Selasa, 29 September 2026

🔵 BEI Umumkan 5 Saham Short Selling Mulai 1 Oktober 2026

Research Mandiri Sekuritas · 29 September 2026

BEI Umumkan 5 Saham Masuk Daftar Short Selling Mulai 1 Oktober 2026

🌱 What's Growin' on Today

  • BEI umumkan 5 saham masuk daftar short selling mulai 1 Oktober 2026

  • Pemerintah wajibkan perusahaan tambang prioritaskan jasa pertambangan lokal

  • Pemerintah suntik BPJS Kesehatan Rp20 T untuk menutup defisit

  • VKTR right issue Rp3 T, potensi dilusi 25,53%

  • UNTR dividend yield 1,8%

  • PTBA peroleh fasilitas kredit BBRI dan BMRI Rp6 T

  • ANJT beri pinjaman Rp2 T kepada PT Adhitya Serayakorita

  • VISI private placement 307 juta, potensi dilusi 10%

  • SOFA siapkan investasi Rp238 M untuk infrastruktur hijau

Market Recap

Performa IHSG:


📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.121,7 -26,16 (-0,43%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

💊 Healthcare

-0,12%

⛰️ Basic Materials

-0,23%

💰 Financials

+0,03%

🚂 Transportations

-0,36%

💻 Technology

-3,37%

🍔 Non-Cyclicals

-0,46%

🏭 Industrials

+0,50%

⚡️ Energy

-1,10%

👗 Cyclicals

+0,70%

🏗️ Infrastructures

+0,06%

🏠 Properties

-1,31%

Macro Moves

BEI umumkan 5 saham masuk daftar short selling

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan PT Astra International (ASII) , PT Bank Central Asia (BBCA) , PT Barito Pacific (BRPT) , PT Bumi Resources (BUMI) , dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF) sebagai saham yang dapat ditransaksikan secara short selling mulai 1 Oktober 2026. Sebelumnya, implementasi pembiayaan transaksi short selling mulai diberlakukan secara bertahap pada 15 September 2026. Investor wajib memiliki rekening reguler minimum 6 bulan, modal awal minimum Rp50 juta, serta mendaftar melalui Anggota Bursa penyedia layanan short selling.  

Pemerintah prioritaskan jasa pertambangan lokal

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menerbitkan Keputusan Menteri yang mewajibkan pemegang IUP dan IUPK mengutamakan perusahaan jasa pertambangan lokal di sekitar wilayah tambang. Pelibatan anak usaha atau afiliasi dilarang tanpa persetujuan Menteri ESDM, kecuali untuk penugasan pemerintah seperti PSN, pembangunan smelter, dan pemenuhan kebutuhan mineral atau batu bara domestik.  

Pemerintah suntik BPJS Kesehatan untuk tutup defisit

Pemerintah akan menyuntikkan dana Rp20 triliun kepada BPJS Kesehatan pada Oktober–November 2026 untuk menutup defisit tahun ini. Hingga 2026, BPJS Kesehatan mencatatkan pendapatan Rp118 triliun, lebih rendah dibandingkan pembayaran klaim medis sebesar Rp132 triliun. Dana tersebut akan menggunakan anggaran yang telah tersedia dalam APBN 2026.

Ticker Talk

$VKTR right issue Rp3 T, potensi dilusi 25,53%

PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) mengumumkan update rencana right issue hingga sebanyak 15 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200/saham dan rasio 35:12, sehingga dana yang dihimpun mencapai maksimum Rp3 triliun serta efek dilusi maksimum 25,53%. PT Bakrie & Brothers (BNBR) selaku pemegang saham utama dengan kepemilikan 24,4% tidak akan melaksanakan ~3,66 miliar right dan akan mengalihkan seluruhnya kepada PT Bakrie Capital Indonesia, yang akan melaksanakan right tersebut senilai ~Rp732,1 miliar. PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Biofuel Indo Sumatra juga bertindak sebagai pembeli siaga atas maksimum ~11,34 miliar saham senilai ~Rp2,27 triliun. Dana hasil right issue akan digunakan sekitar 66,86% sebagai setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia untuk pembelian kendaraan listrik dari VKTR dalam pengembangan bisnis e-Mobility as a Service, sedangkan sisanya untuk modal kerja dan pembelian persediaan kendaraan listrik. Cum right dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, sedangkan periode perdagangan dan pelaksanaan right berlangsung pada 12 - 23 Oktober 2026. 

$UNTR dividend yield 1,8%

PT United Tractors (UNTR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp430/saham, setara dividend yield 1,8% berdasarkan penutupan UNTR pada Senin (28/9) di Rp24.375/saham. Cum date pada 6 Oktober 2026, dengan pembayaran pada 26 Oktober 2026. 

$PTBA peroleh fasilitas kredit BBRI dan BMRI Rp6 T

PT Bukit Asam (PTBA) mengumumkan telah memperoleh fasilitas kredit modal kerja terkait pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam dengan total maksimal Rp6 triliun, terdiri dari Rp2 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Rp4 triliun dari PT Bank Mandiri (BMRI). Fasilitas tersebut dijamin dengan rekening penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam milik PTBA dan akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja. Tingkat bunga dan tenor fasilitas tidak dirinci. 

$ANJT beri pinjaman Rp2 triliun

PT Austindo Nusantara Jaya (ANJT) mengumumkan pemberian fasilitas pinjaman non-revolving maksimal Rp2 triliun kepada PT Adhitya Serayakorita, perusahaan afiliasi di bawah pengendalian akhir First Resources Ltd. Pinjaman dikenakan bunga 8,5% per tahun, tanpa jaminan, dan jatuh tempo pada 30 Juni 2031. Dana akan digunakan untuk refinancing, kebutuhan modal kerja, dan kegiatan operasional PT Adhitya Serayakorita. 

$VISI private placement 307 juta, potensi dilusi 10%

PT Satu Visi Putra (VISI) akan melakukan private placement hingga sebanyak ~307 juta (10%) saham. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Efek dilusi maksimum mencapai 10%. Dana hasil private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung pengembangan usaha dan entitas anak, meningkatkan posisi keuangan, serta berpotensi untuk penyertaan saham pada perusahaan di sektor kesehatan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS Independen pada 30 September 2026. 

$SOFA siapkan Rp238 M untuk infrastruktur hijau

PT Solusi Environment Asia (SOFA) mengumumkan rencana menambah kegiatan usaha sebagai perusahaan induk dan pembiayaan conduit untuk mendukung transformasi menuju perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur hijau dan energi terbarukan. Total kebutuhan investasi diperkirakan ~Rp238 miliar, terdiri dari ~Rp131 miliar untuk investasi pada entitas konsorsium dan ~Rp107 miliar untuk modal kerja serta penguatan organisasi. Pendanaan direncanakan berasal dari right issue, pinjaman bank, atau kombinasi keduanya. Dana akan disalurkan melalui PT Ananta Energi Asia untuk investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi di Denpasar Raya dan Bogor Raya. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB pada 30 September 2026. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog