Kamis, 09 Juli 2026

🔵 PFII Berpotensi Tarik Investasi Global Rp300–500 T

Research Mandiri Sekuritas · 9 Juli 2026

Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) Berpotensi Tarik Investasi Global Rp300–500 T

🌱 What's Growin' on Today

  • PFII berpotensi tarik investasi global Rp300–500 T

  • Indonesia terima impor minyak mentah Rusia pertama

  • WTO sebagian tolak gugatan RI atas bea anti-dumping Uni Eropa

  • Komdigi peringatkan 22 PSE global untuk segera daftar layanan digital di Indonesia

  • DSSA suntik modal Rp8,5 T ke Bali Media Telekomunikasi

  • Investor kaji opsi merger BFIN dan ARTO senilai Rp25 T

  • BACH targetkan pendapatan tembus Rp3 T pada 2030

  • EMMI targetkan pendapatan dan laba bersih 2026 tumbuh 10%

Market Recap

Performa IHSG:


📊 Indeks Harga Saham Gabungan 5.912,44 +39,07 (+0,67%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

💊 Healthcare

-1,24%

⛰️ Basic Materials

+2,10%

💰 Financials

+0,82%

🚂 Transportations

+1,03%

💻 Technology

+0,13%

🍔 Non-Cyclicals

+0,84%

🏭 Industrials

+1,32%

⚡️ Energy

+0,83%

👗 Cyclicals

+0,72%

🏗️ Infrastructures

-0,13%

🏠 Properties

-0,32%

Macro Moves

PFII berpotensi tarik investasi global Rp300–500 T

Direktur Jenderal Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) berpotensi menarik investasi global sekitar Rp300 - 500 triliun, meski angka tersebut masih bersifat awal dan akan sangat bergantung pada daya saing kawasan ini dibanding pusat keuangan internasional lain seperti Singapura dan Dubai. Pemerintah juga menegaskan PFII tetap akan mengikuti standar internasional, termasuk Global Minimum Tax dan pengawasan ketat untuk mencegah pencucian uang serta penyalahgunaan fasilitas investasi.

Indonesia terima impor minyak mentah Rusia pertama

Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia menerima impor minyak mentah Rusia pertama sejak kesepakatan pasokan hingga 150 juta barel pada April. Kargo hampir 770 ribu barel senilai ~USD75 juta tiba di Balikpapan pada 29 Juni dari Kozmino, di tengah kenaikan biaya energi akibat konflik Iran dan tekanan terhadap rupiah.  

WTO sebagian tolak gugatan bea anti-dumping Uni Eropa

Reuters melaporkan bahwa WTO sebagian besar menolak gugatan Indonesia atas bea anti-dumping Uni Eropa untuk impor fatty acid, namun menerima 1 poin terkait kesalahan konversi mata uang dalam perhitungan margin dumping oleh Komisi Eropa. WTO menilai kesalahan tersebut melanggar aturan anti-dumping dan memengaruhi besaran bea yang dikenakan.  

22 PSE global diperingatkandaftar layanan digital

Bloomberg melaporkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital mengirim surat peringatan kepada 22 penyelenggara sistem elektronik swasta, termasuk ANA, Qantas, Qatar Airways, Accor, Best Western, dan The Ascott Limited, terkait kewajiban pendaftaran layanan digital di Indonesia. Perusahaan diberi kesempatan mendaftar hingga 13 Juli 2026, sebelum pemerintah dapat mengambil langkah penegakan hukum termasuk pemblokiran akses layanan.  

Ticker Talk

$DSSA suntik modal ke Bali Media Telekomunikasi

PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) melalui anak usahanya, DSST Mas Gemilang, menyuntikkan modal kepada Bali Media Telekomunikasi melalui penerbitan dan pengambilan ~8,5 miliar saham baru senilai Rp8,5 triliun. Perseroan menyebut langkah ini ditujukan untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, serta mempercepat integrasi ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Setelah transaksi, kepemilikan DSST Mas Gemilang di Bali Media Telekomunikasi tetap 99,99%.  

Investor kaji opsi merger $BFIN dan $ARTO

Bloomberg melaporkan bahwa investor yang dipimpin Jerry Ng tengah mengkaji opsi strategis atas kepemilikan di PT BFI Finance Indonesia (BFIN) dan PT Bank Jago (ARTO) , termasuk potensi merger yang dapat membentuk entitas bernilai pasar ~Rp25 triliun. Goldman Sachs disebut mendampingi kajian, sementara BFIN dan ARTO menyatakan tidak mengomentari spekulasi maupun pendekatan investor asing.  

$BACH targetkan pendapatan tembus Rp3 T pada 2030

Direktur Utama PT Bach Multi Global (BACH) , Budi Kurniawan, mengatakan perseroan optimistis dapat mendorong pendapatan dari sekitar Rp1,7 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 12% per tahun, sementara laba bersih diproyeksikan naik hingga sekitar Rp401 miliar atau melonjak sekitar 158%. Target tersebut ditopang backlog dan pesanan yang telah dikantongi pada 2026, serta strategi ekspansi di bisnis power solution dan infrastruktur telekomunikasi, penambahan kapasitas penyewaan pembangkit hingga 50 MW per tahun, pengembangan energi baru, efisiensi operasional, dan penurunan beban keuangan pasca-IPO.  

$EMMI targetkan pendapatan dan laba bersih +10%

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri (EMMI) , Florian Chris Widjaja, mengatakan bahwa perseroan menargetkan pendapatan dan laba bersih 2026 tumbuh setidaknya 10%. Perseroan fokus memperluas pasar alat kesehatan ke rumah sakit pemerintah dan swasta, termasuk pengembangan penjualan benang operasi, sementara pabrik baru di Cikupa ditargetkan mulai berproduksi pada 3Q27 – 4Q27. Pada 2025, perseroan mencatat penjualan bersih Rp455 miliar dan laba bersih Rp32 miliar.

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog