Kamis, 05 Februari 2026

๐Ÿ”ต Aturan Minimum Free Float 15% Berlaku Bertahap 3 Tahun

Research Mandiri Sekuritas · 5 Februari 2026 

Indonesia Mencatat Pertumbuhan Ekonomi (PDB) +5,39% YoY pada 4Q25 

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • PDB Indonesia 4Q25: +5,39% YoY; 12M25: +5,11 % YoY

  • Aturan minimum free float 15% berlaku bertahap 3 tahun

  • BEI prioritaskan 49 emiten besar penuhi free float 15%

  • Pemerintah rencanakan bioetanol 10% pada bensin dimulai 2028

  • CDIA buyback Rp1 T

  • CUAN mulai bangun PLTU 680 MW Rp10 T di Halmahera Timur

  • ANTM performa operasional 4Q25

  • MEDC tandatangani fasilitas kredit Rp800 M dari ICBC

  • ESDM bantah isu kuota produksi batu bara BUMIAADIINDY

  • Kemenkeu buka opsi ambil alih PNM dari BBRI

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 8.103,88 -42,84 (-0,53%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

-0,78%

⛰️ Basic Materials

-0,87%

๐Ÿ’ฐ Financials

-0,11%

๐Ÿš‚ Transportations

-0,18%

๐Ÿ’ป Technology

-1,19%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

+0,79%

๐Ÿญ Industrials

-1,35%

⚡️ Energy

-1,20%

๐Ÿ‘— Cyclicals

-0,99%

๐Ÿ—️ Infrastructures

-1,23%

๐Ÿ  Properties

-0,84%

Macro Moves

PDB Indonesia 4Q25: +5,39% YoY; 12M25: +5,11 % YoY

Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi (PDB) sebesar +5,39% YoY pada 4Q25 (vs. 3Q25: +5,04% YoY). Hasil ini melampaui ekspektasi konsensus (5,1%) dan Mansek (5,2%). Secara kuartalan, PDB Indonesia tumbuh +0,86% QoQ. Secara kumulatif, PDB Indonesia selama 12M25 tumbuh +5,11% YoY, melebihi ekspektasi konsensus di level 5%. 

Aturan Minimum Free Float 15% Berlaku Bertahap 3 Tahun

Penyesuaian batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% akan diterapkan bertahap selama tiga tahun, dengan target seluruh emiten memenuhi ketentuan tersebut pada tahun ketiga.

BEI Prioritaskan 49 Emiten Besar Penuhi Free Float 15%

BEI memprioritaskan 49 emiten berkapitalisasi terbesar sebagai proyek percontohan (pilot project) pemenuhan aturan free float minimum 15% yang akan diberlakukan bertahap dalam tiga tahun. Dari sekitar 267 emiten yang belum memenuhi ketentuan tersebut, 49 emiten itu mewakili hampir 90% kapitalisasi pasar. Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan BEI bersama OJK akan memberikan pendampingan intensif kepada emiten terdampak, termasuk pemetaan aksi korporasi yang dapat ditempuh untuk menyesuaikan dengan aturan baru. 

Ticker Talk

$CDIA Buyback Rp1 T

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp1 triliun. Periode buyback akan berlangsung selama 3 bulan terhitung setelah keterbukaan informasi yakni sejak 6 Februari – 5 Mei 2026. 

$CUAN Bangun PLTU 680 MW Rp10 T di Halmahera Timur

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melalui entitas anak usahanya, Guna Darma Integra, memulai pembangunan PLTU berkapasitas 680 MW di Halmahera Timur dengan nilai proyek sekitar USD600 juta (Rp10 triliun). Proyek ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi Grup Petrindo untuk memperkuat pasokan listrik kawasan industri Feni Halmahera dan ekosistem nikel. 

$ANTM Performa Operasional 4Q25

PT Aneka Tambang (ANTM) telah merilis kinerja operasional 2025. Produksi emas turun 27% YoY menjadi 743 kg dan volume penjualan merosot 14,5% YoY menjadi 37.406 kg. Dari segmen bijih nikel, produksi tercatat 16,1 juta wmt (+62% YoY), dengan volume tercatat 14,6 juta wmt (+75% YoY). Dari segmen bauksit, produksi naik 112% YoY menjadi 2,83 juta wmt dan penjualan melonjak 157% YoY menjadi 1,89 juta wmt. 

$MEDC Tandatangani Fasilitas Kredit Rp800 M dari ICBC

PT Medco Energi International (MEDC) tandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai  Rp800 miliar dari PT Bank ICBC  Indonesia. Jatuh tempo pinjaman sampai 60 bulan atau 5 tahun dari tanggal pencairan pertama. Seluruh kredit akan digunakan sebagai belanja modal kerja usaha dan pendanaan umum perusahaan. 

Bantah Isu Kuota Produksi Batu Bara $BUMI $AADI $INDY

Kementerian ESDM menegaskan data target produksi batu bara 2026 yang beredar tidak valid dan hanya berupa rumor, karena persetujuan RKAB belum diterbitkan dan seluruh permohonan masih dalam tahap evaluasi. Sebelumnya, Bloomberg mengabarkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan kuota produksi penuh kepada PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Andalan Indonesia (AADI), dan PT Indika Energy (INDY) , sehingga pemangkasan output lebih banyak dibebankan kepada penambang kecil. 

Kemenkeu Buka Opsi Ambil Alih PNM dari $BBRI

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membuka opsi Kemenkeu mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyaluran KUR ke pelaku UMKM. Meski begitu, Purbaya mengatakan sudah membahas rencana ini dengan CEO dan COO Danantara, namun hingga kini Danantara belum memberikan persetujuan. Purbaya juga mengatakan dalam proses tersebut, Kemenkeu juga membuka potensi tukar guling kepemilikan dengan Geo Dipa Energi. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog