk kimia ke pasar domestik dan regional, yang diharapkan dapat menambah pendapatan entitas anak sekaligus memberi nilai tambah bagi perseroan.
|
|
|
$WIFI luncurkan 2 fixed broadband baru berbasis fiber |
|
|
PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) melalui anak usahanya, Integrasi Jaringan Ekosistem, meluncurkan dua layanan fixed broadband baru, Starlite Super dan Starlite Prime, untuk memperluas akses internet berkecepatan tinggi berbasis fiber. Starlite Super menawarkan kecepatan hingga 2 Gbps dengan teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7 seharga Rp250.000 per bulan, sedangkan Starlite Prime menyediakan hingga 500 Mbps berbasis GPON dengan tarif Rp168.000 per bulan. Peluncuran kedua produk ini melengkapi portofolio internet perseroan setelah IRA 5G FWA, sekaligus mempertegas strategi ekspansi FTTH dengan layanan tanpa kuota, tanpa FUP, serta fasilitas pemasangan dan modem tanpa biaya di area yang telah tercakup jaringan Starlite.
|
|
|
$MLPT stock split rasio 1:25
|
|
|
PT Multipolar Technology (MLPT) mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:25. Jadwal awal perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 21 Juli 2026.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar