📉 Rupiah Melemah Ditekan Lonjakan Harga Minyak
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.337,4 -3,27% | +Rp1,1 triliun | 16.945 +0,23% | 5.124 -0,67% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 102,3 +10,37% | 145,0 +5,61% | 4.576 +4,79% | 17.469 +1,46% |
👋 Stockbitor!
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah -0,6% ke level 17.015 pada Senin (9/3) pagi, sebelum ditutup di level 16.945 (-0,2%). Pelemahan nilai tukar rupiah ditekan oleh lonjakan harga minyak di tengah konflik AS–Iran, yang menyebabkan kekhawatiran terkait pelebaran defisit fiskal seiring status Indonesia sebagai net importir minyak.
Harga minyak Brent sempat melonjak +28,9% ke kisaran US$119,5/barrel pada perdagangan intraday hari Senin (9/3), menandai level tertinggi sejak 30 Juni 2022, sebelum bergerak di kisaran US$102,6/barrel pada sore hari. Harga minyak di level US$102,6/barrel sendiri lebih tinggi +46,6% dibandingkan asumsi makroekonomi APBN 2026 di level US$70/barrel. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada pekan lalu bahwa jika pemerintah tidak menyesuaikan ulang anggaran belanja serta harga minyak naik dan bertahan di kisaran US$90–92/barrel, maka APBN 2026 dapat defisit hingga 3,6% terhadap PDB — melampaui limit legal di 3% terhadap PDB.
Purbaya pada Senin (9/3) mengatakan bahwa pemerintah akan menyerap guncangan akibat kenaikan harga minyak menggunakan APBN, dengan alokasi anggaran untuk membayar subsidi BBM akan meningkat bergantung pada besaran kenaikan harga minyak dan berapa lama harga tersebut tetap tinggi. Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan menilai situasi dalam 1 bulan ke depan untuk merumuskan respons kebijakan yang tepat. Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pasokan bahan bakar di Indonesia mencukupi dan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi setidaknya hingga Idulfitri.
Selain karena kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah belakangan ini juga ditekan oleh kekhawatiran terkait kedisiplinan fiskal Indonesia secara umum. Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi APBN per akhir Februari 2026 telah mengalami defisit Rp135,7 T atau 0,53% terhadap PDB (vs. 2M25: defisit 0,13% terhadap PDB, target 2026: defisit 2,68% terhadap PDB), dengan defisit keseimbangan primer Rp35,9 T. Hasil ini dipengaruhi oleh lonjakan belanja negara sebesar +41,9% YoY menjadi Rp493,8 T per akhir Februari 2026, meski pendapatan negara naik +13% YoY ke level Rp358 T seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +30,5% YoY.
Key Takeaway
Realisasi APBN yang mencatat defisit per Februari 2026 berpotensi mempersempit ruang fiskal untuk menyerap kenaikan harga minyak. Oleh karena itu, pergerakan harga minyak menjadi ketidakpastian baru bagi investor, mengingat implikasinya terhadap ketahanan fiskal serta potensi penyesuaian langkah pemerintah, seperti kenaikan harga BBM atau penyesuaian belanja. IHSG kembali anjlok -3,3% pada Senin (9/3), sejalan dengan pelemahan bursa regional Asia, meski investor asing mencatatkan net buy Rp1,1 T.
🤑 BBNI: Dividen Rp349/Saham, Indikasi Yield 8,1%
- $BBNI: Pemegang saham Bank Negara Indonesia pada hari ini, Senin (9/3), menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp13 T atau Rp349/saham, mengindikasikan dividend yield 8,1% berdasarkan harga penutupan per Senin (9/3) di Rp4.290/saham. Jumlah dividen tersebut setara 65% dividend payout ratio (vs. 2024: 65%). Cum date dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
- $ADRO: Alamtri Resources Indonesia mencatat laba bersih US$146 juta pada 4Q25 (+15% QoQ, -26% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$448 juta (-68% YoY), di atas ekspektasi (120% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha pada 4Q25 cenderung flat di US$153 juta (+1% QoQ) karena peningkatan volume dan ASP batu bara metalurgi diimbangi oleh kenaikan beban depresiasi dan amortisasi (+40% QoQ) serta penurunan aktivitas segmen mining contractor, yang tercermin dari penurunan volume overburden (-16% QoQ) dan coal transport (-4% QoQ). Adapun laba bersih pada 4Q25 ditopang oleh kenaikan pendapatan dari joint venture sebesar US$14 juta, utamanya dari PT Bhimasena Power Indonesia. Selain itu, ADRO juga mencatatkan pendapatan lain–lain senilai US$12 juta, yang kami perkirakan berasal dari dividen Adaro Andalan Indonesia ($AADI), mengingat ADRO masih menggenggam 15,37% saham AADI.
- $AADI: Adaro Andalan Indonesia mencatat laba bersih US$173 juta pada 4Q25 (+9% QoQ, +27% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$760 juta (-37% YoY), sejalan dengan ekspektasi (100% estimasi 2025F konsensus). Mengecualikan one–off gain dari penjualan kepemilikan di Alamtri Minerals Indonesia ($ADMR) sebesar US$323 juta pada 2Q24, laba bersih perseroan hanya turun -14% YoY selama 2025. Perbaikan kinerja AADI secara kuartalan pada 4Q25 didukung oleh kenaikan harga jual rata–rata (+4% QoQ) serta kenaikan volume penjualan (+3% QoQ), sehingga pendapatan meningkat +8% QoQ pada 4Q25. Di sisi biaya, cash cost per ton turun -5% QoQ pada 4Q25, seiring penurunan stripping ratio menjadi 4,4x (vs. 3Q25: 5x, 4Q24: 4,5x). Hal ini mendorong margin laba kotor naik ke level 24,5% pada 4Q25 (vs. 3Q25: 20,5%, 4Q24: 27,3%). Kenaikan margin laba bersih secara kuartalan pada 4Q25 tidak sebesar peningkatan margin laba kotor, seiring meningkatnya kerugian selisih kurs dan kerugian nilai wajar atas investasi lain–lain. Selama 2025, laba bersih tertekan oleh melemahnya harga jual rata–rata (-13% YoY), meski volume penjualan naik +6% YoY menjadi 71,9 juta ton (vs. guidance 2025 manajemen: 65–67 juta ton). Pendapatan selama 2025 turun -8% YoY menjadi US$4,9 miliar, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi (104% estimasi 2025F konsensus).
- $PGAS: Perusahaan Gas Negara mencatat rugi bersih US$23 juta pada 4Q25 (vs. 4Q24: laba US$76 juta, 3Q25: laba US$93 juta). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 hanya mencapai US$215 juta (-37% YoY), di bawah ekspektasi (61% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha selama 2025 masih sejalan ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus), dengan volume gas trading hanya turun -2% YoY dan metrik operasional lain meningkat, seperti volume transmisi gas dan oil transport. Kerugian pada 4Q25 utamanya disebabkan oleh impairment sebesar US$99,5 juta pada Blok Sesulu Selatan, setelah audit cadangan LAPI ITB 2025 menunjukkan penurunan estimasi cadangan signifikan hingga Net Present Value menjadi negatif.
- $ADMR: Alamtri Minerals Indonesia mencatat laba bersih US$67 juta pada 4Q25 (+5% QoQ, -35% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai US$271 juta (-38% YoY), sedikit di bawah ekspektasi (95% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha selama 2025 mencapai 100% estimasi 2025F konsensus, dengan laba usaha pada 4Q25 melonjak +57% QoQ seiring ekspansi margin laba usaha ke level 39,2% (vs. 3Q25: 32,2%) berkat kenaikan volume (+21% QoQ) dan harga jual rata–rata (+7% QoQ). Meski demikian, laba bersih pada 4Q25 hanya naik +5% QoQ akibat adanya one–off beban lain–lain senilai US$31,4 juta, yang berasal dari pembentukan cadangan kerugian kredit ekspektasian (KKE) atas pinjaman kepada pihak ketiga, PT Persada Sentral Mineral, yang sepenuhnya dibukukan pada 4Q25.
- $TLKM: Telkom Indonesia melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara, mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk mendivestasikan perusahaan di bidang health care, AdMedika, ke Fullerton Health. Nilai transaksi tidak diumumkan, sementara transaksi ini merupakan bagian dari mandat Danantara agar TLKM fokus pada bisnis inti. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan pada Juni 2025 bahwa TLKM berencana mendivestasikan AdMedika senilai US$100 juta.
- $ESSA: Pemegang saham ESSA Industries Indonesia, T. P. Rachmat, menjual ~42,2 juta saham ESSA dengan harga rata–rata ~Rp780/lembar atau senilai total ~Rp33 M pada 5 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung TP Rachmat di ESSA turun dari 7,11% menjadi 6,86%.
- $INET: Pengendali Sinergi Inti Andalan Prima, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~41 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp304/lembar atau senilai total ~Rp12,5 M pada 6 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 59,38% menjadi 59,56%.
- $TPIA: Chandra Asri Pacific mengumumkan telah meningkatkan kapasitas produksi pabrik methyl tert–butyl ether (MTBE) dan butene–1 (B1) hingga +25%. Ekspansi kapasitas produksi ini merupakan bagian dari perluasan fasilitas yang dilaksanakan bersama PT Inti Karya Persada Tehnik melalui kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) pada Desember 2024. Pabrik MTBE dan Butene–1 tersebut berlokasi di dalam kompleks petrokimia terintegrasi milik perseroan di Cilegon, Banten, dan telah beroperasi sejak 2020. MTBE sendiri merupakan komponen untuk octane booster pada bahan bakar bensin, sementara butene–1 merupakan komonomer dalam produksi polyethylene untuk sektor manufaktur, kemasan, dan produk konsumen.
- $SIDO: Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul mencatat laba bersih Rp411 M pada 4Q25 (+5% YoY, +88% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai ~Rp1,2 T (+5% YoY), sesuai ekspektasi (101% estimasi 2025F konsensus). Pendapatan selama 2025 naik +4% YoY, dengan margin laba kotor selama 2025 sedikit tertekan ke 58% (vs. 2024: 58,7%), sementara margin laba usaha terjaga di 37,3% (vs. 2024: 37,6%). Untuk 2026, SIDO menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar +5–8% YoY. Manajemen SIDO juga mengumumkan destocking, yang berpotensi memengaruhi sell–in pada 1Q26.
- $ULTJ: Ultrajaya Milk Industry & Trading Company mencatat laba bersih Rp392 M pada 4Q25 (+54% YoY, +10% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 menjadi Rp1,35 T (+19% YoY). Pendapatan pada 4Q25 tumbuh +10% YoY, melanjutkan tren pemulihan sejak 3Q25 dan membatasi kontraksi pendapatan selama 2025 menjadi hanya -1% YoY (vs. 9M25: -5% YoY). Margin laba usaha pada 4Q25 naik ke level 19,5% (vs. 4Q24: 9,7%, 3Q25: 19,6%) didukung efisiensi biaya promosi yang signifikan (-64% YoY).
Top Gainer 🔥
$ITMG | $AADI | $PTRO | $BBNI |
| +4,91% | +1,46% | +0,60% | +0,47% |
Top Loser 🤕
$FILM | $BULL | $PGAS | $TOBA |
| -14,93% | -14,41% | -13,50% | -10,57% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Harga minyak Brent sempat melonjak +28,9% ke kisaran US$119,5/barrel pada perdagangan intraday hari Senin (9/3), menandai level tertinggi sejak 30 Juni 2022, sebelum bergerak di kisaran US$102,6/barrel pada sore hari. Kenaikan harga minyak terjadi seiring berlanjutnya konflik AS–Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Untuk pertama kalinya sejak konflik AS–Iran dimulai, fasilitas minyak Iran menjadi target serangan pada Sabtu (7/3), yang mencakup 4 depot penyimpanan minyak dan 1 pusat transfer produksi minyak. Di tengah eskalasi tersebut, Iran pada Senin (9/3) menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS–Israel pada 2 pekan lalu. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan perang kemungkinan baru akan berakhir setelah militer dan kepemimpinan Iran dihancurkan, sementara militer Israel menyatakan akan menargetkan siapa pun yang menggantikan Khamenei.
- Financial Times melaporkan bahwa para menteri keuangan dari Group of Seven (G7) pada Senin (9/3) akan membahas tentang pelepasan bersama minyak dari cadangan darurat yang dikoordinasikan oleh International Energy Agency (IEA). Tiga negara G7, termasuk AS, dikabarkan telah menyatakan dukungan terkait rencana tersebut. Laporan Financial Times ini muncul ketika harga minyak melonjak lebih dari +25% pada Senin (9/3) ke level tertinggi sejak pertengahan 2022 seiring kekhawatiran akan gangguan pasokan dan pengiriman yang akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. IEA dan G7 belum memberikan komentar terkait isu ini.
- Reuters melaporkan bahwa gangguan pengiriman di Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menekan pasokan sulfur bagi produsen nikel di Indonesia, yang sekitar 75% kebutuhannya berasal dari kawasan tersebut. Sulfur digunakan untuk memproduksi asam sulfat, yang memiliki peranan penting dalam proses pemurnian nikel dan pengolahan tembaga. Menurut 2 narasumber Reuters dari perusahaan smelter asal China di Indonesia, persediaan sulfur di smelter HPAL rata–rata hanya cukup untuk konsumsi selama 1–2 bulan. Analis di Project Blue, Marco Martins, mengatakan kepada Reuters bahwa biaya sulfur sudah mencakup sekitar setengah dari biaya operasional pabrik HPAL, bahkan sebelum konflik di Timur Tengah dimulai. Martins memprediksi bahwa tanpa pasokan alternatif, smelter berpotensi mengurangi produksi pada bulan depan.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (6/3) bahwa pemerintah akan menambah penempatan dana ke sistem perbankan sebesar Rp100 T guna meningkatkan likuiditas sistem keuangan. Hal ini menyusul pengumuman dari Purbaya pada akhir Februari 2026 bahwa dana pemerintah sebesar Rp200 T di himpunan bank milik negara (Himbara) akan diperpanjang selama 6 bulan per 13 Maret 2026.
- Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa pemerintah akan mengajukan permohonan ke WTO untuk menangguhkan konsesi perdagangan dengan Uni Eropa terkait kasus sengketa bea masuk imbalan (countervailing duties) biodiesel. Kementerian Perdagangan menyebut bahwa Uni Eropa gagal memenuhi tenggat waktu untuk menyesuaikan kebijakannya sesuai dengan putusan WTO sebelumnya dalam kasus tersebut. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan bahwa penangguhan konsesi akan berfokus pada barang, tetapi terbuka untuk sektor lain. Sebelumnya, panel WTO pada Agustus 2025 mendukung Indonesia atas beberapa klaim utamanya dalam sengketa terkait countervailing duties yang diberlakukan Uni Eropa terhadap impor biodiesel dari Indonesia.
- Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia turun ke level 125,2 pada Februari 2026 (vs. Januari 2026: 127, Februari 2025: 126,4). Hasil ini ditekan oleh penurunan di seluruh sub–indeks ekspektasi konsumen, dengan indeks ekspektasi penghasilan -5,3 poin, indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja -3,4 poin, dan indeks ekspektasi kegiatan usaha -4,4 poin.
- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan motor domestik pada Februari 2026 mencapai 587.354 unit (+1% YoY, +1,7% MoM). Hasil ini membuat penjualan motor domestik selama 2M26 mencapai ~1,2 juta unit (+2,1% YoY), setara 17–18% target 2026 dari AISI di level 6,4–6,7 juta unit.
- Mitra Keluarga Karyasehat ($MIKA) berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp1 T pada periode 7 Maret–7 Juni 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk stabilisasi pasar modal.
- Komisaris Utama Perintis Triniti Properti ($TRIN), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melalui PT Satya Devya menjual ~49 juta saham TRIN dengan harga rata–rata Rp1.093/lembar atau senilai total Rp53,5 M pada periode 19 Desember 2025–5 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di TRIN melalui PT Satya Devya turun dari 4% menjadi 2,92%. Sebelumnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui PT Satya Devya membeli 4% saham TRIN dengan harga rata–rata Rp200/lembar atau senilai total Rp36,4 M pada 16 Desember 2025 sebagai bagian dari kerja sama strategis.
✏️ Ketika Investor Terlalu Cepat Menyimpulkan Market
"Modal yang hilang karena keputusan buru-buru, sering jauh lebih sulit untuk dibalikin." — stocksahamharian
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Banyak investor terburu-buru mengambil kesimpulan dari pergerakan harga jangka pendek, seolah setiap kenaikan atau penurunan langsung mencerminkan kondisi yang pasti. Dalam tulisannya, Stockbitor stocksahamharian mengingatkan bahwa market bergerak melalui proses yang kompleks dan sering kali membutuhkan waktu sebelum arah yang sebenarnya terlihat jelas. Reaksi yang terlalu cepat, baik karena euforia maupun ketakutan, justru dapat membuat investor mengambil keputusan yang tidak rasional. Karena itu, penting bagi investor untuk menjaga perspektif, memahami konteks yang lebih luas, dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari pergerakan harga sesaat. Simak tulisan lengkapnya di sini!
Sekilas tentang stocksahamharian
Stockbitor stocksahamharian aktif membagikan pandangan seputar trading saham jangka pendek, mulai dari scalping, pre-opening, hingga swing trading. Ia juga sering membagikan edukasi mengenai analisa teknikal, psikologi trading, serta manajemen risiko seperti pentingnya tidak all-in dan menjaga cash saat kondisi market tidak menentu. Tulisan-tulisan stocksahamharian disampaikan dengan gaya santai dan analogi sederhana sehingga mudah dipahami, serta cocok untuk trader yang tertarik mempelajari strategi trading aktif dan dinamika pergerakan harga saham di pasar.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ITMG
$AADI
$PTRO
$BBNI
$FILM
$BULL
$PGAS
$TOBA
0 komentar:
Posting Komentar