Kamis, 14 Agustus 2025

๐Ÿ’ฐ Grup Barito Jual Saham untuk Tambah Free Float

IHSG naik +0,49%, WIFI Disebut Jadi Salah Satu Calon Pembeli LINK. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

 

   

๐Ÿ’ฐ Grup Barito Jual Saham untuk Tambah Free Float

Photo by: Stockbit Snips

Daily Market Performance ๐Ÿš€

IHSG Foreign Flow  Kurs USD/IDR Gold
7.931 +0,49% +Rp827 miliar 16.110 -0,52% 3.366 -0,42%


Oil Coal CPO Nickel
65,9 +0,40% 112,8 -0,22% 4.394 -0,92% 15.264 -0,44%


๐Ÿ‘‹ Stockbitor!

Pemegang saham Barito Renewables Energy ($BREN) yang terafiliasi dengan pengendali, Green Era Pte. Ltd., menjual 8,3 juta (~0,006%) saham BREN dengan harga rata–rata 9.126 rupiah per lembar pada 11–13 Agustus 2025, sehingga kepemilikannya turun menjadi ~23,597%. Dalam transaksi berbeda, pemegang saham Petrosea ($PTRO), PT Caraka Reksa Optima, menjual 240,9 juta (2,39%) saham PTRO dengan harga rata–rata ~2.969 rupiah per lembar pada 8–13 Agustus 2025, sehingga kepemilikannya turun menjadi 27,17%. Kedua transaksi ini ditujukan untuk menambah free float saham yang beredar.

Sebelumnya, Prajogo Pangestu pada 5 Agustus 2025 juga telah menjual 1 miliar (0,89%) saham Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN) dengan harga rata–rata 1.450 rupiah per lembar untuk menambah free float saham yang beredar. Setelah transaksi tersebut, porsi free float di CUAN naik dari 15,006% per Juli 2025 menjadi 15,896%, sementara harga saham CUAN sejak 5 Agustus 2025 telah naik +11% ke level 1.610 rupiah per penutupan bursa hari Kamis (14/8).

Key Takeaway

Ini bukan pertama kalinya Grup Barito menjual sebagian saham untuk meningkatkan free float saham yang beredar di pasar. Free float market cap (FFMC) sendiri merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi bobot, flow, serta probabilitas suatu saham untuk dapat masuk ke beberapa indeks global seperti MSCI. Dengan asumsi ceteris paribus, saham dengan free float yang lebih besar dan belum masuk di dalam indeks global dapat memiliki probabilitas lebih besar untuk masuk ke dalam indeks tersebut. Sementara itu, untuk saham yang sudah ada di dalam indeks, free float yang lebih tinggi dapat membuka peluang saham terkait untuk memperoleh kenaikan bobot (upweighting). Saham yang baru masuk indeks atau mengalami peningkatan bobot berpotensi menerima aliran dana asing (foreign inflow). 

๐Ÿ’ธ WIFI Disebut Jadi Salah Satu Calon Pembeli LINK

  1. $LINK: DealStreetAsia melaporkan bahwa grup Axiata tengah memasuki tahap akhir untuk menjual kepemilikan mayoritas di Link Net dengan perkiraan nilai lebih dari 1 miliar dolar AS, yang berpotensi menjadi salah satu transaksi infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun ini. Sejumlah narasumber DealStreetAsia menyebut bahwa Solusi Sinergi Digital ($WIFI) dan I Squared Capital menjadi calon pembeli terdepan. Selain kedua perusahaan tersebut, grup Salim dan Sinar Mas juga dikabarkan berminat, tetapi DealStreetAsia tidak dapat memverifikasi kabar tersebut. I Squared Capital menolak mengomentari isu ini kepada DealStreetAsia, sementara Axiata, Sinar Mas, dan WIFI belum memberikan komentar. Per akhir Juli 2025, Axiata Investments memiliki porsi kepemilikan 75,42% di LINK, sementara kepemilikan XLSMART Telecom Sejahtera ($EXCL) sebesar 19,22%. 
  2. $KLBF: Manajemen Kalbe Farma dalam analyst meeting pada Kamis (14/8) menurunkan guidance pertumbuhan pendapatan dan laba bersih untuk 2025 dari +8–10% YoY menjadi +6–8% YoY. Revisi guidance ini utamanya mempertimbangkan pelemahan pendapatan segmen 'Nutritionals' yang turun -3% YoY selama 1H25, sehingga manajemen merevisi turun target pertumbuhan pendapatan segmen tersebut dari mid–single digit menjadi low–single digit.
  3. $MAPI: Manajemen Mitra Adiperkasa dalam earnings call kinerja 2Q25 pada Rabu (13/8) mengatakan bahwa perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ace Hardware Corp. untuk membawa brand tersebut ke Indonesia. Namun, pembukaan toko Ace Hardware ini kemungkinan besar tidak akan dilakukan tahun ini dan akan dilakukan secara bertahap.
  4. $DSSA: Kementerian ESDM mengumumkan bahwa entitas usaha Dian Swastatika Sentosa, PT Trina Mas Agra Indonesia, berencana meningkatkan kapasitas produksi sel dan modul surya dari 1 GWp per tahun menjadi 3 GWp dalam 2–3 tahun mendatang. PT Trina Mas Agra Indonesia sendiri merupakan hasil kerja sama antara anak usaha DSSA, PT Daya Sukses Makmur Selaras, bersama Trina Solar Co. Ltd. dan PLN.
  5. $INCO: Head of Corporate Finance and Investor Relations Vale Indonesia, Andaru Brahmono Adi, mengatakan kepada Kontan pada Rabu (13/8) bahwa pihaknya telah memperoleh persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 untuk Blok Bahodopi. Revisi ini memungkinkan perseroan untuk melakukan pengapalan sekitar 2,2 juta ton bijih nikel saprolit dari blok tersebut. Andaru menambahkan bahwa pengapalan perdana dari blok tersebut telah dimulai dan penjualan saprolit akan menjadi kontributor tambahan bagi pendapatan INCO pada 2025. Sebelumnya, Bisnis melaporkan bahwa revisi RKAB yang diajukan INCO memungkinkan perseroan untuk mengamankan tambahan produksi ~2 juta ton bijih nikel saprolit.
  6. $INTP: Indocement Tunggal Prakarsa mencatat penurunan volume penjualan semen sebesar -8,2% YoY pada Juli 2025, meski naik +21% MoM seiring efek seasonality pada paruh kedua. Hasil ini membuat volume penjualan semen INTP melemah -3,8% YoY selama 7M25 (vs. 7M24 termasuk semen Grobogan: +9,9% YoY), dengan market share turun menjadi 29,4% (vs. 7M24: 29,6%, 1H25: 29,5%). Manajemen INTP menjelaskan bahwa para kompetitor melanjutkan upaya promosi produk dan meningkatkan penjualan fighting brand, sementara perseroan tetap disiplin dalam menjaga harga.

Top Gainer ๐Ÿ”ฅ

$MAPI $RAJA $SRTG $EMTK
+5,60% +5,39% +4,78% +4,10%


Top Loser ๐Ÿค•

$BTPS $GOTO $ERAA $INDY
-3,65% -3,12% -3,00% -2,86%


 ๐Ÿ”ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

 

  1. IHSG ditutup menguat +0,49% ke level 7.931 pada perdagangan hari ini, Kamis (14/8), menandai level penutupan tertinggi sepanjang masa (all–time high), didorong oleh net foreign inflow sebesar 4,9 triliun rupiah sepekan terakhir. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menguat +0,52% pada hari ini ke level 16.110, menandai level tertinggi sejak awal 2025 dan hampir menghapus pelemahan sejak awal tahun (-0,05% YTD).
  2. International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulanannya pada Rabu (13/8) memperkirakan bahwa pertumbuhan pasokan minyak akan mencapai 2,5 juta barrel per hari pada 2025 dan 1,9 juta barrel per hari pada 2026, masing–masing lebih tinggi 370.000 barrel per hari dan 620.000 barrel per hari dibandingkan proyeksi IEA sebelumnya. Revisi naik untuk proyeksi pasokan minyak didasarkan pada tambahan produksi dari OPEC+ yang memutuskan untuk mengakhiri sebagian pemangkasan produksinya lebih cepat dari yang dijadwalkan. Dari sisi permintaan, IEA memperkirakan permintaan minyak dunia hanya akan meningkat sebesar 680.000 barrel per hari pada 2025 dan 700.000 barrel per hari pada 2026, masing–masing turun 20.000 barrel per hari dari perkiraan sebelumnya seiring keyakinan konsumen yang masih tertekan.
  3. Reuters melaporkan bahwa minat perusahaan–perusahaan China untuk berekspansi atau mendirikan usaha di Indonesia meningkat, didorong oleh tarif impor dari AS untuk Indonesia (19%) yang lebih rendah dibandingkan China (30%). Meski tidak berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang juga dikenakan tarif 19%, Reuters melaporkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pangsa pasar yang lebih besar dibandingkan negara tetangga. VP Sales & Marketing PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, mengatakan kepada Reuters bahwa kawasan Subang Smartpolitan dibanjiri pertanyaan dari investor China. PT Suryacipta Swadaya sendiri merupakan operator kawasan Subang Smartpolitan sekaligus anak usaha Surya Semesta Internusa ($SSIA).
  4. Volume penjualan industri semen di Indonesia turun secara tahunan menjadi 5,8 juta ton pada Juli 2025 (-3,8% YoY, +18% MoM), menurut data dari manajemen Indocement Tunggal Prakarsa ($INTP). Secara bulanan, volume penjualan naik seiring efek seasonality paruh kedua, terutama akibat bertambahnya hari kerja pada Juli 2025. Hasil ini membuat volume penjualan industri semen di Indonesia selama 7M25 turun -3,2% YoY (vs. 7M24 termasuk semen Grobogan: +2,5% YoY), dengan pelemahan terjadi baik di Pulau Jawa (-3,1% YoY) maupun di luar Pulau Jawa (-3,3% YoY). Manajemen INTP mengekspektasikan kemungkinan bahwa volume penjualan industri pada 2025 tidak dapat melampaui realisasi selama 2024, berubah dari perkiraan sebelumnya yang mengekspektasikan pertumbuhan hingga +2% YoY. Dari segi segmentasi, volume penjualan semen kantong (bag) tercatat flat secara tahunan selama 7M25, dengan kontribusi penjualan meningkat menjadi 72% (vs. 7M24: 70%). Di sisi lain, volume penjualan semen curah (bulk) turun -10% YoY, dengan kontribusi terhadap total penjualan juga berkurang menjadi 28% (vs. 7M24: 30%).
  5. Cikarang Listrindo ($POWR) mengumumkan bahwa saat ini perseroan tengah mengalami gangguan pasokan gas dari pemasoknya, yakni PT Pertamina EP dan Perusahaan Gas Negara ($PGAS). Menanggapi hal ini, POWR segera mengambil langkah mitigasi dengan memanfaatkan bahan bakar lainnya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi pelanggan industri tanpa gangguan, hingga pasokan gas dari PT Pertamina EP dan PGAS kembali normal. POWR juga tengah menilai potensi dampak dari gangguan pasokan gas terhadap kondisi keuangan perseroan, serta sedang berkoordinasi dengan pemasok gas, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai langkah mitigasi untuk menjaga reliabilitas operasional pasokan listrik.

Kalau Strategimu Salah, Bullish Pun Bisa Bikin Boncos

"Akhirnya ya begitu, akhirnya mereka beli saham yang tidak naik atau jalannya lambat dan mereka menghilangkan kesempatan yang datang." – teddyed
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dalam trading, waktu untuk menyerang dan bertahan menentukan hasil akhir. Ketika IHSG bullish, momentum adalah segalanya—masuk cepat ke saham yang baru mulai melaju, keluar saat kecepatannya menurun, dan hindari mengejar reli yang sudah lewat. Begitu pasar mulai sideways atau turun, strategi pun berganti: masuk di koreksi wajar pada saham dengan prospek, lalu tunggu momentumnya matang. Banyak trader kehilangan peluang atau bahkan menghapus untung sebelumnya hanya karena tetap memakai strategi lama di pasar yang sudah berubah. Mau tahu bagaimana cara membaca momentum dan menghindari jebakan di setiap fase pasar? Temukan jawabannya di sini!





Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit / Stockbit Snips.
Disclaimer: 
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), Perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/ menjual saham tertentu. Always do your own research
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah "https://stockbit.com/" dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com" Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.


                                    Want to change how you receive these emails?
                                                           Unsubscribe here



Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog