|
|
Research Mandiri Sekuritas · 19 Agustus 2026 |
|
|
|
Bank Indonesia Tahan BI Rate di level 5,75% pada Agustus 2026, Sejalan dengan Ekspektasi Konsensus
|
|
|
|
|
π± What's Growin' on Today |
|
BI tahan suku bunga di 5,75%
Pertumbuhan kredit Juli 2026: +13,58% YoY
FTSE tunda penambahan saham Indonesia hingga Desember 2026
Pemerintah perluas pengaturan tarif transportasi dan pengiriman daring GOTO
TINS sepakat beli pasir timah hasil tambang masyarakat
PRDA buyback Rp150 M
APEX raih kontrak pengeboran lepas pantai USD74 juta
IRSX right issue 12,4 M, potensi dilusi 66,67%
PIPA finalisasi akuisisi perusahaan dengan kontrak lebih dari USD100 juta
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 6.394,13 -55,71 (-0,86%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BI tahan suku bunga di 5,75%
|
|
|
Bank Indonesia menahan BI Rate di level 5,75% pada pertemuan Agustus 2026, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Ini merupakan kedua kalinya BI Rate ditahan setelah BI menaikkan suku bunga total 100 bps sejak Mei 2026, seiring upaya menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi. BI memperkirakan Rupiah akan terus menguat dengan optimalisasi seluruh instrumen moneter dan perluasan insentif untuk menarik aliran modal asing.
|
|
|
Pertumbuhan kredit Juli 2026: +13,58% YoY
|
|
|
Pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2026 meningkat ke level +13,58% YoY (vs. Jun-26: +12,67 YoY). Laju ini menandakan pertumbuhan kredit di atas target 2026 BI di level +8–12%.
|
|
|
FTSE tunda penambahan saham Indonesia
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa FTSE Russell menunda penambahan saham Indonesia ke dalam indeksnya hingga setidaknya evaluasi Desember 2026 untuk memperpanjang pemantauan reformasi pasar. Mulai evaluasi September 2026 yang efektif pada pembukaan pasar 21 September 2026, FTSE tetap akan menghapus saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi serta saham yang tidak memenuhi kriteria kelayakan indeks.
|
|
|
|
|
|
|
Pengaturan tarif transportasi dan pengiriman $GOTO
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah akan memperluas pengaturan tarif transportasi daring, termasuk layanan pengiriman makanan dan paket yang dioperasikan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) . Kementerian Komunikasi dan Digital akan mengatur tarif pengiriman, Kementerian Perhubungan mengatur tarif transportasi daring, sementara Kementerian UMKM mengawasi pengemudi. Regulasi ditargetkan terbit paling lambat awal September 2026.
|
|
|
$TINS sepakat beli pasir timah hasil tambang masyarakat
|
|
|
PT Timah (TINS) sepakat membeli pasir timah hasil tambang masyarakat di Bangka Belitung setelah aksi unjuk rasa penambang pada 7 Agustus 2026 yang berujung pada perusakan fasilitas Perseroan. Aksi tersebut dipicu keberatan terhadap harga pembelian dan pembatasan kolektor lokal. Pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden untuk menata aktivitas pertambangan dan perdagangan timah.
|
|
|
|
|
PT Prodia Widyahusada (PRDA) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp150 miliar. Periode buyback direncanakan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 20 Agustus – 19 November 2026. |
|
|
$APEX raih kontrak pengeboran lepas pantai
|
|
|
PT Apexindo Pratama Duta (APEX) memperoleh kontrak pengeboran lepas pantai dari Pertamina Hulu Mahakam untuk proyek di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Estimasi nilai kontrak mencapai ~USD74 juta, dengan durasi dua tahun dan opsi perpanjangan satu tahun. Kontrak tersebut diharapkan meningkatkan tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional Apexindo.
|
|
|
$IRSX right issue 12,4 M, potensi dilusi 66,67%
|
|
|
PT Folago Global Nusantara (IRSX) berencana melakukan right issue hingga sebanyak ~12,4 miliar saham baru, disertai penerbitan hingga ~1,9 miliar Waran dengan rasio 100:15, sedangkan rasio right issue belum diumumkan. Harga pelaksanaan right issue dan waran juga belum diumumkan, dengan efek dilusi maksimum 66,67%. Dana hasil right issue akan digunakan untuk ekspansi dan pengembangan usaha melalui belanja modal dan modal kerja, sedangkan dana hasil pelaksanaan waran akan digunakan untuk modal kerja. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 24 September 2026.
|
|
|
$PIPA akuisisi dengan kontrak lebih dari USD100 juta
|
|
|
PT Oxala Energi International (PIPA) bersama pemegang saham pengendalinya, Morris Capital Indonesia, mengumumkan bahwa pihaknya tengah memfinalisasi rencana akuisisi perusahaan perdagangan alat teknik dan konstruksi yang sejak 2025 berekspansi ke bisnis pengolahan minyak dan gas bumi. Perusahaan target memiliki kontrak dengan salah satu BUMN senilai lebih dari USD100 juta serta potensi pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun dengan proyeksi margin EBITDA sekitar 60%. PIPA menargetkan penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat pada Agustus 2026 dan pelaksanaan RUPSLB paling lambat Maret 2027. Pendanaan transaksi tengah dikaji melalui right issue, penerbitan surat utang, atau mekanisme lain.
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar