|
Research Mandiri Sekuritas · 5 Desember 2025 | |
|
|
Cadangan Devisa Indonesia November 2025 Naik menjadi USD150,1 Miliar |
|
|
|
π± What's Growin' on Today |
| Cadangan devisa Indonesia November 2025 BI peroleh perluasan mandat dukung pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Danantara berencana benahi subsidi dan kompensasi BUMN PSO EXCL jual seluruh kepemilikan 18% MORA Rp1,9 T UNVR dividen interim yield 3,1% AKRA jual lahan JIIPE 20 Ha ke Golden Elephant 4 PLTP PGEO masuk Blue Book, potensi peroleh pendanaan USD613 juta TRUE private placement 10% PTPP terima permohonan pailit dari 2 subkontraktor |
|
|
|
Performa IHSG:
π Indeks Harga Saham Gabungan 8.632,76 -7,44 (-0,09%) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Cadangan Devisa Indonesia November 2025 |
| | BI mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia naik menjadi sebesar USD150,1 miliar pada November 2025 (vs. Okt-25: USD149,9 miliar). Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. |
|
|
Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja |
| | Bank Indonesia memperoleh perluasan mandat untuk memperkuat sektor riil dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Perluasan mandat tersebut berada di dalam draf revisi RUU P2SK. |
|
|
Rencana Benahi Subsidi & Kompensasi BUMN PSO |
| | BPI Danantara berencana membenahi subsidi dan kompensasi BUMN yang mendapatkan tugas pelayanan publik atau PSO. Salah satu strateginya adalah merombak skema perhitungan biaya di BUMN penerima penugasan agar lebih efisien. |
|
|
|
|
| PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) menjual seluruh ~4,3 miliar (18,32%) saham PT Mora Telematika Indonesia (MORA) yang dimilikinya dengan harga Rp432/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp1,9 triliun. Transaksi dilakukan pada 4 Desember 2025. |
|
|
$UNVR Dividen Interim Yield 3,1% |
| | PT Unilever Indonesia (UNVR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp87/saham, setara dividend yield 3,1% berdasarkan penutupan UNVR pada Kamis (4/12) di Rp2.770/saham. Cum date pada 12 Desember 2025, dengan pembayaran pada 30 Desember 2025. |
|
|
$AKRA Jual Lahan JIIPE 20 Ha ke Golden Elephant | |
| PT AKR Corporindo (AKRA) mengumumkan telah menyerahkan tambahan lahan industri JIIPE seluas 20 hektare kepada PT GEABH Joint Technology, anak usaha Sichuan Golden Elephant Chemical. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas kimia ramah lingkungan. Penyerahan ini mengikuti akuisisi lahan 20 hektare sebelumnya pada April 2025 untuk fasilitas produksi pertama Golden Elephant. |
|
|
4 PLTP $PGEO Masuk Blue Book | |
| PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mengumumkan bahwa 4 proyek PLTP PGEO telah ditetapkan ke dalam Blue Book 2025–2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas. Keempat proyek PLTP tersebut adalah Lumut Balai Unit 3 dan 4, Gunung Tiga/Ulubelu Extension I, Lahendong Unit 7–8, dan Lahendong Binary. Keempat proyek ini berpotensi memperoleh pendanaan luar negeri melalui skema indicative concessional loan dengan nilai mencapai USD613 juta. |
|
|
$TRUE Private Placement 10% | |
| PT Triniti Dinamik (TRUE) berencana melakukan private placement sebanyak maksimum ~757 juta (10%) saham, dengan potensi dilusi 9,09%. Dana hasil private placement akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Rincian lainnya, seperti calon pemodal maupun harga pelaksanaan, belum diumumkan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS pada 12 Januari 2026. |
|
|
$PTPP Terima Permohonan Pailit dari 2 Subkontraktor | |
| PT PP (PTPP) mengumumkan bahwa perseroan menerima pemberitahuan resmi (relaas) dari pengadilan atas permohonan pailit terhadap perseroan yang diajukan oleh dua subkontraktor KSO PP-Urban, PT Atap Perkasa dan CV Citra Pratama. Total permohonan pailit yang diajukan atas utang tersebut senilai total ~Rp10 miliar. |
|
|
|
|
0 komentar:
Posting Komentar