Jumat, 15 Agustus 2025

πŸ’Έ RAPBN 2026: Ekonomi Ditarget +5,4% via 8 Program Prioritas

IHSG turun -0,41%, PTRO dan RAJA Akuisisi 2 Perusahaan Grup Hafar. Kompilasi berita untuk hari ini.
open

 

   

πŸ’Έ RAPBN 2026: Ekonomi Ditarget +5,4% via 8 Program Prioritas

Photo by: Stockbit Snips

Daily Market Performance πŸš€

IHSG Foreign Flow  Kurs USD/IDR Gold
7.898 -0,41% +Rp1,31 triliun 16.160 +0,31% 3.360 +0,13%


Oil Coal CPO Nickel
66,3 -0,81% 111,1 -1,46% 4.440 +0,84% 15.031 -1,53%


πŸ‘‹ Stockbitor!

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato kenegaraan terkait target dan program untuk 2026, bersamaan dengan dirilisnya nota keuangan RAPBN 2026 [lihat tabel di atas]. Terdapat 8 program prioritas pemerintah pada 2026, yakni: 1) ketahanan pangan; 2) ketahanan energi; 3) Makan Bergizi Gratis (MBG); 4) pendidikan; 5) kesehatan; 6) pembangunan desa, koperasi, dan UMKM; 7) pertahanan; dan 8) akselerasi investasi dan perdagangan global. Berikut beberapa catatan penting kami:

  1. Ketahanan pangan — Anggaran untuk program ini meningkat +32,6% YoY menjadi 164,6 triliun rupiah (vs. APBN 2025: +8,8% YoY). Beberapa penggunaan anggaran ini mencakup distribusi dan cadangan pangan (29,9 triliun rupiah), produksi (114,1 triliun rupiah), dan konsumsi (6,4 triliun rupiah).
  2. Pendidikan dan MBG — Anggaran pendidikan ditetapkan sebesar 757,8 triliun rupiah (+4,8% YoY), yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Anggaran ini mencakup anggaran untuk program MBG sebesar 335 triliun rupiah (vs. APBN 2025: 171 triliun rupiah), sesuai usulan Badan Gizi Nasional. Program MBG pada 2026 ditargetkan dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, naik dari level saat ini di kisaran 20 juta penerima.
  3. Ketahanan energi — Anggaran ketahanan energi ditetapkan sebesar 402,4 triliun rupiah, yang akan dialokasikan untuk subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), dan penyediaan listrik desa. Presiden Prabowo pun menekankan ulang harapannya bahwa 100% pembangkit listrik berasal dari EBT dalam 10 tahun ke depan, lebih awal dari target global pada 2060.
  4. Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM — Total anggaran mencapai 181,8 triliun rupiah, di mana program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan diberi dukungan 83 triliun rupiah dari APBN yang akan disalurkan melalui Himbara.
  5. Belanja negara yang lebih tersentralisasi — Dari total anggaran belanja negara sebesar 3.787 triliun rupiah (+7,3% YoY), belanja pemerintah pusat akan meningkat +17,8% YoY sementara anggaran transfer ke daerah turun -24,8% YoY. 
  6. Program 3 juta rumah — Sekitar 770.000 unit rumah akan didukung oleh APBN dengan total anggaran 57,7 triliun rupiah, utamanya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Key Takeaway

Secara umum, program–program prioritas yang disebutkan sejalan dengan perkembangan yang diberitakan sejak pemerintahan baru berjalan, sehingga tidak terdapat kejutan. Secara postur anggaran sendiri, kami menilai target kenaikan penerimaan pajak sebesar +13% YoY pada 2026 menjadi hal yang menantang. Kami juga menilai pengumuman anggaran untuk Kopdes Merah Putih sebesar 83 triliun rupiah sedikit memberikan kepastian bagi saham–saham bank BUMN. Sebagai perbandingan, dengan plafon pinjaman hingga 3 miliar per koperasi, jumlah Kopdes yang mencapai ~80.000 akan membutuhkan total pendanaan hingga 240 triliun rupiah.

πŸ’Έ PTRO dan RAJA Akuisisi 2 Perusahaan Grup Hafar

  1. $PTRO: Petrosea melalui anak usahanya, PT Petrosea Engineering Procurement Construction, dan Rukun Raharja ($RAJA) mengumumkan telah mengakuisisi PT Hafar Daya Konstruksi dan PT Hafar Daya Samudera. Total nilai transaksi ini mencapai 784 miliar rupiah, dengan PT Petrosea Engineering Procurement Construction mengakuisisi 51% saham di kedua perusahaan tersebut senilai total ~400 miliar rupiah, sementara 49% sisanya diakuisisi oleh RAJA senilai 384 miliar rupiah. PT Hafar Daya Konstruksi sendiri bergerak di bidang engineering, procurement, construction, and installation (EPCI), sementara PT Hafar Daya Samudera bergerak di bisnis jasa angkutan laut. PTRO menjelaskan akuisisi ini ditujukan untuk diversifikasi ke sektor minyak dan gas bumi, sementara RAJA menyebut transaksi ini ditujukan untuk pengembangan sektor midstream.
  2. $BBCA: Komisaris Utama Bank Central Asia, Jahja Setiaatmadja, menjual 1 juta saham BBCA dengan harga rata-rata 8.750 rupiah per lembar pada 12 Agustus 2025. Total nilai transaksi mencapai ~8,8 miliar rupiah dan ditujukan untuk diversifikasi portofolio. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Jahja Setiaatmadja di BBCA tidak berubah di kisaran 0,03%.
  3. $MDKA: Merdeka Copper Gold memangkas guidance volume produksi tembaga selama 2025 dari kisaran 11.000–13.000 ton menjadi sekitar 10.000–12.000 ton, sementara guidance volume produksi emas dipertahankan di kisaran 100.000–110.000 troy ounce.
  4. $MBMA: Merdeka Battery Materials memangkas guidance volume produksi nickel pig iron selama 2025 dari kisaran 80.000–87.000 ton menjadi sekitar 70.000–80.000 ton, sementara guidance volume produksi limonit dan saprolit masing–masing dipertahankan di kisaran 12,5–15 juta wmt dan 6–7 juta wmt. Selain itu, MBMA memutuskan untuk menghentikan sementara produksi high–grade nickel matte akibat volatilitas margin dan memprioritaskan produksi nickel pig iron. Produksi high–grade nickel matte akan dilanjutkan jika kondisi telah mendukung operasional yang profitable.
  5. $LINK: Link Net dalam klarifikasi kepada BEI mengatakan bahwa perseroan mengetahui adanya pertimbangan awal oleh pengendali untuk mengakses calon investor strategis, tetapi perseroan belum menerima informasi lain dari pengendalinya mengenai hal tersebut maupun perkembangannya. Klarifikasi yang disampaikan oleh LINK muncul setelah DealStreetAsia melaporkan bahwa grup Axiata tengah memasuki tahap akhir untuk menjual kepemilikan mayoritas di LINK dengan perkiraan nilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Sejumlah narasumber DealStreetAsia menyebut bahwa Solusi Sinergi Digital ($WIFI) dan I Squared Capital menjadi calon pembeli terdepan. Selain kedua perusahaan tersebut, grup Salim dan Sinar Mas juga dikabarkan berminat.
  6. $PGAS: Perusahaan Gas Negara mengumumkan bahwa perseroan saat ini sedang mengalami kondisi penurunan penyaluran gas, yang berdampak kepada sebagian pelanggan di wilayah Jawa Barat dan sebagian Sumatera. Kondisi ini disebabkan oleh adanya unplanned shutdown pemasok gas existing serta adanya beberapa tambahan pasokan gas yang masih dalam proses finalisasi. PGAS menjelaskan bahwa perseroan bersama seluruh pemangku kepentingan sedang melakukan langkah percepatan untuk memperoleh alokasi pasokan gas dan LNG tambahan serta menyalurkannya kembali kepada pelanggan secepat mungkin.
  7. $MDIY: Pengendali Daya Intiguna Yasa, Azara Alpina Sdn. Bhd., mengalihkan 8,8 miliar (35,14%) saham MDIY kepada beberapa pihak, termasuk MDIH (Singapore) Pte. Ltd., Suncoast Financial Investments Ltd., dan Tan Yu Yeh (ultimate beneficial owner perseroan), dan lain–lain. Harga pengalihan sebesar 1.300 rupiah per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai 11,5 triliun rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan Azara Alpina Sdn. Bhd. di MDIY turun dari 85,71% menjadi 50,57%, sementara kepemilikan publik naik dari 10,24% menjadi 16,81%.

Top Gainer πŸ”₯

$HEAL $ELSA $MAPI $INKP
+3,92% +3,31% +3,03% +2,24%


Top Loser πŸ€•

$RAJA $INCO $EMTK $BBTN
-6,71% -6,11% -5,91% -5,19%


 πŸ”₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

 

  1. Mahkamah Konstitusi pada Kamis (14/8) menolak permohonan pengujian materiil terhadap UU No. 7/2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Salah satu gugatan yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi adalah regulasi tersebut tidak memberikan jaminan kepastian hukum dan jaminan hidup yang layak akibat kesulitan untuk memenuhi barang–barang kebutuhan pokok. Mahkamah Konstitusi menilai bahwa rentang pengenaan tarif PPN sekitar 5–15% dalam regulasi tersebut merupakan kebijakan fiskal yang fleksibel, sehingga memungkinkan pemerintah untuk menyesuaikan tarif berdasarkan kondisi ekonomi nasional dan kebutuhan fiskal negara sepanjang tetap mempertimbangkan kondisi sosial–ekonomi masyarakat. Selain itu, Mahkamah Konstitusi menjelaskan bahwa penetapan tarif PPN dalam rentang tersebut hanya dapat ditentukan oleh pemerintah setelah disampaikan kepada DPR untuk dibahas dan disepakati dalam penyusunan RAPBN, sehingga masih memenuhi prinsip 'no taxation without representation.'
  2. Biro statistik AS mencatat bahwa inflasi indeks harga produsen di AS mencapai 0,9% MoM pada Juli 2025 (vs. Juni 2025: 0% MoM) melampaui ekspektasi konsensus di level 0,2% MoM dan menandai kenaikan tertinggi sejak Juni 2022.
  3. Biro statistik China mencatat bahwa penjualan ritel di China tumbuh +3,7% YoY pada Juli 2025 (vs Juni 2025: +4,8% YoY), lebih rendah dari ekspektasi konsensus di +4,6% YoY dan menandai pertumbuhan terlemah sejak Desember 2024. Hasil ini membuat penjualan ritel China selama 7M25 mencapai +4,8% YoY. Dalam data ekonomi lain, biro statistik China mencatat bahwa tingkat pengangguran China pada Juli 2025 naik ke level 5,2% (vs. Juni 2025: 5%), melampaui ekspektasi konsensus di level 5,1% dan menandai angka tertinggi sejak Maret 2025.
  4. Direktur Amman Mineral Internasional ($AMMN), David Alexander Gibbs, menjual ~3,5 juta saham AMMN dengan harga rata–rata 8.635 rupiah per lembar pada 8 Agustus 2025. Total nilai transaksi mencapai ~30,5 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung David Alexander Gibbs di AMMN turun dari 0,016% menjadi 0,011%.
  5. Lippo Karawaci ($LPKR) mencatat marketing sales senilai 2,47 triliun rupiah selama 1H25 (-21,3% YoY), setara 40% target 2025 di level 6,25 triliun rupiah.
  6. Futura Energi Global ($FUTR) mengumumkan bahwa PT Aurora Dhana Nusantara telah menandatangani term sheet untuk rencana pengambilalihan ~3,3 miliar (49,325%) saham FUTR dari pengendali existing, PT Digital Futurama Global. Total nilai transaksi serta waktu penyelesaian belum diumumkan. Penandatanganan term sheet sendiri belum dapat dianggap telah terjadinya transaksi yang mengakibatkan perubahan pengendalian berdasarkan POJK No. 9/2018 hingga terjadinya penyelesaian rencana pengambilalihan sebagaimana diatur dalam perjanjian pembelian saham bersyarat.
  7. Dua pemegang saham terbesar di Impack Pratama Industri ($IMPC), PT Harimas Tunggal Perkasa dan PT Tunggal Jaya Investama, masing–masing menjual 600 juta (1,11%) dan 800 juta (1,47%) saham IMPC dengan harga rata–rata 660 rupiah per lembar pada 13–14 Agustus 2025. Total nilai transaksi masing–masing mencapai 396 miliar rupiah dan 528 miliar rupiah. Setelah transaksi ini, kepemilikan PT Harimas Tunggal Perkasa di IMPC turun dari 45,84% menjadi 44,73%, sedangkan kepemilikan PT Tunggal Jaya Investama turun dari 44,09% menjadi 42,62%.

πŸ•΅️ Inflasi AS Bulan Juli Rendah, Apa Implikasinya ke Fed Rate?

"Menurut saya story emas belum selesai, masih akan lama." – yanuard
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Inflasi AS bulan Juli tercatat hanya 2,7%, memicu ekspektasi 96% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September. Namun, menurut Taimur Baig dari DBS Bank, angka rendah ini bersifat sementara karena dampak tarif impor baru belum sepenuhnya terasa dan baru akan memukul harga 6–12 bulan ke depan. Dalam tulisan terbarunya, Yanuard memaparkan bagaimana jeda waktu ini memberi ruang bagi The Fed untuk memangkas bunga beberapa kali, tapi juga menyimpan risiko inflasi melonjak di 2026 saat suku bunga sudah rendah—potensi jebakan yang bisa mempercepat de-dolarisasi. Disertai analisis dampaknya bagi emas dan pasar emerging market seperti IHSG. Yuk simak ulasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini!


Sekilas tentang yanuard

Yanuar Dananjaya adalah seorang dosen fakultas bisnis di salah satu universitas swasta ternama di Indonesia. Beliau menggunakan pendekatan metode analisis fundamental dan value investing dalam investasi. Pak Yanuar kerap kali membagikan tulisan yang memuat seputar ulasan hingga opini terkait fenomena ekonomi makro yang terjadi.




Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit / Stockbit Snips.
Disclaimer: 
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), Perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/ menjual saham tertentu. Always do your own research
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah "https://stockbit.com/" dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com" Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here


Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog