| Research Mandiri Sekuritas · 9 Maret 2026 | |
|
| Pemerintah Rencanakan Dana Fleksibel Rp100 T untuk Likuiditas Bank |
|
| | ๐ฑ What's Growin' on Today |
| Pemerintah rencanakan dana fleksibel Rp100 T untuk likuiditas bank
Pemerintah sebut skenario stress test lonjakan minyak terhadap APBN
Pemerintah buka opsi potong anggaran MBG
Pengendali tambah INET Rp12 M
MIKA buyback Rp1 T
Komisaris jual 1,08% TRIN Rp54 M
TPIA naikkan kapasitas MTBE dan Butene-1 sebesar 25%
Direktur tambah EXCL Rp1 M Update laba bersih emiten 12M25 |
|
| | Performa IHSG:
๐ Indeks Harga Saham Gabungan 7.337,37 -248,32 (-3,27%) |
|
| | | | | | | | | | | | | | | | Pemerintah Rencanakan Dana Fleksibel Rp100 T |
| | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadwa, mengatakan pemerintah berencana menambah penempatan dana fleksibel sebesar Rp100 triliun di bank umum untuk memperkuat likuiditas. Sifat penempatan berbeda dengan penempatan Rp200 triliun sebelumnya yang terikat jangka panjang. Skema baru ini memungkinkan dana ditarik sewaktu waktu sesuai kebutuhan belanja negara karena bersumber dari anggaran yang belum terserap. Kementerian Keuangan masih mengkaji waktu pelaksanaannya agar penempatan dana tersebut optimal bagi stabilitas sistem keuangan. |
|
| Pemerintah Sebut Skenario Stress Test Lonjakan Minyak |
| | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadwa, menyatakan pemerintah telah melakukan stress test terkait lonjakan harga minyak dunia terhadap APBN 2026. Berdasar perhitungan Kemenkeu, jika rata rata harga minyak mencapai USD92 per barel sepanjang tahun, berpotensi melebar¬kan defisit hingga 3,6% PDB. Purbaya menilai skenario moderat seperti harga USD72 per barel masih dapat dikelola, serta mengingatkan bahwa lonjakan minyak biasanya tidak bertahan lama karena tekanan terhadap permintaan global. Risiko kenaikan harga juga diperkirakan mereda seiring tambahan suplai dari negara produsen seperti AS, Venezuela, dan lainnya. |
|
| Pemerintah Buka Opsi Potong Anggaran MBG |
| | Kementerian Keuangan membuka opsi pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) yang tahun ini dialokasikan senilai Rp335 triliun sebagai bagian dari skenario menghadapi lonjakan harga minyak yang berpotensi melebar¬kan defisit APBN 2026 di atas 3% PDB. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan belum menerima arahan resmi terkait pemotongan tersebut. |
|
| | | Pengendali Tambah $INET Rp12 M | |
| Pengendali PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) , Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~41 juta (0,18%) saham INET dengan harga Rp304/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp12 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Maret 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di INET menjadi 59,56%. |
|
| | | PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimum Rp1 triliun. Periode buyback akan berlangsung selama 3 bulan dari 7 Maret 2026 – 7 Juni 2026. |
|
| Komisaris Jual 1,08% $TRIN Rp54 M | |
| Komisaris PT Perintis Triniti Properti (TRIN) , Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menjual ~49 juta (1,08%) saham TRIN dengan harga rata-rata Rp1.093/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp54 miliar. Transaksi dilakukan pada 19 Desember 2025 – 5 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di TRIN menjadi 2,92%. Sebelumnya pada tanggal 16 Desember 2025, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo melalui Satya Devya, membeli ~182 juta saham TRIN dengan harga Rp200/saham, sehingga transaksinya mencapai ~36 miliar. |
|
| $TPIA Naikkan Kapasitas MTBE dan Butene-1 sebesar 25% | |
| PT Chandra Asri Pacific (TPIA) meningkatkan kapasitas produksi pabrik MTBE dan Butene-1 sebesar 25% sebagai bagian dari strategi memperkuat substitusi impor dan ketahanan industri petrokimia nasional. Fasilitas yang berlokasi di Cilegon ini telah melalui uji coba pada Februari 2026 dan kini beroperasi optimal, memperkuat posisi perusahaan sebagai satu-satunya produsen kedua produk tersebut di Indonesia. |
|
| Direktur Tambah $EXCL Rp1 M | |
| Direktur PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) , David Arcelus Oses, membeli ~466 ribu saham EXCL dengan harga Rp2.700/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp1 miliar. Transaksi dilakukan pada 6 Maret 2026. |
|
| Update Laba Bersih Emiten 12M25 | |
| ADRO 12M25: laba bersih -68% YoY AADI 12M25: laba bersih -37% YoY PGAS 12M25: laba bersih -37% YoY PGEO 12M25: laba bersih -14% YoY BSDE 12M25: laba bersih -42% YoY CNMA 12M25: laba bersih -3,3% YoY BFIN 12M25: laba bersih +1% YoY |
|
| |
|
|
0 komentar:
Posting Komentar