|
|
Research Mandiri Sekuritas · 20 Agustus 2026 |
|
|
|
Bursa Efek Indonesia akan Hapus Batas Harga Terendah Saham Rp50
|
|
|
|
|
π± What's Growin' on Today |
|
BEI akan hapus batas harga saham Rp50
BI targetkan dua bank kliring Renminbi beroperasi pada 4Q26
Pemerintah targetkan PNBP panas bumi Rp2,6 T pada 2026
JPFA 6M26: laba bersih +100% YoY
BBCA dividend interim yield 0,4%
CBDK buyback Rp250 M
WIKA dan BRIN kembangkan teknologi konstruksi hingga SMR nuklir
GMFI perluas bisnis MRO ke sektor pertahanan dan bidik Hercules Service Center
PPRE kantongi kontrak baru Rp1,5 T hingga 2Q26
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 6.501,59 +107,46 (+1,68%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BEI akan hapus batas harga saham Rp50
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa Bursa Efek Indonesia akan menghapus batas harga terendah saham sebesar Rp50 untuk meningkatkan likuiditas dan mendukung pembentukan harga yang lebih baik. BEI telah membahas rencana tersebut dengan pelaku pasar dan asosiasi industri pada Rabu (19/8), sementara rincian penerapannya akan diumumkan setelah menerima masukan dari pemangku kepentingan.
|
|
|
BI targetkan dua bank kliring Renminbi beroperasi
|
|
|
Bank Indonesia menargetkan dua bank kliring Renminbi mulai beroperasi paling lambat 4Q26, yakni Bank of China dan satu bank Himbara yang masih menjalani proses administrasi. Bank kliring tersebut akan memastikan ketersediaan likuiditas Renminbi serta mendorong transaksi Rupiah–Renminbi. Hingga Juli 2026, transaksi Renminbi di pasar domestik mencapai setara USD38,9 miliar, mendekati proyeksi BI FY26 sebesar USD40 miliar.
|
|
|
PNBP panas bumi ditargetkan Rp2,6 T pada 2026
|
|
|
Pemerintah menargetkan PNBP subsektor panas bumi meningkat menjadi Rp2,6 triliun pada 2026 dari sebelumnya Rp2,45 triliun. Target tersebut akan didukung percepatan eksplorasi dan pengeboran sumur baru, serta lelang lima Wilayah Kerja Panas Bumi dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi. Pemerintah juga menargetkan investasi panas bumi sebesar USD1,1 miliar pada 2026.
|
|
|
|
|
|
|
$JPFA 6M26: laba bersih +100% YoY
|
|
|
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp659 miliar pada 2Q26 (-64% QoQ; -3% YoY), sehingga laba bersih selama 6M26 menjadi Rp2,5 triliun (+100% YoY). Hasil ini sejalan dengan estimasi konsensus, mencapai 56% dari estimasi FY26F. Performa JPFA pada 2Q26 tertekan oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) dan volume penjualan DOC serta broiler, meski margin EBIT segmen pakan dan produk olahan membaik. Pendapatan pada 2Q26 tercatat Rp17,6 triliun (-0,4% QoQ; +23% YoY), sehingga pendapatan selama 6M26 menjadi Rp35,4 triliun (+29% YoY), mencapai 53% dari estimasi FY26F konsensus. Mansek mempertahankan rating BUY untuk JPFA.
|
|
|
$BBCA dividend interim yield 0,4%
|
|
|
PT Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp25/saham, setara dividend yield 0,4% berdasarkan penutupan pada Rabu (19/8) di Rp6.300/saham. Cum date pada 28 Agustus 2026, dengan pembayaran pada 16 September 2026.
|
|
|
|
|
PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp250 miliar. Periode buyback direncanakan berlangsung selama 3 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 20 Agustus – 19 November 2026.
|
|
|
$WIKA kembangkan teknologi hingga SMR nuklir
|
|
|
PT Wijaya Karya (WIKA) menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi konstruksi yang efisien, aplikatif, dan berkelanjutan. Ruang lingkup riset mencakup rumah beton pracetak, sistem konstruksi perkeretaapian, beton untuk tanggul laut, konstruksi Small Modular Reactor (SMR) nuklir, serta beton ramah lingkungan. Kolaborasi juga mencakup pemanfaatan fasilitas, tenaga ahli, pertukaran data, dan pengembangan SDM, dengan hasil riset ditargetkan dapat dihilirisasi.
|
|
|
$GMFI perluas bisnis MRO ke sektor pertahanan
|
|
|
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) memperluas bisnis MRO ke sektor pertahanan setelah menyelesaikan modernisasi pesawat Hercules C-130H milik TNI AU. GMFI selanjutnya membidik pengembangan kapabilitas sebagai Hercules Service Center.
|
|
|
$PPRE kantongi kontrak baru Rp1,5 T hingga 2Q26
|
|
|
PT PP Presisi (PPRE) membukukan kontrak baru Rp1,5 triliun hingga 2Q26, dengan 97% berasal dari segmen jasa pertambangan dan konstruksi. Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan aktivitas operasional yang tetap terjaga dan memperkuat posisi PPRE di industri jasa pertambangan dan konstruksi. |
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar