Kamis, 26 Maret 2026

๐Ÿ”ต Pemerintah Akan Kenakan Tarif Ekspor Batu Bara dan Nikel

Research Mandiri Sekuritas · 26 Maret 2026 

Pemerintah Setujui Rencana Pengenaan Tarif Ekspor Batu Bara & Nikel

๐ŸŒฑ What's Growin' on Today

  • Pemerintah setujui rencana pengenaan tarif ekspor batu bara dan nikel

  • Pemerintah suntikkan Rp100 T ke perbankan untuk tekan yield obligasi

  • Purbaya buka opsi perluas penempatan dana ke bank swasta

  • PTRO tandatangani kontrak Blok Masela Rp989 M

  • INCO tandatangani fasilitas kredit USD500 juta dari 4 bank

  • 5 Direksi dan Komisaris tambah BBCA Rp26 M

  • ACES 2M26 SSSG +3,8% YoY

  • SCMA 12M25: laba bersih +29,6% YoY

  • HEAL 12M25: laba bersih -19,9% YoY

Market Recap

Performa IHSG:


๐Ÿ“Š Indeks Harga Saham Gabungan 7.164,09 -138,03 (-1,89%)

Performa Sektor:

Sectors

Profit / Loss

๐Ÿ’Š Healthcare

-0,76%

⛰️ Basic Materials

-2,27%

๐Ÿ’ฐ Financials

-0,64%

๐Ÿš‚ Transportations

+2,96%

๐Ÿ’ป Technology

-1,20%

๐Ÿ” Non-Cyclicals

-0,18%

๐Ÿญ Industrials

-2,79%

⚡️ Energy

-2,91%

๐Ÿ‘— Cyclicals

-2,30%

๐Ÿ—️ Infrastructures

-1,63%

๐Ÿ  Properties

-0,54%

Macro Moves

Pemerintah Kenakan Tarif Ekspor Batu Bara & Nikel

Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia telah menyetujui kebijakan pengenaan tarif ekspor untuk batu bara dan nikel, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Rincian besaran tarif ekspor masih dalam tahap pembahasan lanjutan oleh pemerintah, termasuk penentuan struktur dan tingkat tarif yang akan diberlakukan. 

Pemerintah Suntikkan Rp100 T ke Perbankan 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebutkan telah menyuntikkan tambahan likuiditas Rp100 triliun ke perbankan agar bank dapat membeli obligasi, yang diharapkan mampu meredam kenaikan yield obligasi pemerintah yang menanjak. Likuiditas tersebut disalurkan melalui penempatan dana di Himbara dan Bank Jakarta menjelang Idulfitri. Langkah ini diharapkan menekan tekanan likuiditas perbankan dan menurunkan yield obligasi melalui peningkatan pembelian obligasi. 

Purbaya Perluas Penempatan Dana ke Bank Swasta

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberi sinyal akan memperluas penempatan dana pemerintah ke bank swasta, setelah sebelumnya hanya difokuskan ke bank BUMN dan BUMD. Kebijakan ini masih bersifat bertahap dan selektif, dengan prioritas pada bank swasta yang dinilai sehat dan kredibel. 

Ticker Talk

$PTRO Tandatangani Kontrak Blok Masela Rp989 M

PT Petrosea (PTRO) menyampaikan bahwa konsorsium yang dibentuk bersama PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya, telah menandatangani kontrak pekerjaan konstruksi onshore dengan INPEX Masela Ltd. untuk proyek Abadi di Blok Masela, Maluku. Nilai kontrak sebesar ~Rp989 miliar dengan jangka waktu 36 bulan, di mana PTRO memiliki porsi partisipasi sebesar 36%. 

$INCO Tandatangani Fasilitas Kredit dari 4 Bank

PT Vale Indonesia (INCO) tandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai  USD500 juta dengan opsi greenshoe hingga USD250 juta dari DBS Bank Ltd., Mizuho Bank Ltd., PT Bank Mizuho Indonesia, dan UOB Ltd. Jatuh tempo pinjaman sampai 24 bulan dengan opsi jangka waktu tambahan 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian fasilitas. 

5 Direksi dan Komisaris Tambah $BBCA Rp26 M

5 Direksi dan Komisaris PT Bank Central Asia (BBCA), yaitu Gregory Hendra Lembong, John Kosasih, Santoso, Vera Eve Lim, Tan Ho Hien (Subur), dan Tonny Kusnadi, membeli secara total ~3,7 juta (~0,003%) saham BBCA dengan harga Rp6.982/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp26,1 miliar. Pembelian dilakukan pada 25 Maret 2026. 

$ACES 2M26 SSSG +3,8% YoY

PT Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) pada Februari 2026 mencatatkan pendapatan indikatif sebesar Rp669 miliar (+11,7% YoY). Secara kumulatif, kinerja tersebut mendorong pendapatan indikatif ACES selama 2M26 menjadi Rp1,4 triliun (+8,9% YoY), dengan Same Store Sales Growth (SSSG) tercatat +3,8% (vs. 2M25: -1,3%). Hasil ini membawa keberlanjutan perbaikan SSSG sejak berbalik positif pada Januari 2026. Mansek memiliki rating NEUTRAL untuk ACES. 

$SCMA 12M25: Laba Bersih +29,6% YoY

PT Surya Citra Media (SCMA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp179 miliar pada 4Q25 (-33,7% QoQ; +109,9% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp771 miliar (+29,6% YoY). Hasil ini terutama didorong oleh berlanjutnya manajemen biaya yang membantu mengimbangi penurunan pendapatan. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp1,8 triliun (+6,9% QoQ; -3,8% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp6,9 triliun (-2,4% YoY). Mansek memiliki rating NEUTRAL untuk SCMA. 

$HEAL 12M25: Laba Bersih -19,9% YoY

PT Medikaloka Hermina (HEAL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp74 miliar pada 4Q25 (-43,9% QoQ; +8,5% YoY), sehingga laba bersih selama 12M25 menjadi Rp430 miliar (-19,9% YoY). Hasil ini di bawah ekspektasi, mencapai 89–90% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Pendapatan pada 4Q25 tercatat Rp1,8 triliun (-2,8% QoQ; +9,2% YoY), sehingga pendapatan selama 12M25 menjadi Rp7,1triliun (+6,2% YoY), sejalan dengan ekspektasi, mencapai 100% dari estimasi FY25F konsensus dan Mansek. Mansek memiliki rating BUY untuk HEAL. 

Transaksi Saham di Sini
Share this history on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Berita Unik dan Aneh di Dunia Copyright © 2010 Designed by Dwi Isnein Evian Syah.Own Blog