Rabu, 11 Februari 2026

๐Ÿ”ต MSCI Umumkan Evaluasi Indeks Periode Februari 2026

Research Mandiri Sekuritas · 11 Februari 2026 

MSCI Umumkan Evaluasi Indeks Periode Februari 2026

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • Prabowo temui 5 konglomerat besar bahas dukungan Pembangunan

  • ESDM tetapkan RKAB nikel 2026 turun ke 260–270 juta ton

  • MSCI umumkan evaluasi indeks

  • MEDC ditunjuk PETRONAS sebagai operator PSC Cendramas

  • RATU terbitkan obligasi dan sukuk Rp800 M

  • EDGE umumkan rencana go private

  • ATIC rights issue

  • HAIS tambah 1 set armada baru total menjadi 23 set

  • PIPA siapkan ganti nama dan logo pasca kasus IPO

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 8.290,97 +159,23 (+1,96%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

+0,40%

⛰️ Basic Materials

+3,00%

๐Ÿ’ฐ Financials

-0,49%

๐Ÿš‚ Transportations

+2,26%

๐Ÿ’ป Technology

+1,12%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

+0,02%

๐Ÿญ Industrials

+3,92%

⚡️ Energy

+5,95%

๐Ÿ‘— Cyclicals

+5,34%

๐Ÿ—️ Infrastructures

+3,85%

๐Ÿ  Properties

+1,52%

Macro Moves

Prabowo Temui 5 Konglo Bahas Dukungan Pembangunan

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Hambalang dengan lima konglomerat nasional: Prajogo Pangestu (Grup Barito Pacific), Anthony Salim (Grup Salim), Franky Widjaja (Grup Sinar Mas), Boy Thohir (Grup Adaro), dan Sugianto Kusuma/Aguan (Grup Agung Sedayu). Kelimanya menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan pemerintah, termasuk program pangan, pendidikan, kesehatan, dan energi. Pertemuan lebih dari empat jam itu juga menekankan kolaborasi sektor usaha untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM. 

RKAB Nikel 2026 Ditetapkan Turun ke 260–270 Juta Ton

Kementerian ESDM resmi pangkas produksi nikel, dengan menetapkan RKAB kuota produksi nikel 2026 sebesar 260–270 juta ton, jauh lebih rendah dari persetujuan RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton. Pemerintah sebelumnya telah mengisyaratkan pemangkasan produksi ke kisaran 250–260 juta ton sejak akhir 2025. 

MSCI Umumkan Evaluasi Indeks

MSCI mengumumkan evaluasi indeks untuk indeks MSCI Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap periode Februari 2026. INDF keluar dari MSCI Global Standard dan berpindah ke MSCI Global Small Cap. Pada indeks Small Cap, ACES dan CLEO dikeluarkan. Perubahan ini akan memiliki periode efektif dimulai pada penutupan 27 Februari 2026. 

Ticker Talk

$MEDC Ditunjuk PETRONAS sebagai Operator PSC 

PT Medco Energi Internasional (MEDC) mengumumkan bahwa anak usaha yang dimiliki sepenuhnya, Medco Asia Pacific Ltd ditunjuk Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) sebagai operator PSC Cendramas. Penunjukan ini tetap tunduk pada pelaksanaan PSC dan perjanjian operasi bersama serta persyaratan pendahuluan lain yang ditetapkan oleh PETRONAS. 

$RATU Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp800 M

PT Raharja Energi Cepu (RATU) berencana menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp800 miliar, dengan tenor 3-7 tahun. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha (PT Raharja Energi Tanjung Jabung), pinjaman kepada entitas asosiasi (PT Petrogas Jatim Utama Cendana), dan modal kerja.

$EDGE Umumkan Rencana Go Private

PT Indointernet (EDGE) mengumumkan rencana go private dan delisting, BEI telah menghentikan sementara perdagangan saham sejak 10 Februari 2026 seiring proses menuju go private. 

$ATIC Rights Issue

PT Anabatic Technologies (ATIC) mengumumkan rencana rights issue sebanyak maksimum 600 juta (25,9%) saham baru. Penggunaan dana untuk penyelesaian obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026 dan modal kerja atau membiayai kegiatan operasional perseroan. Rencana ini menunggu persetujuan RUPS yang direncanakan pada 27 Maret 2026. 

$HAIS Tambah 1 Set Armada Baru Total Jadi 23 Set

PT Hasnur Internasional Shipping (HAIS) menambah kapasitas operasional dengan mengoperasikan satu set armada baru yang terdiri dari dua kapal, yaitu tugboat berdaya 2.200 HP dan barge berkapasitas 10.300 ton. Dengan tambahan ini, total armada HAIS meningkat menjadi 23 set. 

$PIPA Siapkan Ganti Nama dan Logo Pasca Kasus IPO

Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo (PIPA) , Noprian Fadli, mengungkapkan PIPA berencana mengganti nama dan logo perusahaan sebagai bagian dari lima langkah pemulihan setelah terseret kasus manipulasi IPO. PIPA akan menggelar RUPS untuk meresmikan perubahan identitas, sekaligus menggelar audiensi dengan BEI dan OJK serta menyelesaikan laporan keuangan 2025. Perseroan menegaskan kasus tersebut berkaitan dengan pengendali lama dan bukan manajemen saat ini. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog