| Research Mandiri Sekuritas · 19 Februari 2026 | |
|
| Bank Indonesia Kembali Mempertahankan BI Rate di 4,75% |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| BI Rate kembali ditahan di 4,75%
Pertumbuhan kredit Januari 2026: +9,96% YoY
BBCA 1M26: laba bersih +6% YoY
ACES catatkan SSSG positif pertama setelah 9 bulan
EMAS lakukan first gold pour Tambang Pani lebih cepat
Dua direksi GTSI ajukan pengunduran diri
INET luncurkan 5G FWA 1,4 GHz pertama di dunia
TRIM terbitkan obligasi Rp250 M
MPPA akuisisi properti anak usaha MLPL senilai Rp780 M |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 8.274,08 -36,15 (-0,43%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | BI Rate Kembali Ditahan di 4,75% |
| | BI kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada keputusan Februari 2026, menjadikan BI Rate ditahan dalam 5 bulan berturut-turut. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi konsensus. |
|
| Pertumbuhan Kredit Januari 2026: +9,96% YoY |
| | Pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2026 meningkat ke level +9,96% YoY (vs. Des-25: +9,69% YoY), menandakan laju pertumbuhan kredit tertinggi sejak Februari 2025. Laju ini menandakan pertumbuhan kredit sejalan dengan target 2026 BI di level +8–12%. |
|
| | | $BBCA 1M26: Laba Bersih +6% YoY | |
| PT Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp5 triliun pada Januari 2026 (+13% MoM; +6% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi, mencapai 8% dari estimasi FY26F Mansek dan konsensus. Hasil ini terutama didorong oleh pertumbuhan non-interest income yang kuat dan penurunan biaya pencadangan kredit. PPOP pada 1M26 flat menjadi Rp6,4 triliun. Kredit bertumbuh +6% YoY. DPK bertumbuh +9% YoY. NIM pada 1M26 turun ke level 5,8% (vs. 1M25: 6,4%). Adapun beban provisi pada 1M26 turun -54% YoY, sehingga CoC turun menjadi 0,3% (vs. 1M25: 0,8%), berada di bawah guidance CoC FY26 dari manajemen sebesar 0,4–0,5%. Mansek mempertahankan rating BUY untuk BBCA. |
|
| $ACES Catat SSSG Positif Pertama Setelah 9 Bulan |
| | PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) mencatatkan SSSG positif setelah negatif selama sembilan bulan berturut-turut. ACES pada Januari 2026 mencatatkan pendapatan indikatif sebesar Rp775 miliar (-6,6% YoY), dengan Same-store sales growth (SSSG) sebesar +1% YoY (vs. Des-25: -9,9% YoY). |
|
| First Gold Pour $EMAS di Tambang Pani Lebih Cepat | |
| PT Merdeka Gold Resources (EMAS) mencatat tonggak penting dengan melakukan first gold pour (penuangan emas perdana) di Tambang Emas Pani pada 14 Februari 2026, lebih cepat dari rencana awal yaitu akhir 1Q26. |
|
| Dua Direksi $GTSI Ajukan Pengunduran Diri | |
| PT GTS Internasional (GTSI) mengumumkan pengunduran diri I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama, serta Dira K. Mochtar dari jabatan Direktur. Rencana tersebut akan diputuskan dalam RUPSLB mendatang pada 26 Februari 2026. |
|
| $INET Luncurkan 5G FWA 1,4 GHz Pertama di Dunia | |
| PT Solusi Sinergi Digital (INET) melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, resmi meluncurkan layanan komersial 5G FWA 1,4 GHz pertama di dunia melalui brand IRA – Internet Rakyat, dengan tarif Rp100.000 per bulan, kecepatan hingga 100 Mbps, dan kuota tanpa batas. Perusahaan menargetkan pengoperasian lebih dari 5.500 site sepanjang 2026 untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan di Region-1. |
|
| $TRIM Terbitkan Obligasi Rp250 M | |
| PT Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) berencana menerbitkan obligasi Rp250 miliar, dengan bunga 7,75-8,50% dan tenor 5-7 tahun. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja terutama dalam pembiayaan repo Perseroan. |
|
| |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar