|
|
Research Mandiri Sekuritas · 4 September 2026 |
|
|
|
Pemerintah Berencana Pangkas Anggaran MBG Menjadi di Bawah Rp200 T
|
|
|
|
|
🌱 What's Growin' on Today |
|
Rusal kaji pembangunan kompleks bauksit dan alumina di Indonesia
Pemerintah berencana pangkas anggaran MBG menjadi di bawah Rp200 T
Kementerian Kehutanan sanksi lima perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan
BMRI dividend interim yield 1,5%
CUAN negosiasi akuisisi SINI
MGLV transformasi ke bisnis data center dan rights issue Rp2,4 T
ADHI sebut merger dengan PTPP masih tahap kajian
ADHI kantongi kontrak baru Rp8,3 T hingga Juli 2026
WINR akan tingkatkan kepemilikan Laxo Global Akses menjadi 90%
|
|
|
|
|
Performa IHSG:
📊 Indeks Harga Saham Gabungan 6.636,48 -31,42 (-0,47%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rusal kaji pembangunan kompleks bauksit dan alumina
|
|
|
Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, tengah mempertimbangkan pembangunan kompleks bauksit dan alumina di Indonesia bersama mitra lokal. Pemerintah juga menawarkan investasi pada 138 blok eksplorasi energi serta kerja sama pembangunan kilang dan terminal penyimpanan. Rincian proyek Rusal belum diungkapkan.
|
|
|
Pemerintah berencana pangkas anggaran MBG
|
|
|
Pemerintah berencana kembali memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi. Anggaran MBG sebelumnya diturunkan dari Rp330 triliun menjadi sekitar Rp260 triliun, lalu menjadi Rp240 triliun. Kementerian Keuangan juga akan melibatkan pegawai di daerah untuk mengawasi operasional dapur MBG secara bergilir.
|
|
|
Kementerian Kehutanan sanksi 5 perusahaan
|
|
|
Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat akibat dugaan karhutla di wilayah konsesi. Sanksi berupa pembekuan izin usaha hingga kewajiban pemulihan lingkungan dikenakan kepada PT Mahkota Rimba Utama, PT Hutan Ketapang Industri, PT Mayawana Persada Mas, PT Duta Andalan Sukses, dan PT Wana Lestari Jaya.
|
|
|
|
|
|
|
$BMRI dividend interim yield 1,5%
|
|
|
PT Bank Mandiri (BMRI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp66/saham, setara dividend yield ~1,5% berdasarkan penutupan pada Kamis (3/9) di Rp4.460/saham. Cum date dan pembayaran belum diumumkan.
|
|
|
|
|
PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mengumumkan tengah bernegosiasi untuk mengambil alih PT Singaraja Putra (SINI) . Saat ini, CUAN melalui Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea (PTRO) telah memiliki 27,78% saham SINI secara langsung maupun tidak langsung. Negosiasi mencakup mekanisme, harga, dan waktu penyelesaian transaksi. Setelah transaksi selesai, CUAN akan menjadi pemegang saham terbesar sekaligus pengendali SINI dan akan melaksanakan penawaran tender wajib. Akuisisi bertujuan menambah aset, memperluas jaringan usaha, serta mendukung pengembangan CUAN sebagai perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan terintegrasi. Transaksi ini merupakan rencana baru dan bukan kelanjutan dari negosiasi yang diumumkan pada 29 Desember 2025.
|
|
|
$MGLV transformasi ke bisnis data center dan rights issue
|
|
|
PT NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) mengumumkan rencana transformasi dari bisnis perlengkapan rumah tangga menjadi penyedia layanan data center. MGLV akan mengakuisisi masing-masing 99,9% saham Nextier Askara Center dan Nextier GenAi Center senilai total ~Rp2 miliar, serta membeli piutang terhadap kedua perusahaan tersebut senilai ~Rp668,6 miliar. Nextier Askara Center telah mengoperasikan data center berkapasitas 6 MW dan mulai menghasilkan pendapatan sejak Mei 2026. Untuk mendukung transformasi tersebut, MGLV akan menerima fasilitas pinjaman pemegang saham hingga Rp4 triliun dari Nextier Datamate Center dengan bunga 7% per tahun dan tenor hingga 31 Desember 2028. MGLV juga berencana menerbitkan maksimal ~286 juta saham baru melalui right issue dengan asumsi harga pelaksanaan Rp8.400/saham, sehingga menargetkan dana sekitar Rp2,4 triliun. Secara bersamaan, MGLV akan menjual 13 anak usaha eksisting kepada Trijaya Wisesa Makmur senilai ~Rp121 miliar. Seluruh rencana ini menunggu persetujuan RUPS pada 7 September 2026.
|
|
|
$ADHI sebut merger dengan $PTPP masih tahap kajian
|
|
|
PT Adhi Karya (ADHI) menyampaikan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa rencana penggabungan usaha dengan PT PP (PTPP) masih dalam tahap kajian dan pembahasan awal sesuai arahan Danantara Asset Management dan BP BUMN. Studi kelayakan, uji tuntas, skema penggabungan, serta entitas penerima penggabungan belum ditetapkan. Target penyelesaian pada akhir 2026 masih bersifat indikatif.
|
|
|
$ADHI kantongi kontrak baru Rp8,3 T hingga Juli 2026
|
|
|
PT Adhi Karya (ADHI) mengumumkan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 118,4% YoY dari Rp3,8 triliun. Kontrak tersebut terdiri dari proyek non-joint operation sebesar ~Rp5,3 triliun dan proyek joint operation sebesar ~Rp3 triliun. Berdasarkan lini bisnis, kontrak baru didominasi Engineering & Construction sebesar 92%, sedangkan berdasarkan tipe pekerjaan didominasi proyek infrastruktur sebesar 80%. Pemerintah menjadi pemberi kerja terbesar dengan kontribusi 70%, diikuti BUMN/BUMD 29% dan swasta 1%. |
|
|
$WINR akan tingkatkan kepemilikan Laxo Global Akses
|
|
|
PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan rencana peningkatan kepemilikan saham di Laxo Global Akses dari saat ini 8,5% menjadi 90% melalui penambahan setoran modal, lebih tinggi dari rencana sebelumnya sebesar 60%. Laxo Global Akses merupakan penyedia layanan internet yang beroperasi di 30 kota besar dengan lebih dari 100 pelanggan korporasi dan instansi pemerintah serta lebih dari 10.000 pelanggan ritel. |
|
|
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar