| Research Mandiri Sekuritas · 12 Januari 2026 | |
|
| Menteri Keuangan: Ekonomi 2025 Tumbuh 5,12%, 4Q25 Capai 5,45% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Menkeu: Ekonomi 2025 tumbuh 5,12%, 4Q25 capai 5,45%
Kemenkeu berwenang rekomposisi dana SAL ke valas
Pertamina jadi offtaker DME dari proyek hilirisasi batu bara
OJK targetkan aturan baru free float saham 2026
SMRA 2025: Presales +27% YoY
UBS Group jual BUMI Rp134 M
NINE rights issue 2Q26, integrasi aset tambang Mongolia
RISE bagikan saham bonus 25:12
Pengendali jual 4,85% BCIC Rp272 M |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.884,72 -52,03 (-0,58%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | Menkeu: Ekonomi 2025 tumbuh 5,12%, 4Q25 capai 5,45% |
| | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi 4Q25 mencapai 5,45%, sehingga sepanjang 2025 berada di level 5,12%, sedikit di bawah target APBN 5,2%. Meski demikian, Purbaya menilai tren pertumbuhan menunjukkan pemulihan dan prospek ekonomi ke depan semakin solid. |
|
| Kemenkeu Berwenang Rekomposisi dana SAL ke Valas |
| | Kementerian Keuangan memperoleh kewenangan untuk melakukan rekomposisi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dalam rupiah dan valas. |
|
| Pertamina Jadi Offtaker DME dari Hilirisasi Batu Bara |
| | Pertamina akan menjadi offtaker produk dimethyl ether (DME) dari proyek hilirisasi batu bara yang dikembangkan bersama Mind ID. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat hilirisasi melalui teknologi gasifikasi, mengolah batubara menjadi DME sebagai alternatif pengganti LPG. |
|
| OJK Targetkan Aturan Baru Free Float Saham 2026 |
| | OJK menargetkan aturan baru terkait batas minimal free float saham terbit pada 2026 dengan penerapan bertahap selama 5–10 tahun. Ketentuan akan menaikkan free float dari 7,5% menjadi 10–15%, yang diperkirakan membutuhkan pendanaan Rp21 triliun hingga Rp203 triliun. OJK menekankan perlunya penguatan permintaan, khususnya dari investor institusi domestik, untuk mendukung kebijakan pendalaman pasar. |
|
| | | $SMRA 2025: Presales +27% YoY | |
| PT Summarecon Agung (SMRA) mencatatkan presales sebesar Rp2 triliun pada 4Q25 (+41% qoq; 15% yoy). Sepanjang 2025, presales mencapai Rp5,5 triliun (+27% yoy), melampaui target manajemen (111%) dan proyeksi Mansek (132%). |
|
| UBS Group Jual $BUMI Rp134 M |
| | Pemegang saham PT Bumi Resources (BUMI) , UBS Group AG, menjual ~290 juta (0,08%) saham BUMI dengan harga Rp462/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp134 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Januari 2026, bertujuan untuk lindung nilai aktivitas perdagangan derivatif klien. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BUMI menjadi 5,96%. |
|
| $NINE Rights Issue, Integrasi Aset Tambang Mongolia | |
| Direktur Utama PT Techno9 Indonesia (NINE) , Nuzwan Gufron, menyampaikan bahwa NINE berencana akan melakukan rights issue pada 2Q26 untuk mengintegrasikan aset tambang milik Poh Group di Mongolia ke dalam perseroan. Aksi korporasi ini disebut tidak menggunakan kas perusahaan dan menjadi langkah strategis transformasi NINE ke sektor pertambangan regional. |
|
| $RISE Bagikan Saham Bonus 25:12 | |
| PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) akan membagikan saham bonus sebanyak ~525 miliar saham, dengan rasio pembagian 25:12. Cum date pada 19 Januari 2026, dengan pembagian saham bonus pada 9 Februari 2026. |
|
| Pengendali Jual 4,85% $BCIC Rp272 M | |
| Pengendali PT Bank JTrust Indonesia (BCIC) , J Trust Co Ltd, menjual ~878 juta (4,85%) saham BCIC dengan harga Rp310/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp272 miliar. Transaksi dilakukan pada 9 Januari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BCIC menjadi 67,38%. |
| | |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar