Selasa, 07 Oktober 2025

๐Ÿ”ต Uang Primer Adjusted +18,6% YoY pada September 2025

Research Mandiri Sekuritas · 7 Oktober 2025 

Uang Primer (M0) Adjusted Tumbuh +18,6% YoY pada September 2025 

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • Cadangan devisa Indonesia September 2025

  • M0 adjusted September +18,6% YoY

  • Aturan waste to energy / PLTSa terbit pekan ini

  • Green Era jual BREN Rp4,2 T untuk free float

  • CDIA tingkatkan kapasitas PLTS 4,7 MWp

  • PTRO targetkan pendapatan 2026 +41% YoY

  • Reserve tambang Pani EMAS naik +150% jadi 4,8 juta ons

  • BKSL klarifikasi, jual lahan 152 Ha Rp2,05 T

  • ASGR dividen interim yield 2,6%

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 8.169,28 +29,39 (+0,36%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

-0,08%

⛰️ Basic Materials

-0,63%

๐Ÿ’ฐ Financials

+0,01%

๐Ÿš‚ Transportations

+3,00%

๐Ÿ’ป Technology

+0,35%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

-0,13%

๐Ÿญ Industrials

-0,37%

⚡️ Energy

+2,62%

๐Ÿ‘— Cyclicals

-0,44%

๐Ÿ—️ Infrastructures

+2,33%

๐Ÿ  Properties

-0,28%

Macro Moves

๐Ÿ“‰ Cadangan Devisa Indonesia September 2025

BI mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia turun menjadi sebesar USD148,7 miliar pada September 2025 (vs. Agustus-25: USD150,7 miliar). Ini dipengaruhi antara lain oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

๐Ÿ“ˆ M0 Adjusted September +18,6% YoY

Uang Primer (M0) Adjusted pada September 2025 tumbuh +18,6% YoY (vs. Agustus-25: +7,3% YoY). Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37,0% YoY dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,5% YoY. Pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

⚡ Aturan Waste to Energy Terbit Pekan Ini

Aturan terbaru terkait program waste to energy (WtE) dalam revisi Perpres tentang percepatan pembangunan instalasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan diterbitkan pekan ini. Aturan baru tersebut dikabarkan akan menyederhanakan perizinan dengan menghapus tipping fee, serta menggantinya dengan subsidi pembelian listrik dari PLN untuk pengembang PLTSa, serta menugaskan BPI Danantara dan PLN untuk mempercepat prosesnya. 

Ticker Talk

♻️ Green Era Jual $BREN Rp4,2 T untuk Free Float

Pemegang saham PT Barito Renewables Energy (BREN), Green Era Energy Pte. Ltd., menjual ~481 juta (~0,36%) saham BREN di harga Rp8.650/saham pada 2 Oktober 2025. Total transaksi ~Rp4,2 triliun. Tujuan untuk menambah free float saham yang beredar di pasar. Kepemilikannya di BREN menjadi ~22,99%. 

☀️ $CDIA Tingkatkan Kapasitas PLTS 4,7 MWp

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) melalui anak usahanya di pilar bisnis energi, PT Krakatau Chandra Energy, mengumumkan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 4,7 MWp, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 11 MWp. Proyek peningkatan ini ditargetkan akan beroperasi pada November 2025 di Cilegon.

๐Ÿšœ $PTRO Targetkan Pendapatan 2026 +41% YoY

PT Petrosea (PTRO) menargetkan pendapatan pada 2025 tumbuh 43% YoY menjadi USD991 juta, dan pada 2026 tumbuh 41% YoY menjadi USD1,4 miliar. Direktur PTRO, Ruddy Santoso, mengatakan bahwa pertumbuhan akan dipengaruhi pertumbuhan bisnis organik serta perluasan pasar baru, pasca PTRO mengakuisisi grup HBS dan grup Hafar. 

๐Ÿฅ‡ Reserve Tambang Pani $EMAS Naik +150% 

PT Merdeka Gold Resources (EMAS) mengumumkan peningkatan cadangan bijih emas (reserve) tambang emas Pani menjadi 4,8 juta ons, naik +150% dari sebelumnya sebesar 1,9 juta ons.

๐Ÿ˜️ $BKSL Klarifikasi, Jual Lahan 152 Ha 

PT Sentul City (BKSL) memberikan klarifikasi bahwa terjadi transaksi antara PT Genting Properti Abadi dengan PT Primatama Cahaya Sentosa dan anak usaha BKSL, PT Aftanesia Raya, berupa pembelian lahan seluas 152 hektar dengan nilai Rp2,05 triliun. BKSL memperkirakan bahwa transaksi akan selesai pada akhir 2025.

๐Ÿ’ฐ $ASGR Dividen Interim Yield 2,6%

PT Astra Graphia (ASGR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp30/saham, setara dividend yield 2,6% berdasarkan penutupan ASGR pada Senin (6/10) di Rp1.175/saham. Cum date pada 15 Oktober 2025, dengan pembayaran pada 24 Oktober 2025.

Transaksi Sekarang
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog