|
|
Research Mandiri Sekuritas · 11 Agustus 2026 |
|
|
|
Pemerintah Kaji Pembebasan Pajak Transaksi EGR untuk ETF Emas
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Pemerintah kaji pembebasan pajak transaksi EGR untuk ETF emas
Pemerintah akan kategorikan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro
Freeport targetkan tambang Kucing Liar beroperasi pada 2029
ITMG 6M26: laba bersih +17% YoY
PGEO siapkan strategi kejar kapasitas panas bumi 1 GW
TOWR raih fasilitas kredit BNGA Rp1,5 T
PTPP kantongi kontrak baru 1H26 Rp8,42 T
IATA bidik tambahan kuota batu bara 2 juta ton
LABS buyback Rp12,6 M
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.267,88 -97,49 (-1,53%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembebasan pajak transaksi EGR untuk ETF emas
|
|
|
Pemerintah tengah mengkaji pembebasan PPh Pasal 22 dan PPN atas transaksi Electronic Gold Receipt (EGR) yang menjadi dasar ETF emas. Insentif tersebut ditujukan untuk menyetarakan perlakuan pajak EGR dengan instrumen pasar modal, sekaligus meningkatkan daya tarik dan likuiditas ETF emas. Namun, kebijakan ini belum final dan masih dibahas bersama Kementerian Keuangan.
|
|
|
Kategorikan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah akan mengategorikan pengemudi ojek online sebagai pelaku usaha mikro agar dapat memperoleh insentif UMKM. Pengemudi diperkirakan tidak dikenai PPh final UMKM karena omzet tahunan berada di bawah Rp500 juta. Peraturan Presiden terkait kebijakan tersebut ditargetkan terbit pekan ini.
|
|
|
Freeport targetkan tambang Kucing Liar beroperasi 2029
|
|
|
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg ditargetkan mulai beroperasi pada 2029. Freeport telah menginvestasikan ~USD1,4 miliar hingga Juni 2026 dan memperkirakan kebutuhan tambahan investasi ~USD4 miliar hingga 2033. Produksi ditargetkan meningkat mulai 2030 hingga mencapai kapasitas 130 ribu ton bijih/hari.
|
|
|
|
|
|
|
$ITMG 6M26: laba bersih +17% YoY
|
|
|
PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) mencatatkan laba bersih sebesar USD51,3 juta pada 2Q26 (-6% QoQ; +97% YoY), sehingga laba bersih selama 6M26 menjadi USD106 juta (+17% YoY). Hasil ini sejalan dengan estimasi consensus, namun di atas estimasi Mansek, mencapai 49–67% dari estimasi FY26F konsensus dan Mansek. Performa ITMG pada 6M26 didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) dan volume penjualan batu bara. Pendapatan pada 2Q26 tercatat USD503 juta (+1% QoQ; +15% YoY), sehingga pendapatan selama 6M26 menjadi USD1,0 miliar (+9% YoY), mencapai 55–62% dari estimasi FY26F konsensus dan Mansek. Mansek memiliki rating NEUTRAL untuk ITMG.
|
|
|
$PGEO siap kejar kapasitas panas bumi 1 GW
|
|
|
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target kapasitas terpasang 1 GW, mencakup optimalisasi wilayah kerja eksisting, proyek cogeneration, pengembangan Hululais Unit 1 dan 2, serta potensi akuisisi aset panas bumi berkualitas. Fransetya menjelaskan PT Barito Renewables Energy (BREN) merupakan mitra PGEO melalui skema Joint Operating Contract, dengan PGEO memperoleh royalti atas pengelolaan wilayah kerja oleh BREN. Optimalisasi kapasitas juga bergantung pada peningkatan permintaan listrik dari PLN sebagai satu-satunya konsumen PGEO.
|
|
|
|
|
PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui anak usahanya, Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo, memperoleh fasilitas kredit Rp1,5 triliun dari PT Bank CIMB Niaga (BNGA) dengan tenor 36 bulan untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk refinancing pinjaman eksisting. Seluruh kewajiban Protelindo dalam perjanjian kredit dijamin oleh Iforte Solusi Infotek melalui corporate guarantee. |
|
|
$PTPP kantongi kontrak baru 1H26 Rp8,42 T
|
|
|
Sekretaris Perusahaan PT PP (PTPP) , Joko Raharjo, mengatakan perseroan memperketat seleksi proyek, memperkuat kontrak payung dengan pemasok material, dan mengadopsi teknologi digital untuk menjaga profitabilitas di tengah kenaikan biaya konstruksi. PTPP membukukan kontrak baru Rp8,42 triliun pada 1H26, terutama dari proyek jalan dan jembatan 31%, tanggap darurat 21%, smelter dan pertambangan 18%, rumah sakit 12%, gedung 11%, pelabuhan 3%, sumber daya air 2%, serta infrastruktur air 1%; berdasarkan sumber pendanaan, 73% kontrak berasal dari pemerintah, 15% dari swasta, dan 12% dari BUMN lain. |
|
|
$IATA bidik tambahan kuota batu bara 2 juta ton
|
|
|
Direktur Utama PT Karya Pacific Energy (IATA) , Suryo Eko Hadianto, mengatakan perseroan membidik tambahan kuota produksi batu bara hingga 2 juta ton, seiring pengajuan revisi RKAB yang telah memasuki tahap evaluasi akhir. Tambahan kuota tersebut diharapkan meningkatkan target produksi 2026 mencapai sekitar 4 juta ton, sekaligus mengoptimalkan kinerja operasional hingga akhir tahun. IATA juga mengalokasikan capex sekitar Rp200 miliar untuk membangun conveyor di pelabuhan milik Arthaco Prima Energy.
|
|
|
|
|
PT UBC Medical Indonesia (LABS) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp12,6 miliar. Periode buyback direncanakan berlangsung selama 5 bulan dengan tanggal pelaksanaan pada 11 Agustus 2026 – 11 Januari 2027.
|
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar